Kamis, 03 September 2026

Analisis Kebutuhan Pasar dan Pelanggan

 

SURVEI KEBUTUHAN TEKNOLOGI DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Mata Pelajaran            :     Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK)
Kelas                            : XI TKJ
Materi                            : Analisis Kebutuhan Pasar dan Pelanggan
Alokasi Waktu                : 5 JP
Bentuk                            : Kelompok 3–4 siswa
Lokasi                        : Lingkungan SMKN 2 Sragen

A. Tujuan

Setelah melakukan kegiatan ini, siswa mampu:

  1. Mengidentifikasi masalah nyata yang berkaitan dengan teknologi di sekolah.

  2. Mengidentifikasi kebutuhan warga sekolah.

  3. Menentukan calon pelanggan.

  4. Menganalisis masalah menjadi peluang usaha.

  5. Merancang solusi berupa produk atau jasa TKJ.


B. Aturan Tugas

  1. Tugas wajib dikerjakan di lingkungan sekolah.

  2. Siswa tidak diperbolehkan menggunakan HP selama kegiatan.

  3. Pengumpulan data dilakukan melalui:

    • Pengamatan langsung.

    • Wawancara.

    • Pencatatan.

  4. Tidak boleh mengganggu kegiatan belajar mengajar.

  5. Wawancara dilakukan dengan sopan dan meminta izin terlebih dahulu.

  6. Setiap kelompok harus menemukan minimal 3 masalah nyata.

  7. Masalah yang ditemukan harus berkaitan dengan teknologi, komputer, jaringan, atau kebutuhan digital.


C. Misi Kelompok

Bayangkan kalian adalah tim konsultan usaha TKJ yang mendapatkan tugas dari sekolah:

"Carilah masalah atau kebutuhan teknologi yang dialami warga sekolah, kemudian ubahlah masalah tersebut menjadi peluang usaha."

Kalian harus berkeliling lingkungan sekolah untuk menemukan masalah tersebut.


D. Tahap 1 – Observasi Lingkungan Sekolah

Amati beberapa lokasi berikut:

☐ Ruang kelas
☐ Laboratorium komputer
☐ Ruang guru
☐ Tata usaha
☐ Perpustakaan
☐ Kantin
☐ Bengkel/laboratorium lain
☐ Area sekolah lainnya

Carilah masalah yang berhubungan dengan teknologi.

Lembar Observasi

NoLokasiMasalah yang DitemukanSiapa yang Mengalami?Bukti/Pengamatan
1
2
3
4
5

Contoh masalah:

  • Komputer membutuhkan perawatan.

  • Kabel jaringan tidak tertata.

  • Printer sulit digunakan.

  • Perangkat komputer kurang optimal.

  • Pengguna kesulitan melakukan setting jaringan.

  • Ruang tertentu membutuhkan jaringan internet.

  • Kabel atau konektor jaringan perlu diperbaiki.

  • Perangkat membutuhkan inventarisasi.

  • Pengguna membutuhkan bantuan teknis.

Catatan: Jangan membuat-buat masalah. Temukan masalah berdasarkan kondisi nyata yang kalian lihat atau informasi dari warga sekolah.


E. Tahap 2 – Wawancara Warga Sekolah

Pilih minimal 3 warga sekolah untuk diwawancarai.

Contoh:

  • Guru

  • Tenaga kependidikan

  • Laboran

  • Petugas perpustakaan

  • Pengelola laboratorium

  • Siswa

Pertanyaan Wawancara

1. Perangkat teknologi apa yang paling sering digunakan?

Jawaban:

......................................................................

2. Masalah teknologi apa yang paling sering dialami?

Jawaban:

......................................................................

3. Seberapa sering masalah tersebut terjadi?

Jawaban:

......................................................................

4. Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut selama ini?

Jawaban:

......................................................................

5. Jika ada jasa yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut, apakah menurut Bapak/Ibu/Saudara diperlukan?

Jawaban:

......................................................................


F. Tahap 3 – Menentukan Masalah Utama

Dari hasil observasi dan wawancara, pilih 1 masalah yang paling potensial.

Masalah Utama

................................................................................

Lokasi

................................................................................

Siapa yang Mengalami?

................................................................................

Seberapa Sering Terjadi?

................................................................................

Mengapa Masalah Ini Penting Diselesaikan?

................................................................................


G. Tahap 4 – Mengubah Masalah Menjadi Peluang Usaha

Sekarang berpikirlah sebagai seorang wirausahawan.

Masalah → Solusi → Produk/Jasa → Pelanggan

Lengkapi:

Masalah

......................................................................

Solusi

......................................................................

Produk/Jasa yang Ditawarkan

......................................................................

Calon Pelanggan

......................................................................


H. Contoh

Masalah

Beberapa pengguna komputer di sekolah mengalami kesulitan ketika printer tidak dapat digunakan.

Solusi

Menyediakan jasa pemeriksaan dan konfigurasi printer.

Produk/Jasa

Jasa Troubleshooting dan Setting Printer

Calon Pelanggan

Guru dan tenaga kependidikan.

Nilai Tambah

  • Respon cepat.

  • Harga terjangkau.

  • Teknisi siswa TKJ.

  • Memberikan penjelasan kepada pengguna.


I. Tahap 5 – Analisis Peluang

Berikan skor 1–5.

FaktorSkorAlasan
Masalah sering terjadi
Banyak orang membutuhkan
Solusi mudah dilakukan
Sesuai kemampuan TKJ
Modal relatif kecil
Berpotensi menghasilkan uang
TOTAL

Interpretasi

25–30: Sangat potensial
19–24: Potensial
13–18: Cukup potensial
≤12: Kurang potensial


J. Tantangan Kreativitas

Sekarang buat 3 alternatif solusi terhadap masalah yang kalian temukan.

AlternatifSolusiKelebihanKekurangan
1
2
3

Kemudian pilih solusi terbaik.

Solusi pilihan kelompok:

......................................................................

Alasan memilih solusi tersebut:

......................................................................


K. Rancangan Usaha

Buat rancangan sederhana:

Nama Usaha

......................................................................

Produk/Jasa

......................................................................

Target Pelanggan

......................................................................

Masalah Pelanggan

......................................................................

Solusi

......................................................................

Keunggulan

......................................................................

Perkiraan Harga

Rp ....................................

Peralatan yang Dibutuhkan

  1. ....................................

  2. ....................................

  3. ....................................


L. Presentasi "Temuan Lapangan"

Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuannya.

Presentasi harus menjawab 5 pertanyaan utama:

  1. Masalah apa yang kalian temukan?

  2. Siapa yang membutuhkan solusi?

  3. Bagaimana kalian mengetahui masalah tersebut?

  4. Apa solusi yang kalian tawarkan?

  5. Mengapa solusi tersebut dapat menjadi peluang usaha?

Durasi

5 menit per kelompok


M. Penilaian

AspekBobot
Ketepatan menemukan masalah nyata20%
Kualitas observasi15%
Hasil wawancara15%
Analisis kebutuhan pelanggan20%
Kreativitas solusi15%
Presentasi10%
Kerja sama5%
TOTAL100%

🎯 Hasil Akhir yang Dikumpulkan

Setiap kelompok mengumpulkan 1 lembar laporan yang berisi:

Observasi → Wawancara → Masalah → Kebutuhan Pelanggan → Solusi → Ide Usaha

Dengan tugas ini, siswa tidak sekadar mengisi tabel dari contoh di internet, tetapi harus benar-benar turun ke lingkungan sekolah dan menemukan kebutuhan pelanggan secara langsung.

Tugas ini juga sangat cocok dijadikan pertemuan lanjutan sebelum masuk ke Business Model Canvas (BMC), karena hasil akhirnya sudah menghasilkan masalah pelanggan, target pelanggan, solusi, dan ide usaha.

Mengenal Input Analog dengan Potensiometer dan LDR Menggunakan Arduino Uno

.

 Mengenal Input Analog dengan Potensiometer dan LDR Menggunakan Arduino Uno

Mata Pelajaran: Pilihan – Internet of Things (IoT)
Kelas: XII TKJ
Topik: Input Analog – Potensiometer dan LDR
Platform: Arduino Uno

Pendahuluan

Dalam pembelajaran Internet of Things (IoT), sebuah sistem tidak hanya membutuhkan perangkat yang dapat mengeluarkan perintah, tetapi juga membutuhkan input atau masukan dari lingkungan sekitar.

Input tersebut dapat berasal dari berbagai sensor maupun komponen elektronik. Salah satu jenis input yang penting untuk dipahami adalah input analog.

Pada pembelajaran kali ini, siswa kelas XII TKJ akan mempelajari cara membaca input analog menggunakan Arduino Uno dengan memanfaatkan dua komponen sederhana, yaitu potensiometer dan LDR (Light Dependent Resistor).

Melalui praktik ini, siswa diharapkan dapat memahami bagaimana Arduino membaca perubahan tegangan dan mengubahnya menjadi nilai yang dapat diproses oleh program.


Apa Itu Input Analog?

Input analog adalah sinyal masukan yang nilainya dapat berubah secara bertahap dalam suatu rentang tertentu.

Berbeda dengan input digital yang umumnya hanya mengenal dua kondisi:

  • HIGH / 1

  • LOW / 0

Input analog dapat memiliki banyak kemungkinan nilai.

Pada Arduino Uno, pembacaan input analog menggunakan pin:

A0, A1, A2, A3, A4, dan A5.

Arduino Uno menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) dengan resolusi 10-bit. Artinya, tegangan analog yang dibaca akan dikonversi menjadi nilai digital antara:

0 sampai 1023

Sebagai gambaran sederhana:

Tegangan InputNilai ADC
0 V0
±1,25 V±256
±2,5 V±512
±3,75 V±768
5 V1023

Nilai tersebut kemudian dapat digunakan dalam program untuk mengendalikan perangkat lain.


1. Mengenal Potensiometer

Potensiometer adalah komponen elektronik yang memiliki tiga terminal dan dapat digunakan sebagai pengatur tegangan.

Dengan memutar bagian pengatur potensiometer, tegangan keluarannya dapat berubah dari mendekati 0 V hingga 5 V ketika digunakan sebagai pembagi tegangan pada Arduino.

Perubahan tegangan tersebut dapat dibaca oleh pin analog Arduino.

Fungsi Potensiometer dalam IoT

Potensiometer dapat digunakan sebagai simulasi berbagai jenis input, misalnya:

  • Pengatur kecepatan motor

  • Pengatur tingkat kecerahan lampu

  • Pengatur volume

  • Pengatur nilai suhu secara simulasi

  • Pengatur posisi atau level tertentu

  • Input untuk sistem kontrol IoT

Rangkaian Potensiometer

Hubungkan potensiometer dengan Arduino Uno sebagai berikut:

PotensiometerArduino Uno
Kaki 1GND
Kaki tengahA0
Kaki 35V

Jika arah perubahan nilainya terbalik, posisi kaki 1 dan kaki 3 dapat ditukar.


Program Membaca Potensiometer

Berikut contoh program sederhana untuk membaca nilai potensiometer:

int nilaiPot;

void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  nilaiPot = analogRead(A0);

  Serial.println(nilaiPot);

  delay(500);
}

Setelah program diunggah ke Arduino, buka Serial Monitor pada Arduino IDE.

Putar potensiometer secara perlahan. Nilai yang ditampilkan akan berubah, misalnya:

0
125
278
512
735
901
1023

Hal ini menunjukkan bahwa Arduino dapat membaca perubahan tegangan dari potensiometer.


2. Mengenal LDR

LDR (Light Dependent Resistor) adalah komponen yang nilai resistansinya berubah berdasarkan intensitas cahaya.

Secara sederhana:

Cahaya semakin terang → resistansi LDR berubah

Cahaya semakin redup → resistansi LDR berubah

Perubahan resistansi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan perubahan tegangan yang kemudian dibaca oleh Arduino sebagai input analog.

LDR banyak digunakan dalam berbagai sistem otomatisasi.

Contohnya:

  • Lampu otomatis

  • Sistem penerangan ruangan

  • Lampu jalan otomatis

  • Sistem monitoring intensitas cahaya

  • Perangkat IoT berbasis lingkungan

Rangkaian LDR

LDR dapat dirangkai sebagai pembagi tegangan menggunakan sebuah resistor.

Contoh koneksi:

KomponenHubungkan ke
LDR5V
Resistor 10KΩGND
Titik pertemuan LDR + resistorA0

Dengan rangkaian tersebut, Arduino dapat membaca perubahan tegangan akibat perubahan intensitas cahaya.


Program Membaca LDR

Contoh program sederhana:

int nilaiLDR;

void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  nilaiLDR = analogRead(A0);

  Serial.println(nilaiLDR);

  delay(500);
}

Arahkan cahaya ke LDR dan amati perubahan nilai pada Serial Monitor.

Kemudian tutup LDR dengan tangan dan perhatikan kembali nilai yang muncul.

Nilai pembacaan dapat berubah sesuai kondisi rangkaian dan posisi LDR.


3. Perbedaan Potensiometer dan LDR

Walaupun keduanya dapat digunakan sebagai input analog, cara menghasilkan perubahan input berbeda.

PotensiometerLDR
Diatur dengan cara diputarDipengaruhi intensitas cahaya
Menghasilkan perubahan teganganPerubahan resistansi akibat cahaya menghasilkan perubahan tegangan
Cocok untuk input manualCocok untuk input berdasarkan lingkungan
Contoh: pengatur levelContoh: sensor cahaya

Keduanya dapat menjadi dasar untuk memahami bagaimana sensor memberikan informasi kepada mikrokontroler.


4. Konsep Input Analog pada IoT

Dalam sebuah sistem IoT sederhana, alur kerja dapat digambarkan sebagai berikut:

Lingkungan / Pengguna → Sensor/Input → Arduino → Pemrosesan → Output

Contohnya pada sistem lampu otomatis:

Cahaya lingkungan → LDR → Arduino Uno → Program → Lampu

Sedangkan pada pengaturan manual:

Putaran Potensiometer → Arduino Uno → Program → LED

Konsep inilah yang nantinya akan dikembangkan menjadi sistem IoT yang lebih kompleks.


5. Contoh Pengembangan Proyek

Setelah memahami potensiometer dan LDR, siswa dapat mengembangkan praktik menjadi proyek sederhana.

Proyek 1 – Lampu Otomatis

Gunakan LDR sebagai sensor cahaya.

Logika sederhananya:

Jika kondisi gelap
    Lampu ON
Jika kondisi terang
    Lampu OFF

Proyek 2 – Pengatur Kecerahan LED

Potensiometer digunakan untuk mengatur tingkat kecerahan LED.

Putar Potensiometer
        ↓
Arduino membaca nilai analog
        ↓
Nilai dikonversi
        ↓
Kecerahan LED berubah

Proyek 3 – Kombinasi Potensiometer dan LDR

Kedua input dapat digunakan secara bersamaan.

Contohnya:

LDR → menentukan kondisi terang/gelap

Potensiometer → menentukan tingkat kecerahan lampu

Dengan demikian, siswa mulai memahami bagaimana beberapa input dapat digunakan dalam satu sistem kontrol.


Kesimpulan

Potensiometer dan LDR merupakan contoh sederhana untuk memahami konsep input analog pada Arduino Uno.

Melalui potensiometer, siswa dapat mempelajari bagaimana Arduino membaca perubahan tegangan yang dikendalikan secara manual. Sementara itu, LDR memberikan gambaran bagaimana sebuah sensor dapat memberikan informasi berdasarkan kondisi lingkungan.

Pemahaman terhadap input analog ini merupakan salah satu dasar penting sebelum siswa melanjutkan ke materi IoT yang lebih kompleks, seperti sensor suhu, sensor jarak, aktuator, komunikasi data, MQTT, serta monitoring perangkat melalui jaringan internet.

Dengan praktik sederhana menggunakan Arduino Uno, siswa kelas XII TKJ diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merancang dan mengembangkan sistem IoT sederhana berdasarkan kebutuhan di lingkungan sekitar.


📝 Aktivitas Siswa

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat mencoba menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan input analog?

  2. Berapa rentang nilai ADC Arduino Uno?

  3. Apa fungsi potensiometer pada rangkaian Arduino?

  4. Bagaimana prinsip kerja LDR?

  5. Mengapa nilai pembacaan LDR dapat berubah ketika intensitas cahaya berubah?

  6. Apa perbedaan input analog dengan input digital?

  7. Buatlah rancangan sederhana sistem lampu otomatis menggunakan LDR.

  8. Buatlah program Arduino untuk membaca nilai potensiometer pada pin A0.

  9. Bagaimana cara mengembangkan sistem LDR menjadi perangkat IoT?

  10. Berikan satu contoh penerapan potensiometer dan LDR dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 Target Pembelajaran

Setelah menyelesaikan materi ini, siswa diharapkan mampu:

  • Menjelaskan konsep input analog.

  • Mengenal fungsi pin analog Arduino Uno.

  • Menjelaskan prinsip kerja potensiometer.

  • Menjelaskan prinsip kerja LDR.

  • Membuat rangkaian input analog sederhana.

  • Membuat program Arduino untuk membaca nilai analog.

  • Mengembangkan input analog menjadi bagian dari proyek IoT sederhana.

Analisis Kebutuhan Pasar dan Pelanggan

  SURVEI KEBUTUHAN TEKNOLOGI DI LINGKUNGAN SEKOLAH Mata Pelajaran                :      Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) Kelas...