Review Penilaian Akhir Tahun Mapel Teknologi dasar Otomotif ada dibagian Evaluasi Link berikut ini
1.Rangkaian Kelistrikan Sederhana
2. Dasar -dasar Elektronika Sederhana
3.Jenis jenis komponen elektronika beserta fungsi dan simbol
Review Penilaian Akhir Tahun Mapel Teknologi dasar Otomotif ada dibagian Evaluasi Link berikut ini
1.Rangkaian Kelistrikan Sederhana
2. Dasar -dasar Elektronika Sederhana
3.Jenis jenis komponen elektronika beserta fungsi dan simbol
Dalam menyervis sistem AC (Air Conditioner) dibutuhkan ketelitian dan di anjurkan mengikuti intruksi yang sesuai standar kerja untuk tujuan mendapatkan hasil yang optimal
Perawatan pada sistem AC (Air Conditioner) tentunya sangat di perlukan agar mengetahui sistem ini masih normal untuk pemakaian atau perlu di servis, pengecekan rutin pada sistem juga mempengaruhi waktu tempuh pemakaian dan memperpanjang usia komponen. BAB ini saya akan membahas tentang tata cara servis sistem AC, dengan menggunakan bahasa kalimat yang praktis agar mempermudah dalam pemahaman. Tentu juga BAB ini tetap berhubungan dengan BAB yang sebelumnya.
Sistem Penerangan Dalam
a. Lampu
ruangan (dome light)
Lampu ruangan atau lampu kabin berfungsi untuk menerangi interior ruangan penumpang yang dirancang agar tidak menyilaukan pengemudi pada malam hari. Umumnya lampu ruangan (interior) letaknya di bagian tengah ruang penumpang kendaraan untuk menerangi interior dengan merata. Lampu ini disatukan dengan switchnya yang mempunyai 3 (tiga) p osisi yaitu : ON, DOOR dan OFF. (untuk memberi kemudahan keluar masuk pada malam hari, lampu ruangan dapat disetel hanya menyala bila salah satu pintunya dibuka. Ini dapat dilakukan dengan menyetel switch pada posisi DOOR.
b. Lampu
Instrumen Panel (lampu meter).
Lampu instrumen panel terpasang pada
bagian dashboard digunakan untuk menerangi meter-meter pada instrumen panel
pada malam hari dan memungkinkan pengemudi membaca meter-meter dan gauge dengan
mudah dan cepat pada saat mengemudi. Lampu instrumen panel akan menyala bila
lampu belakang (tail light) menyala.
Ada beberapa model yang dilengkapi dengan lampu pengontrol rheostat yang memungkinkan pengendara mengontrol terangnya lampu-lampu
pada instrumen panel.
Dalam sistem penerangan terdapat banyak
jenis rangkaian, hal tersebut bertujuan membuat instalasi penerangan yang
selaian aman dan nyaman bagi pengemudi. Pada dasarnya sistem penerangan
terdapat dua jenis yaitu sistem penerangan luar dan sistem penerangan dalam,
untuk lebih jelas sebagai berikut:
1. Sistem Penerangan Luar
a. Lampu
Kota
Lampu kota adalah lampu yang berfungsi
pada siang hari bertujuan untuk memberikan isyarat kepada pengendara lainya.
Untuk lebih jelasnya perhatikan wiring diagram di bawah ini:
b. Lampu
Kepala
Lampu kepala atau lampu utama merupakan
lampu yang wajib terpasang pada jenis kendaraan manapun. Untuk saat ini lampu
kepala tidak hanya digunakan pada malam hari sebagai penerangan peraturan lalu
lintas yang baru lampu utama harus menyala baik pada siang hari atau malam
hari. Hal tersebut bertujuan untuk keamanan saat berkendaran dan keamanan baik
pengemudi atau pengendara yang lain. Lebih jelasnya perhatikan wiring diagram
di bawah ini:
c. Lampu
Sein dan Hazard
Jenis lampu ini biasanya dinakan lampu
tanda belok atau lampu peringatan tanda bahaya. Lampu Sein dan Hazard wajib
terpasang di setiap kendaraan karena jenis lampu ini bertujuan memberikan
peringata ketika pengendara sedang berbelok ke kanan atau ke kiri, bahkan untuk
jenis lampu hazard memberikan tanda bahaya untuk pengendara di belakang. Untuk
lebih jelasnya perhatikan wiring diagram di bawah ini:
Gambar 6.10
Wiring Diagram Lampu Sein dan Hazard
d. Lampu
Mundur
Lampu mundur merupakan lampu untuk memberikan
isyrat bahwa mobil dalam keadaan ingin mundur. Lampu mundur secara otomatis
menyala ketika pengendara mengganti pada posisi (R) pada perpindahan gigi atau
perseneling. Untuk lebih jelasnya perhatikan wiring diagram di bawah ini:
e. Lampu
Rem
Lampu rem akan berfungsi secara otomatis
apabila pengendara mengijak pedal rem, hal tersebut bertukuan untuk memberi
peringatan bagi pengendara lain kalau sedang dalam mengurangi kecepatan
sehingga akan menghidari dari tabrakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan wiring
diagram sebagai berikut:
Dari rangakain instalasi penerangan
diatas pada dasarnya memiliki fungsi masing-masing selain sebagai penerangan
rangkaian tersebut sebagai tanda atau peringatan bagi pengendara lain supaya
bisa berhati-hati di jalan. Untuk lebih jelasnya apabila rangkaian keseluruahan
dari sistem penerangan.
a. Lampu
ruangan (dome light)
Lampu ruangan atau lampu kabin berfungsi
untuk menerangi interior ruangan penumpang yang dirancang agar tidak
menyilaukan pengemudi pada malam hari. Umumnya lampu ruangan (interior)
letaknya di bagian tengah ruang penumpang kendaraan untuk menerangi interior
dengan merata. Lampu ini disatukan dengan switchnya yang mempunyai 3 (tiga) p
osisi yaitu : ON, DOOR dan OFF. (untuk memberi kemudahan keluar masuk pada
malam hari, lampu ruangan dapat disetel hanya menyala bila salah satu pintunya
dibuka. Ini dapat dilakukan dengan menyetel switch pada posisi DOOR.
b Lampu
Instrumen Panel (lampu meter).
Lampu instrumen panel terpasang pada
bagian dashboard digunakan untuk menerangi meter-meter pada instrumen panel
pada malam hari dan memungkinkan pengemudi membaca meter-meter dan gauge dengan
mudah dan cepat pada saat mengemudi. Lampu instrumen panel akan menyala bila
lampu belakang (tail light) menyala.
Ada beberapa model yang dilengkapi dengan lampu pengontrol rheostat yang memungkinkan pengendara mengontrol terangnya lampu-lampu
pada instrumen panel.
A. Sistem Penerangan
Pada materi kelistrikan akan mengurai
secara mendalam terkait sistem penerangan dan panel instrumen pada mobil.
Sistem penerangan adalah intalasi dari berbagai rangkaian penerangan pada
kendaraan atau semua sistem kelistrikan pada bodi kendaraan yang bertujuan
untuk menjamin keamanan dan kenyamanan saat berkendara.
Tujuan utama sistem penerangan secara
umum sebagai pencahayaan saat pagi atau malam hari, akan tetapi menurut fungsi
sistem penerangan adalah sebagai penerangan pada kendaraan untuk memberikan
tanda-tanda kepada pengendara lain misalnya pada saat akan membelok maupun akan
berhenti sehingga pengendara lain lebih aman. Selain itu, juga untuk memberikan
indikator pada pengendara contoh lampu tanda belok kanan atau kiri sudah
menyala, kondisi bahan bakar masih banyak atau sudah habis dan lain-lain,
disamping itu juga untuk menambah kenikmatan saat berkendara.
B.
Komponen Sistem Penerangan
Sistem penerangan merupakan suatu instalasi maka dari itu
sistem ini tidak berdiri hanya dengan satu komponen melainkan suatu susunan
berbagai komponen yang dirangkai sesuai fungsi setiap komponen. Komponen utama
dalam sistem penerangan meliputi:
1. Baterai
Baterai berfungsi sebagai sumber arus
searah DC (Dirrect Current) pada
sistem kelistrikan otomotif. Umumnya baterai yang digunakan sebagai sumber
tenaga pada sistem kelistrikan otomotif mempunyai tegangan 12 Volt dan
kapasitasnya berkisar 40–70 AH (Ampere
Hour).
Baterai mempunyai 2 kutub, yaitu kutub
(+) dan kutub (-). Kutub (+) diberi kode 30 dankutub (-) atau minus diberi kode
31.
2.
Sekring (Fuse)
Sekring adalah suatu komponen
kelistrikan yang berfungsi untuk membatasi beban arus yang berlebihan. Selain
itu, untuk menghindari terjadinya kerusakan pada rangkaian saat terjadi
konsleting atau hubungan singkat. Dengan adanya sekring (fuse) rangkaian kelistrikan, bola lampu, kabelkabel, relay, fleser, dan yang lainnya tidak
akan rusak bila terjadi kelebihan arus atau terjadi hubungan singkat karena
sekring akan putus terlebih dahulu.
Jenis sekring ada bermacam-macam, baik bentuk (konstruksi)
maupun jenis filamennya.
Dalam Penggunaan bola lampu dan sekring
pada satu unit kendaraan bermotor (mobil), pada saat lampu kota atau posisi
dinyalakan, jumlah daya lampu yang diperlukan adalah:
|
Nama Komponen |
Daya Lampu |
|
. .4 buah bola lampu kota . .2 buah bola lampu plat Nomor . .2 buah bola lampu instrument |
. .4 X 8 Watt = 32 Watt . .2 X 3 Watt = 6 Watt . .2 X 3 Watt = 6 Watt |
Sekring yang terpasang untuk lampu kota
(Tail Fuse) adalah 1,5 X daya lampu
(1,5 X 44 Watt = 66 Watt). Kebutuhan sekring yang ada di pasaran adalah 10
Amper, maka pemilihan sekring yang tepat adalah 10 Ampere.
3. Kunci Kontak (Switch)
Kelistrikan otomotif pada mobil
menggunakan kunci kontak (Ignition Swtch)
sebagai saklar utama yang menghubungkan semua sistem kelistrikan dengan sumber
tenaga (baterai).
Kunci kontak mempunyai beberapa posisi, yaitu ;
Off : terputus dari sumber tegangan (baterai)
ACC
: terhubung dengan arus
baterai, tetapi hanya untuk kebutuhan Aksesoris
ON / IG : terhubung ke sistem pengapian (Ignition )
START : untuk start
4. Saklar Kombinasi
Saklar kombinasi yaitu saklar yang
mengendalikan instalasi penerangan dan tanda pada kendaraan bermotor. Instalasi
tersebut adalah:
a. Kelompok
lampu kota, tail lamp, plat nomor, dan iluminasi.
b. Kelompok
lampu kepala, blitz, dan indikator lampu jauh.
c.
Kelompok lampu hazard, sein, dan indikator lampu
sein.
d. Klakson.
e. Wiper
dan Washer.
5. Relay
Relay adalah saklar elektrik yang
digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus secara elektrik. Cara kerjanya,
bila dialiri arus listrik, kumparan akan menjadi magnet sehingga kontak poin
tertarik dan terhubung
Macam macam Relay:
a. Relay
4 Kaki Normaly Open.
b. Relay
4 Kaki Normaly Closed.
c.
Relay
Double Throw.
6.
Flasher Unit
Flasher Unit digunakan untuk mengedipkan lampu tanda belok
dan lampu hazard secara interval. Flasher nit ada dua jenis yaitu: a. Jenis
Electronic
Flasher ini terbuat dari rangkaian electronic /
semiconductor.
b.
Jenis Bimetal
7.
Kabel Penghubung
Kabel berfungsi untuk menghubungkan antar komponen dan
mengalirkan arus listrik. Adapun warna kabel ditunjukkan dengan kode huruf: B =
Black (hitam) GR = Gray (abu-abu) BR = Brown (coklat)
O =
Orange (oranye) R = Red (merah) V =
Violet (ungu)
P =
Pink (merah muda) L = Blue (biru) LG = Ligth Green (hijau muda)
G
= Green (hijau) W = White
(putih) Y = Yellow (kuning)
Sedangkan Massa dalam sistem
penerangan berfungsi untuk menghubungkan antar komponen dengan negatif baterai.
Untuk konektor di gunakan untuk menghubungkan kelistrikan antara dua jaringan
kabel, atau antara sebuah jaringan kabel dengan komponen.conector di
klasifikasikan salam conector laki-laki dan perempuan, karena bentuk
terminalnya yang berbeda. Semua conector dilihat dari ujung yang terbuka dengan
pengunci di atasnya.
Sepatu kabel adalah suatu komponen
yang digunakan untuk menghubungkan komponen satu dengan komponen yang lainnya
yang terbuat dari tembaga dan diberi isolasi supaya tidak terjadi konseleting.
Diameter kabel terdiri atas berbagai ukuran. Penggunaan kabel berbedabeda
ukurannya, bergantung pada berapa besar arus yang mengalir. Bila arus yang
mengalir besar, berarti harus menggunakan kabel yang berdiameter besar, tetapi
bila arus yang mengalir kecil, cukup menggunakan kabel yang berdiameter kecil.
Untuk proyek Website Profil Usaha di Blogspot, penilaian sebaiknya tidak hanya melihat tampilan, tetapi juga isi, fungsi, dan kreativitas...