Kamis, 03 September 2026

Analisis Kebutuhan Pasar dan Pelanggan

 

SURVEI KEBUTUHAN TEKNOLOGI DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Mata Pelajaran            :     Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK)
Kelas                            : XI TKJ
Materi                            : Analisis Kebutuhan Pasar dan Pelanggan
Alokasi Waktu                : 5 JP
Bentuk                            : Kelompok 3–4 siswa
Lokasi                        : Lingkungan SMKN 2 Sragen

A. Tujuan

Setelah melakukan kegiatan ini, siswa mampu:

  1. Mengidentifikasi masalah nyata yang berkaitan dengan teknologi di sekolah.

  2. Mengidentifikasi kebutuhan warga sekolah.

  3. Menentukan calon pelanggan.

  4. Menganalisis masalah menjadi peluang usaha.

  5. Merancang solusi berupa produk atau jasa TKJ.


B. Aturan Tugas

  1. Tugas wajib dikerjakan di lingkungan sekolah.

  2. Siswa tidak diperbolehkan menggunakan HP selama kegiatan.

  3. Pengumpulan data dilakukan melalui:

    • Pengamatan langsung.

    • Wawancara.

    • Pencatatan.

  4. Tidak boleh mengganggu kegiatan belajar mengajar.

  5. Wawancara dilakukan dengan sopan dan meminta izin terlebih dahulu.

  6. Setiap kelompok harus menemukan minimal 3 masalah nyata.

  7. Masalah yang ditemukan harus berkaitan dengan teknologi, komputer, jaringan, atau kebutuhan digital.


C. Misi Kelompok

Bayangkan kalian adalah tim konsultan usaha TKJ yang mendapatkan tugas dari sekolah:

"Carilah masalah atau kebutuhan teknologi yang dialami warga sekolah, kemudian ubahlah masalah tersebut menjadi peluang usaha."

Kalian harus berkeliling lingkungan sekolah untuk menemukan masalah tersebut.


D. Tahap 1 – Observasi Lingkungan Sekolah

Amati beberapa lokasi berikut:

☐ Ruang kelas
☐ Laboratorium komputer
☐ Ruang guru
☐ Tata usaha
☐ Perpustakaan
☐ Kantin
☐ Bengkel/laboratorium lain
☐ Area sekolah lainnya

Carilah masalah yang berhubungan dengan teknologi.

Lembar Observasi

NoLokasiMasalah yang DitemukanSiapa yang Mengalami?Bukti/Pengamatan
1
2
3
4
5

Contoh masalah:

  • Komputer membutuhkan perawatan.

  • Kabel jaringan tidak tertata.

  • Printer sulit digunakan.

  • Perangkat komputer kurang optimal.

  • Pengguna kesulitan melakukan setting jaringan.

  • Ruang tertentu membutuhkan jaringan internet.

  • Kabel atau konektor jaringan perlu diperbaiki.

  • Perangkat membutuhkan inventarisasi.

  • Pengguna membutuhkan bantuan teknis.

Catatan: Jangan membuat-buat masalah. Temukan masalah berdasarkan kondisi nyata yang kalian lihat atau informasi dari warga sekolah.


E. Tahap 2 – Wawancara Warga Sekolah

Pilih minimal 3 warga sekolah untuk diwawancarai.

Contoh:

  • Guru

  • Tenaga kependidikan

  • Laboran

  • Petugas perpustakaan

  • Pengelola laboratorium

  • Siswa

Pertanyaan Wawancara

1. Perangkat teknologi apa yang paling sering digunakan?

Jawaban:

......................................................................

2. Masalah teknologi apa yang paling sering dialami?

Jawaban:

......................................................................

3. Seberapa sering masalah tersebut terjadi?

Jawaban:

......................................................................

4. Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut selama ini?

Jawaban:

......................................................................

5. Jika ada jasa yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut, apakah menurut Bapak/Ibu/Saudara diperlukan?

Jawaban:

......................................................................


F. Tahap 3 – Menentukan Masalah Utama

Dari hasil observasi dan wawancara, pilih 1 masalah yang paling potensial.

Masalah Utama

................................................................................

Lokasi

................................................................................

Siapa yang Mengalami?

................................................................................

Seberapa Sering Terjadi?

................................................................................

Mengapa Masalah Ini Penting Diselesaikan?

................................................................................


G. Tahap 4 – Mengubah Masalah Menjadi Peluang Usaha

Sekarang berpikirlah sebagai seorang wirausahawan.

Masalah → Solusi → Produk/Jasa → Pelanggan

Lengkapi:

Masalah

......................................................................

Solusi

......................................................................

Produk/Jasa yang Ditawarkan

......................................................................

Calon Pelanggan

......................................................................


H. Contoh

Masalah

Beberapa pengguna komputer di sekolah mengalami kesulitan ketika printer tidak dapat digunakan.

Solusi

Menyediakan jasa pemeriksaan dan konfigurasi printer.

Produk/Jasa

Jasa Troubleshooting dan Setting Printer

Calon Pelanggan

Guru dan tenaga kependidikan.

Nilai Tambah

  • Respon cepat.

  • Harga terjangkau.

  • Teknisi siswa TKJ.

  • Memberikan penjelasan kepada pengguna.


I. Tahap 5 – Analisis Peluang

Berikan skor 1–5.

FaktorSkorAlasan
Masalah sering terjadi
Banyak orang membutuhkan
Solusi mudah dilakukan
Sesuai kemampuan TKJ
Modal relatif kecil
Berpotensi menghasilkan uang
TOTAL

Interpretasi

25–30: Sangat potensial
19–24: Potensial
13–18: Cukup potensial
≤12: Kurang potensial


J. Tantangan Kreativitas

Sekarang buat 3 alternatif solusi terhadap masalah yang kalian temukan.

AlternatifSolusiKelebihanKekurangan
1
2
3

Kemudian pilih solusi terbaik.

Solusi pilihan kelompok:

......................................................................

Alasan memilih solusi tersebut:

......................................................................


K. Rancangan Usaha

Buat rancangan sederhana:

Nama Usaha

......................................................................

Produk/Jasa

......................................................................

Target Pelanggan

......................................................................

Masalah Pelanggan

......................................................................

Solusi

......................................................................

Keunggulan

......................................................................

Perkiraan Harga

Rp ....................................

Peralatan yang Dibutuhkan

  1. ....................................

  2. ....................................

  3. ....................................


L. Presentasi "Temuan Lapangan"

Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuannya.

Presentasi harus menjawab 5 pertanyaan utama:

  1. Masalah apa yang kalian temukan?

  2. Siapa yang membutuhkan solusi?

  3. Bagaimana kalian mengetahui masalah tersebut?

  4. Apa solusi yang kalian tawarkan?

  5. Mengapa solusi tersebut dapat menjadi peluang usaha?

Durasi

5 menit per kelompok


M. Penilaian

AspekBobot
Ketepatan menemukan masalah nyata20%
Kualitas observasi15%
Hasil wawancara15%
Analisis kebutuhan pelanggan20%
Kreativitas solusi15%
Presentasi10%
Kerja sama5%
TOTAL100%

🎯 Hasil Akhir yang Dikumpulkan

Setiap kelompok mengumpulkan 1 lembar laporan yang berisi:

Observasi → Wawancara → Masalah → Kebutuhan Pelanggan → Solusi → Ide Usaha

Dengan tugas ini, siswa tidak sekadar mengisi tabel dari contoh di internet, tetapi harus benar-benar turun ke lingkungan sekolah dan menemukan kebutuhan pelanggan secara langsung.

Tugas ini juga sangat cocok dijadikan pertemuan lanjutan sebelum masuk ke Business Model Canvas (BMC), karena hasil akhirnya sudah menghasilkan masalah pelanggan, target pelanggan, solusi, dan ide usaha.

Mengenal Input Analog dengan Potensiometer dan LDR Menggunakan Arduino Uno

.

 Mengenal Input Analog dengan Potensiometer dan LDR Menggunakan Arduino Uno

Mata Pelajaran: Pilihan – Internet of Things (IoT)
Kelas: XII TKJ
Topik: Input Analog – Potensiometer dan LDR
Platform: Arduino Uno

Pendahuluan

Dalam pembelajaran Internet of Things (IoT), sebuah sistem tidak hanya membutuhkan perangkat yang dapat mengeluarkan perintah, tetapi juga membutuhkan input atau masukan dari lingkungan sekitar.

Input tersebut dapat berasal dari berbagai sensor maupun komponen elektronik. Salah satu jenis input yang penting untuk dipahami adalah input analog.

Pada pembelajaran kali ini, siswa kelas XII TKJ akan mempelajari cara membaca input analog menggunakan Arduino Uno dengan memanfaatkan dua komponen sederhana, yaitu potensiometer dan LDR (Light Dependent Resistor).

Melalui praktik ini, siswa diharapkan dapat memahami bagaimana Arduino membaca perubahan tegangan dan mengubahnya menjadi nilai yang dapat diproses oleh program.


Apa Itu Input Analog?

Input analog adalah sinyal masukan yang nilainya dapat berubah secara bertahap dalam suatu rentang tertentu.

Berbeda dengan input digital yang umumnya hanya mengenal dua kondisi:

  • HIGH / 1

  • LOW / 0

Input analog dapat memiliki banyak kemungkinan nilai.

Pada Arduino Uno, pembacaan input analog menggunakan pin:

A0, A1, A2, A3, A4, dan A5.

Arduino Uno menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) dengan resolusi 10-bit. Artinya, tegangan analog yang dibaca akan dikonversi menjadi nilai digital antara:

0 sampai 1023

Sebagai gambaran sederhana:

Tegangan InputNilai ADC
0 V0
±1,25 V±256
±2,5 V±512
±3,75 V±768
5 V1023

Nilai tersebut kemudian dapat digunakan dalam program untuk mengendalikan perangkat lain.


1. Mengenal Potensiometer

Potensiometer adalah komponen elektronik yang memiliki tiga terminal dan dapat digunakan sebagai pengatur tegangan.

Dengan memutar bagian pengatur potensiometer, tegangan keluarannya dapat berubah dari mendekati 0 V hingga 5 V ketika digunakan sebagai pembagi tegangan pada Arduino.

Perubahan tegangan tersebut dapat dibaca oleh pin analog Arduino.

Fungsi Potensiometer dalam IoT

Potensiometer dapat digunakan sebagai simulasi berbagai jenis input, misalnya:

  • Pengatur kecepatan motor

  • Pengatur tingkat kecerahan lampu

  • Pengatur volume

  • Pengatur nilai suhu secara simulasi

  • Pengatur posisi atau level tertentu

  • Input untuk sistem kontrol IoT

Rangkaian Potensiometer

Hubungkan potensiometer dengan Arduino Uno sebagai berikut:

PotensiometerArduino Uno
Kaki 1GND
Kaki tengahA0
Kaki 35V

Jika arah perubahan nilainya terbalik, posisi kaki 1 dan kaki 3 dapat ditukar.


Program Membaca Potensiometer

Berikut contoh program sederhana untuk membaca nilai potensiometer:

int nilaiPot;

void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  nilaiPot = analogRead(A0);

  Serial.println(nilaiPot);

  delay(500);
}

Setelah program diunggah ke Arduino, buka Serial Monitor pada Arduino IDE.

Putar potensiometer secara perlahan. Nilai yang ditampilkan akan berubah, misalnya:

0
125
278
512
735
901
1023

Hal ini menunjukkan bahwa Arduino dapat membaca perubahan tegangan dari potensiometer.


2. Mengenal LDR

LDR (Light Dependent Resistor) adalah komponen yang nilai resistansinya berubah berdasarkan intensitas cahaya.

Secara sederhana:

Cahaya semakin terang → resistansi LDR berubah

Cahaya semakin redup → resistansi LDR berubah

Perubahan resistansi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan perubahan tegangan yang kemudian dibaca oleh Arduino sebagai input analog.

LDR banyak digunakan dalam berbagai sistem otomatisasi.

Contohnya:

  • Lampu otomatis

  • Sistem penerangan ruangan

  • Lampu jalan otomatis

  • Sistem monitoring intensitas cahaya

  • Perangkat IoT berbasis lingkungan

Rangkaian LDR

LDR dapat dirangkai sebagai pembagi tegangan menggunakan sebuah resistor.

Contoh koneksi:

KomponenHubungkan ke
LDR5V
Resistor 10KΩGND
Titik pertemuan LDR + resistorA0

Dengan rangkaian tersebut, Arduino dapat membaca perubahan tegangan akibat perubahan intensitas cahaya.


Program Membaca LDR

Contoh program sederhana:

int nilaiLDR;

void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  nilaiLDR = analogRead(A0);

  Serial.println(nilaiLDR);

  delay(500);
}

Arahkan cahaya ke LDR dan amati perubahan nilai pada Serial Monitor.

Kemudian tutup LDR dengan tangan dan perhatikan kembali nilai yang muncul.

Nilai pembacaan dapat berubah sesuai kondisi rangkaian dan posisi LDR.


3. Perbedaan Potensiometer dan LDR

Walaupun keduanya dapat digunakan sebagai input analog, cara menghasilkan perubahan input berbeda.

PotensiometerLDR
Diatur dengan cara diputarDipengaruhi intensitas cahaya
Menghasilkan perubahan teganganPerubahan resistansi akibat cahaya menghasilkan perubahan tegangan
Cocok untuk input manualCocok untuk input berdasarkan lingkungan
Contoh: pengatur levelContoh: sensor cahaya

Keduanya dapat menjadi dasar untuk memahami bagaimana sensor memberikan informasi kepada mikrokontroler.


4. Konsep Input Analog pada IoT

Dalam sebuah sistem IoT sederhana, alur kerja dapat digambarkan sebagai berikut:

Lingkungan / Pengguna → Sensor/Input → Arduino → Pemrosesan → Output

Contohnya pada sistem lampu otomatis:

Cahaya lingkungan → LDR → Arduino Uno → Program → Lampu

Sedangkan pada pengaturan manual:

Putaran Potensiometer → Arduino Uno → Program → LED

Konsep inilah yang nantinya akan dikembangkan menjadi sistem IoT yang lebih kompleks.


5. Contoh Pengembangan Proyek

Setelah memahami potensiometer dan LDR, siswa dapat mengembangkan praktik menjadi proyek sederhana.

Proyek 1 – Lampu Otomatis

Gunakan LDR sebagai sensor cahaya.

Logika sederhananya:

Jika kondisi gelap
    Lampu ON
Jika kondisi terang
    Lampu OFF

Proyek 2 – Pengatur Kecerahan LED

Potensiometer digunakan untuk mengatur tingkat kecerahan LED.

Putar Potensiometer
        ↓
Arduino membaca nilai analog
        ↓
Nilai dikonversi
        ↓
Kecerahan LED berubah

Proyek 3 – Kombinasi Potensiometer dan LDR

Kedua input dapat digunakan secara bersamaan.

Contohnya:

LDR → menentukan kondisi terang/gelap

Potensiometer → menentukan tingkat kecerahan lampu

Dengan demikian, siswa mulai memahami bagaimana beberapa input dapat digunakan dalam satu sistem kontrol.


Kesimpulan

Potensiometer dan LDR merupakan contoh sederhana untuk memahami konsep input analog pada Arduino Uno.

Melalui potensiometer, siswa dapat mempelajari bagaimana Arduino membaca perubahan tegangan yang dikendalikan secara manual. Sementara itu, LDR memberikan gambaran bagaimana sebuah sensor dapat memberikan informasi berdasarkan kondisi lingkungan.

Pemahaman terhadap input analog ini merupakan salah satu dasar penting sebelum siswa melanjutkan ke materi IoT yang lebih kompleks, seperti sensor suhu, sensor jarak, aktuator, komunikasi data, MQTT, serta monitoring perangkat melalui jaringan internet.

Dengan praktik sederhana menggunakan Arduino Uno, siswa kelas XII TKJ diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merancang dan mengembangkan sistem IoT sederhana berdasarkan kebutuhan di lingkungan sekitar.


📝 Aktivitas Siswa

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat mencoba menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan input analog?

  2. Berapa rentang nilai ADC Arduino Uno?

  3. Apa fungsi potensiometer pada rangkaian Arduino?

  4. Bagaimana prinsip kerja LDR?

  5. Mengapa nilai pembacaan LDR dapat berubah ketika intensitas cahaya berubah?

  6. Apa perbedaan input analog dengan input digital?

  7. Buatlah rancangan sederhana sistem lampu otomatis menggunakan LDR.

  8. Buatlah program Arduino untuk membaca nilai potensiometer pada pin A0.

  9. Bagaimana cara mengembangkan sistem LDR menjadi perangkat IoT?

  10. Berikan satu contoh penerapan potensiometer dan LDR dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 Target Pembelajaran

Setelah menyelesaikan materi ini, siswa diharapkan mampu:

  • Menjelaskan konsep input analog.

  • Mengenal fungsi pin analog Arduino Uno.

  • Menjelaskan prinsip kerja potensiometer.

  • Menjelaskan prinsip kerja LDR.

  • Membuat rangkaian input analog sederhana.

  • Membuat program Arduino untuk membaca nilai analog.

  • Mengembangkan input analog menjadi bagian dari proyek IoT sederhana.

Senin, 31 Agustus 2026

WAWANCARA VALIDASI IDE BISNIS

TUGAS PROJECT KIK XII TKJ

PROJECT #02 — WAWANCARA VALIDASI IDE BISNIS

Tema: Apakah Ide Bisnis Saya Benar-Benar Dibutuhkan?

Nama: ..............................................................
Kelas: XII TKJ
Kelompok: ........................................................
Ide Bisnis: ........................................................
Nama Usaha: ........................................................


A. TUJUAN

Melalui kegiatan wawancara ini, kalian akan mengetahui apakah ide bisnis yang telah dipilih pada Pertemuan 1:

  1. Dibutuhkan oleh calon konsumen.
  2. Menyelesaikan masalah tertentu.
  3. Memiliki calon pengguna.
  4. Memiliki keunggulan dibandingkan solusi yang sudah ada.
  5. Layak dikembangkan menjadi sebuah peluang usaha.

B. IDE BISNIS YANG AKAN DIVALIDASI

Tuliskan kembali ide bisnis yang telah dibuat pada Pertemuan 1.

1. Ide bisnis saya

....................................................................................

2. Produk/jasa yang saya tawarkan

....................................................................................

3. Siapa calon konsumen saya?

....................................................................................

4. Masalah yang ingin saya selesaikan

....................................................................................

5. Solusi yang saya tawarkan

....................................................................................


C. SUSUN HIPOTESIS BISNIS

Sebelum melakukan wawancara, buat dugaan sementara.

Lengkapi kalimat berikut:

“Saya menduga bahwa................................................ mengalami masalah ................................................ sehingga membutuhkan ................................................”

Contoh:

Saya menduga bahwa pemilik UMKM mengalami masalah jaringan Wi-Fi yang tidak stabil sehingga membutuhkan jasa instalasi dan optimasi jaringan.


D. MENENTUKAN RESPONDEN

Wawancara dilakukan kepada orang yang berpotensi menjadi pengguna atau pelanggan.

Contoh:

  • Pemilik rumah
  • Pelajar
  • Guru
  • Pemilik toko
  • Pemilik UMKM
  • Karyawan
  • Pengelola kantor
  • Teknisi
  • Pengguna komputer/jaringan

Target responden:

Minimal 5 orang.

Jika dilakukan kelompok:

Satu kelompok dapat mewawancarai responden yang sama, tetapi setiap siswa tetap wajib membuat analisis individu.


E. PEDOMAN WAWANCARA

Gunakan pertanyaan berikut.

Pertanyaan 1

Apakah Anda pernah mengalami masalah yang berkaitan dengan [masalah yang ingin diselesaikan]?

Jawaban:

....................................................................................

Pertanyaan 2

Seberapa sering masalah tersebut terjadi?

☐ Sangat jarang
☐ Jarang
☐ Kadang-kadang
☐ Sering
☐ Sangat sering

Pertanyaan 3

Apa dampak dari masalah tersebut bagi Anda?

....................................................................................

....................................................................................

Pertanyaan 4

Bagaimana cara Anda mengatasi masalah tersebut saat ini?

....................................................................................

Pertanyaan 5

Apakah solusi yang digunakan saat ini sudah memuaskan?

☐ Ya
☐ Tidak
☐ Cukup

Alasan:

....................................................................................

Pertanyaan 6

Jika tersedia produk/jasa yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut, apakah Anda tertarik?

☐ Sangat tertarik
☐ Tertarik
☐ Kurang tertarik
☐ Tidak tertarik

Pertanyaan 7

Menurut Anda, solusi seperti apa yang paling dibutuhkan?

....................................................................................

Pertanyaan 8

Apa yang menjadi pertimbangan Anda ketika memilih produk/jasa tersebut?

☐ Harga
☐ Kualitas
☐ Kecepatan pelayanan
☐ Garansi
☐ Kemudahan
☐ Lokasi
☐ Kepercayaan
☐ Lainnya: ....................................

Pertanyaan 9

Menurut Anda, apa yang perlu diperbaiki dari ide/solusi yang kami tawarkan?

....................................................................................


F. HASIL WAWANCARA

No. Responden Mengalami Masalah? Frekuensi Tertarik Solusi? Masukan
1
2
3
4
5

G. RANGKUMAN HASIL

1. Berapa responden yang mengalami masalah?

.............. dari .............. responden

2. Berapa responden yang tertarik dengan solusi?

.............. dari .............. responden

3. Masalah yang paling sering muncul:

....................................................................................

4. Kebutuhan konsumen yang paling banyak disebutkan:

....................................................................................

5. Pertimbangan konsumen yang paling penting:

....................................................................................


H. VALIDASI IDE BISNIS

Berdasarkan hasil wawancara, berikan penilaian.

Apakah masalah yang ingin diselesaikan memang terjadi?

☐ Ya
☐ Sebagian
☐ Tidak

Apakah ada orang yang membutuhkan solusi?

☐ Banyak
☐ Ada beberapa
☐ Belum terlihat

Apakah calon konsumen tertarik dengan solusi?

☐ Tinggi
☐ Sedang
☐ Rendah

Apakah ide bisnis perlu diperbaiki?

☐ Tidak perlu
☐ Sedikit diperbaiki
☐ Perlu banyak diperbaiki


I. KEPUTUSAN INDIVIDU

Setelah melihat hasil wawancara, tentukan keputusan terhadap ide bisnis kalian.

Pilih salah satu:

LANJUTKAN — ide bisnis sudah cukup sesuai dengan kebutuhan.

PERBAIKI — ide bisnis masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

GANTI/PIVOT — ide bisnis perlu diubah karena tidak cukup sesuai dengan kebutuhan.

Alasan keputusan saya:

....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................


J. REFLEKSI INDIVIDU

Jawab dengan bahasa sendiri.

1. Apa hal baru yang saya ketahui dari wawancara?

....................................................................................

2. Apakah hasil wawancara sesuai dengan dugaan awal saya?

....................................................................................

3. Apa yang akan saya ubah dari ide bisnis saya?

....................................................................................

4. Apa yang menjadi keunggulan ide bisnis saya?

....................................................................................


K. DOKUMENTASI

Lampirkan:

☐ Foto kegiatan wawancara
☐ Foto/screenshot instrumen wawancara
☐ Rekap hasil wawancara
☐ Dokumentasi pengolahan data

Perhatikan privasi responden. Jangan mencantumkan data pribadi yang tidak diperlukan tanpa izin.


L. TUGAS BLOG

Setelah tugas selesai, buat posting pada blog masing-masing.

Menu:

PROJECT KIK

Judul:

🚀 PROJECT KIK #02 — Wawancara Validasi Ide Bisnis

Isi posting:

  1. Identitas
  2. Ide bisnis
  3. Masalah yang ingin diselesaikan
  4. Hipotesis bisnis
  5. Metode wawancara
  6. Profil umum responden
  7. Pertanyaan wawancara
  8. Hasil wawancara
  9. Tabel/grafik
  10. Analisis
  11. Keputusan: Lanjutkan/Perbaiki/Pivot
  12. Refleksi individu
  13. Dokumentasi

M. KESIMPULAN POSTING BLOG

Akhiri posting dengan format:

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil wawancara terhadap ........ responden, saya menemukan bahwa ........................................................

Hasil tersebut menunjukkan bahwa ide bisnis ........................................................ memiliki/tidak memiliki potensi karena ........................................................

Setelah mendapatkan masukan dari calon konsumen, saya memutuskan untuk ........................................................

Perbaikan yang akan saya lakukan adalah ........................................................


N. HASIL AKHIR PERTEMUAN

Pada akhir pembelajaran, setiap siswa harus memiliki:

☐ Ide bisnis yang divalidasi
☐ Minimal 5 responden
☐ Hasil wawancara
☐ Rekap data
☐ Analisis individu
☐ Keputusan bisnis
☐ Refleksi
☐ Dokumentasi
☐ Posting pada blog
☐ Posting masuk menu PROJECT KIK


💡 PERTANYAAN UTAMA PROJECT

“Apakah ide bisnis saya benar-benar menyelesaikan masalah yang dialami calon konsumen?”

Jangan mencari jawaban “YA” saja.

Jika hasil wawancara menunjukkan ide belum sesuai, memperbaiki atau mengubah ide justru merupakan bagian dari proses kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan.

Struktur Blog Siswa

 

📚 Struktur Blog Siswa


🏠 BERANDA

Menampilkan identitas usaha dan ringkasan project.

🚀 PROJECT KIK

Berisi seluruh perjalanan project dari Pertemuan 1–12.

🛍️ PRODUK/JASA

Berisi produk atau jasa yang ditawarkan.

📝 ARTIKEL

Berisi artikel/konten bisnis.

👤 PROFIL

Identitas siswa dan usaha.

📞 KONTAK

Kontak usaha.

🟢 PERTEMUAN 1

“Saya Menemukan Ide Bisnis”

Guru memberikan materi tentang peluang usaha.

Siswa mencari ide usaha yang berhubungan dengan TKJ.

Yang dikerjakan:

  • Nama siswa
  • Ide bisnis
  • Produk/jasa
  • Alasan memilih ide
  • Masalah yang ingin diselesaikan
  • Target konsumen sementara

Yang masuk blog:

Judul posting:

🚀 Project KIK #01 – Ide Bisnis Saya

Isi:

Nama: ...
Kelas: XII TKJ
Nama usaha sementara: ...

Ide bisnis saya adalah...

Alasan saya memilih bisnis ini...

Masalah yang ingin saya selesaikan...

Calon konsumen saya adalah...

Tambahkan foto kegiatan.


Rabu, 26 Agustus 2026

Kisah Inspiratif Pengusaha di Bidang TKJ

 

Kisah Inspiratif Pengusaha di Bidang TKJ

Belajar TKJ tidak harus berakhir dengan menjadi karyawan atau teknisi di sebuah perusahaan. Keterampilan yang diperoleh selama belajar dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri. Banyak orang memulai usaha teknologi dari kemampuan sederhana seperti servis komputer, instalasi jaringan, pembuatan website, hingga berkembang menjadi perusahaan teknologi.

1. Kisah Wahib, Alumni TKJ yang Menjadi Pengusaha

Salah satu kisah menarik adalah Wahib, alumni jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Ketika masih menjadi siswa SMK, ia sudah mencoba berwirausaha dengan membuka kursus komputer bersama rekannya.

Pengalaman belajar di SMK membantunya terbiasa menghadapi masalah dan mencari solusi. Setelah lulus, ia kemudian mengembangkan kemampuan tersebut menjadi kegiatan bisnis. Kisahnya menunjukkan bahwa kemampuan TKJ dapat menjadi modal awal untuk membangun jiwa kewirausahaan.

Menariknya, bisnis yang kemudian ia tekuni berkembang hingga menghasilkan omzet lebih dari Rp100 juta per bulan. Kisah ini menjadi contoh bahwa keterampilan yang dipelajari di SMK dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan apabila disertai ketekunan dan kemampuan melihat peluang.

Pelajaran yang dapat diambil:

  • Jangan takut memulai usaha dari kecil.

  • Manfaatkan keterampilan yang sudah dimiliki.

  • Biasakan diri mencari solusi terhadap masalah.

  • Pengalaman praktik di sekolah dapat menjadi modal untuk berwirausaha.

2. Kisah Bang Yok, dari Teknisi Komputer Menjadi Pengusaha

Contoh lainnya adalah Prasetyo Hadi Susanto atau Bang Yok. Ia memulai perjalanan bisnisnya dari bidang teknologi dan jasa komputer. Pada awalnya, ia menjalankan bisnis sebagai pekerjaan sampingan dan membangun jaringan pelanggan secara bertahap.

Setelah usahanya berkembang, Bang Yok membuka toko komputer Aipel Computer pada tahun 2006. Usahanya kemudian berkembang dari penjualan eceran menjadi reseller dan grosir.

Kisah tersebut memberikan gambaran bahwa usaha di bidang TKJ dapat dimulai dari jasa teknisi, kemudian berkembang menjadi toko komputer, penjualan perangkat, dan bisnis teknologi lainnya.

3. Ahmad Arief: Memulai Bisnis dari Keterampilan Teknisi Komputer

Ahmad Arief dari CV Borneo Data Media juga menjadi contoh menarik. Ia menceritakan bahwa bisnis IT-nya dimulai setelah mengikuti kursus teknisi komputer pada tahun 2000.

Pada awalnya ia menawarkan berbagai jasa IT seperti penjualan komputer, perbaikan komputer, dan pembuatan website. Seiring perkembangan usahanya, ia tidak hanya menjual jasa, tetapi juga mengembangkan produk software untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Dari kisah ini dapat dilihat bahwa satu keterampilan dapat dikembangkan menjadi banyak jenis layanan.

Contohnya:

Servis komputer → instalasi jaringan → pembuatan website → pembuatan software → layanan IT.

4. Inspirasi dari Video YouTube

Untuk menambah wawasan siswa, guru dapat mengajak siswa menonton video tentang pengalaman pengusaha atau teknisi komputer.


🎬 Video: Sukses Bisnis Service Komputer – Inspirasi Peluang Usaha

Video ini membahas pengalaman seseorang dalam membangun bisnis service komputer dari awal. Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya kemampuan troubleshooting dan kemauan untuk terus belajar karena masalah komputer dan teknologi terus berkembang.

Tonton video “Sukses Bisnis Service Komputer – Inspirasi Peluang Usaha”

🎬 Video: Kisah Alumni TKJ dan Dunia Kerja

Sebagai tambahan, siswa juga dapat melihat contoh alumni bidang TKJ yang bekerja sebagai network engineer dan bidang teknologi lainnya.

Video testimoni alumni TKJ SMK Muhammadiyah Mungkid

5. Apa yang Bisa Dipelajari Siswa?

Dari berbagai kisah tersebut, terdapat beberapa kesamaan yang dapat menjadi inspirasi bagi siswa TKJ.

Pertama, mulai dari kemampuan yang dimiliki. Tidak perlu langsung mempunyai toko besar. Usaha dapat dimulai dari rumah dengan menawarkan jasa sederhana.

Kedua, membangun kepercayaan pelanggan. Dalam bisnis jasa teknologi, kepercayaan sangat penting. Pelanggan akan kembali menggunakan jasa apabila pekerjaan dilakukan dengan baik dan jujur.

Ketiga, terus belajar. Teknologi selalu berubah. Seorang teknisi yang ingin bertahan harus terus meningkatkan kemampuan.

Keempat, membangun jaringan atau relasi. Pelanggan pertama dapat berasal dari teman, keluarga, guru, tetangga, UMKM, sekolah, atau lingkungan sekitar.

Kelima, berani mengembangkan usaha. Setelah memiliki pelanggan, usaha dapat dikembangkan dari jasa menjadi penjualan perangkat, maintenance, instalasi jaringan, CCTV, website, IoT, dan layanan teknologi lainnya.

6. Tantangan Menjadi Pengusaha TKJ

Menjadi pengusaha di bidang TKJ tentu tidak selalu mudah. Beberapa tantangan yang mungkin dihadapi antara lain:

  • Persaingan harga dengan teknisi lain.

  • Teknologi yang terus berkembang.

  • Harus mampu menghadapi berbagai masalah pelanggan.

  • Membutuhkan peralatan kerja.

  • Harus mampu memasarkan jasa.

  • Harus menjaga kepercayaan pelanggan.

  • Harus mampu mengelola keuangan usaha.

Namun, tantangan tersebut dapat menjadi proses pembelajaran. Seorang calon pengusaha TKJ perlu memiliki keterampilan teknis, kreativitas, komunikasi, tanggung jawab, kejujuran, dan kemauan untuk terus belajar.

Kesimpulan

Kisah para pengusaha dan teknisi di bidang IT menunjukkan bahwa keterampilan TKJ memiliki peluang yang luas untuk dikembangkan menjadi usaha. Usaha tidak harus dimulai dengan modal besar. Yang paling penting adalah kemampuan, keberanian memulai, kemauan belajar, pelayanan yang baik, dan kemampuan melihat kebutuhan masyarakat.

Bagi siswa TKJ, pertanyaan yang perlu dipikirkan bukan hanya:

“Setelah lulus saya mau bekerja di mana?”

Tetapi juga:

“Keterampilan TKJ apa yang bisa saya jadikan usaha?”

Dari pertanyaan tersebut, siswa dapat mulai merancang usaha sederhana seperti jasa servis komputer, instalasi jaringan, setting Wi-Fi, pemasangan CCTV, maintenance komputer, pembuatan website, penjualan perangkat komputer, hingga layanan IoT dan teknologi digital.

Dengan demikian, TKJ bukan hanya bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi juga bekal untuk menciptakan pekerjaan.

Peluang Usaha di Bidang TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan)

 

Peluang Usaha di Bidang TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan)

Pendahuluan

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat kebutuhan terhadap komputer, jaringan internet, sistem keamanan, dan layanan teknologi informasi terus meningkat. Kondisi tersebut membuka banyak peluang usaha bagi lulusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Keahlian TKJ tidak hanya dapat digunakan untuk bekerja di perusahaan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri. Dengan keterampilan teknis, kreativitas, pelayanan yang baik, serta kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, seseorang dapat membangun usaha di bidang teknologi informasi dengan modal yang relatif fleksibel.

1. Jasa Instalasi dan Perbaikan Komputer

Salah satu peluang usaha yang paling sesuai dengan kompetensi TKJ adalah jasa servis komputer dan laptop. Usaha ini dapat melayani instalasi sistem operasi, instalasi aplikasi, perawatan komputer, penggantian komponen, hingga perbaikan berbagai masalah perangkat keras dan perangkat lunak.

Target pelanggan dapat berasal dari siswa, guru, rumah tangga, kantor, sekolah, maupun pelaku usaha.

2. Jasa Instalasi Jaringan

Kebutuhan jaringan internet semakin besar, baik di rumah, sekolah, kantor, maupun tempat usaha. Kondisi ini menciptakan peluang usaha berupa jasa pemasangan dan konfigurasi jaringan.

Layanan yang dapat ditawarkan antara lain pemasangan kabel LAN, konfigurasi router, pemasangan access point, pengaturan jaringan komputer, serta perawatan jaringan.

3. Jasa Instalasi CCTV

Keamanan menjadi kebutuhan penting bagi rumah, toko, sekolah, gudang, dan perkantoran. Karena itu, jasa instalasi CCTV merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan bagi orang yang memiliki kompetensi jaringan.

Selain pemasangan kamera, layanan dapat dikembangkan menjadi konfigurasi DVR/NVR, pengaturan CCTV agar dapat dipantau melalui smartphone, serta perawatan sistem keamanan.

4. Jasa Setting Wi-Fi dan Internet

Tidak semua pengguna internet mampu melakukan konfigurasi router dan jaringan Wi-Fi sendiri. Hal tersebut dapat menjadi peluang usaha.

Jasa yang ditawarkan misalnya memperbaiki Wi-Fi yang bermasalah, mengatur nama dan keamanan jaringan, memperluas jangkauan Wi-Fi, memasang access point tambahan, serta melakukan optimasi jaringan.

5. Jasa Pembuatan dan Perawatan Website

Kemampuan di bidang komputer dan jaringan juga dapat dikembangkan ke layanan digital, salah satunya pembuatan website.

Pelanggan dapat berasal dari sekolah, UMKM, toko, organisasi, maupun usaha pribadi yang membutuhkan website sebagai media informasi dan promosi.

6. Penjualan Komponen dan Aksesori Komputer

Selain menjual jasa, lulusan TKJ dapat menjalankan usaha penjualan perangkat dan aksesori komputer, seperti keyboard, mouse, kabel LAN, konektor RJ45, flashdisk, hard disk, SSD, RAM, router, switch, dan perangkat jaringan lainnya.

Usaha dapat dilakukan secara offline maupun melalui marketplace sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas.

7. Jasa Maintenance Komputer dan Jaringan

Perusahaan dan sekolah biasanya membutuhkan komputer serta jaringan yang selalu siap digunakan. Dari kebutuhan tersebut muncul peluang usaha berupa layanan pemeliharaan rutin.

Sistem usaha dapat menggunakan model kontrak bulanan atau tahunan. Layanan mencakup pemeriksaan perangkat, pembersihan komputer, pengecekan jaringan, pencadangan data, dan penanganan gangguan teknis.

8. Jasa Instalasi Smart Home dan IoT

Perkembangan Internet of Things (IoT) membuka peluang baru bagi lulusan TKJ. Contohnya adalah pemasangan perangkat smart home, sensor, kamera pintar, smart switch, sistem monitoring, dan perangkat otomatisasi sederhana.

Bidang ini sangat menarik karena teknologi rumah pintar dan otomatisasi semakin berkembang.

9. Jasa Desain dan Produksi Konten Digital

Kemampuan teknologi dapat dikombinasikan dengan kreativitas untuk membuka usaha pembuatan konten digital. Contohnya adalah desain poster, banner, video promosi, pengelolaan media sosial, dan pembuatan konten untuk UMKM.

Dengan memanfaatkan komputer dan internet, usaha ini dapat dijalankan dari rumah dengan modal yang relatif kecil.

10. Menjadi Freelancer di Bidang IT

Lulusan TKJ juga dapat menawarkan keahlian melalui platform freelancer. Pekerjaan yang dapat dilakukan antara lain instalasi software, konfigurasi jaringan, troubleshooting komputer, pengelolaan server, pembuatan website sederhana, dan dukungan teknis.

Model freelance memberikan kesempatan untuk mendapatkan pelanggan dari berbagai daerah tanpa harus memiliki toko fisik.

Faktor yang Menentukan Keberhasilan Usaha TKJ

Agar usaha dapat berkembang, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Menguasai keterampilan teknis sesuai layanan yang ditawarkan.

  2. Mengikuti perkembangan teknologi karena perangkat dan sistem terus berubah.

  3. Memberikan pelayanan yang ramah dan profesional.

  4. Menetapkan harga yang wajar dan transparan.

  5. Menjaga kepercayaan pelanggan.

  6. Memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk promosi.

  7. Membangun portofolio dari pekerjaan yang telah dilakukan.

  8. Memberikan garansi atau layanan purna jual sesuai jenis pekerjaan.

Kesimpulan

Bidang TKJ memiliki banyak peluang usaha yang dapat dikembangkan, mulai dari servis komputer, instalasi jaringan, CCTV, Wi-Fi, website, penjualan perangkat komputer, maintenance, hingga teknologi IoT. Keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kreativitas, kemampuan membaca kebutuhan pasar, pelayanan, pemasaran, dan kemauan untuk terus belajar.

Dengan memanfaatkan kompetensi TKJ secara kreatif, seorang siswa atau lulusan TKJ tidak hanya dapat menjadi pencari kerja, tetapi juga dapat menjadi wirausahawan di bidang teknologi informasi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Kamis, 20 Agustus 2026

Menampilkan Tulisan Pada LCD

 




Gambar Rangkaian 





Program Arduino  untuk menampilkan tulisan pada LCD 16×2 dengan modul I2C, kemudian tulisan digeser ke kanan dan ke kiri secara berulang.

1. Memanggil library

#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
  • Wire.h → digunakan untuk komunikasi I2C antara Arduino dan LCD.

  • LiquidCrystal_I2C.h → library untuk mengendalikan LCD menggunakan modul I2C.

Dengan I2C, LCD hanya membutuhkan beberapa koneksi, umumnya:

  • VCC

  • GND

  • SDA

  • SCL


2. Membuat objek LCD

LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,16,2);

Artinya Arduino membuat objek bernama lcd.

  • 0x27 → alamat I2C LCD.

  • 16 → LCD mempunyai 16 kolom.

  • 2 → LCD mempunyai 2 baris.

Jadi LCD yang digunakan adalah LCD 16×2.


3. Bagian setup()

void setup()
{
  lcd.init();
  lcd.backlight();
}

setup() dijalankan satu kali ketika Arduino dinyalakan atau di-reset.

lcd.init();

Menginisialisasi LCD agar siap digunakan.

lcd.backlight();

Menyalakan lampu latar LCD.


4. Menampilkan tulisan

lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("Selamat Belajar");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("IoT Bersama Juni Eko Kuncoro");

lcd.setCursor(kolom,baris) digunakan untuk menentukan posisi tulisan.

Pada:

lcd.setCursor(0,0);

berarti mulai dari:

  • Kolom = 0

  • Baris = 0

Kemudian ditampilkan:

Selamat Belajar

Sedangkan:

lcd.setCursor(0,1);

berarti mulai dari baris kedua.

Kemudian ditampilkan:

IoT Bersama Juni Eko Kuncoro

Karena LCD hanya memiliki 16 kolom, tulisan yang lebih panjang dari 16 karakter tidak dapat terlihat seluruhnya sekaligus. Oleh karena itu digunakan fungsi scrolling.


5. Menggeser tulisan ke kanan

int i=0; 

for (i = 0 ; i < 42; i++) 
{
  lcd.scrollDisplayRight(); 
  delay(200);
}

Bagian ini membuat tampilan LCD bergeser ke kanan sebanyak 42 kali.

int i=0;

Membuat variabel i dengan nilai awal 0.

for

for (i = 0; i < 42; i++)

Artinya perulangan dilakukan selama i kurang dari 42.

Jadi terjadi 42 kali pergeseran.

lcd.scrollDisplayRight();

Menggeser tampilan LCD satu langkah ke kanan.

delay(200);

Arduino berhenti selama 200 milidetik = 0,2 detik.

Jadi semakin kecil angka delay, semakin cepat tulisan bergerak.


6. Menggeser tulisan ke kiri

int a=0;

for (a = 0 ; a < 42; a++) 
{
  lcd.scrollDisplayLeft(); 
  delay(200);
}

Fungsinya hampir sama, tetapi arahnya berlawanan.

lcd.scrollDisplayLeft();

menggeser tampilan ke kiri sebanyak 42 kali.


7. Alur kerja program

Secara sederhana, program bekerja seperti ini:

Arduino menyala

LCD diinisialisasi

Backlight LCD menyala

Baris 1 menampilkan "Selamat Belajar"

Baris 2 menampilkan "IoT Bersama Juni Eko Kuncoro"

Tulisan bergerak ke kanan 42 kali

Tulisan bergerak ke kiri 42 kali

loop() selesai

Program kembali ke awal loop()

Mengulang terus-menerus

8. Hal penting untuk siswa

Program ini merupakan contoh yang bagus untuk mengenalkan beberapa konsep dasar Arduino:

KodeKonsep yang dipelajari
#includeLibrary
LiquidCrystal_I2CObject/class
setup()Inisialisasi
loop()Perulangan utama
lcd.setCursor()Menentukan posisi
lcd.print()Menampilkan teks
intVariabel bilangan bulat
forPerulangan
delay()Memberikan jeda waktu
scrollDisplayRight()Scroll kanan
scrollDisplayLeft()Scroll kiri

Intinya: program ini mengajarkan cara mengendalikan LCD I2C 16×2 dan menggunakan perulangan for serta delay() untuk membuat efek teks berjalan.

Analisis Kebutuhan Pasar dan Pelanggan

  SURVEI KEBUTUHAN TEKNOLOGI DI LINGKUNGAN SEKOLAH Mata Pelajaran                :      Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) Kelas...