Kamis, 10 September 2026

MONITORING SUHU MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN SENSOR TMP36


JOBSHEET PRAKTIK IoT KELAS XII TKJ

MONITORING SUHU MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN SENSOR TMP36

Simulasi Tinkercad Circuits


A. IDENTITAS

Mata Pelajaran: Internet of Things (IoT)
Kelas/Fase: XII TKJ / Fase F
Materi: Sensor Suhu TMP36
Platform Simulasi: Tinkercad Circuits
Mikrokontroler: Arduino Uno
Alokasi Waktu: 4 JP
Bentuk Kegiatan: Praktik individu/kelompok


B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami prinsip kerja perangkat IoT yang terdiri dari sensor, mikrokontroler, dan output serta mampu membuat program sederhana untuk membaca dan mengolah data sensor.


C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah melakukan praktik, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian sensor suhu.

  2. Menjelaskan fungsi sensor TMP36.

  3. Menjelaskan perbedaan input analog dan digital.

  4. Menjelaskan fungsi pin TMP36.

  5. Membuat rangkaian TMP36 dengan Arduino Uno.

  6. Membaca nilai analog dari sensor menggunakan Arduino.

  7. Mengubah nilai ADC menjadi tegangan.

  8. Mengubah tegangan menjadi nilai suhu °C.

  9. Menampilkan hasil pembacaan pada Serial Monitor.

  10. Membuat indikator suhu menggunakan LED.

  11. Membuat sistem alarm suhu menggunakan buzzer.

  12. Melakukan simulasi dan analisis hasil menggunakan Tinkercad.


D. PENGANTAR IoT

Internet of Things atau IoT adalah konsep menghubungkan perangkat fisik dengan sensor, mikrokontroler, jaringan, atau sistem komputer sehingga perangkat dapat mengumpulkan dan mengolah data.

Contoh:

  • Smart home

  • Smart greenhouse

  • Monitoring suhu ruangan

  • Monitoring ruang server

  • Sistem pendingin otomatis

  • Monitoring suhu mesin

  • Sistem alarm suhu

Dalam praktik ini digunakan konsep:

Sensor → Input → Proses → Output

TMP36
  ↓
INPUT ANALOG
  ↓
Arduino Uno
  ↓
PROSES DATA
  ↓
┌───────────────┐
│ Serial Monitor│
│ LED           │
│ Buzzer        │
└───────────────┘
     OUTPUT

E. MATERI AJAR

1. Sensor TMP36

TMP36 adalah sensor suhu yang menghasilkan tegangan analog yang berubah sesuai dengan suhu.

Semakin tinggi suhu, semakin besar tegangan keluaran sensor.

TMP36 dapat digunakan untuk:

  • Pengukur suhu ruangan

  • Monitoring suhu perangkat

  • Sistem kipas otomatis

  • Sistem alarm suhu

  • Monitoring mesin

  • Sistem IoT


2. Pin TMP36

TMP36 memiliki tiga kaki.

Jika sisi datar sensor menghadap kita dan kaki mengarah ke bawah:

       TMP36
    ┌─────────┐
    │         │
    └─────────┘
      │  │  │
      │  │  │
     +Vs Vout GND
PinFungsiArduino
+VsTegangan positif5V
VoutTegangan keluaranA0
GNDGroundGND

Perhatian: Pastikan orientasi sensor benar sebelum melakukan simulasi.


3. Input Analog

Berbeda dengan tombol yang umumnya menghasilkan kondisi:

0 atau 1

TMP36 menghasilkan nilai tegangan yang berubah-ubah.

Arduino Uno mempunyai ADC (Analog to Digital Converter) 10-bit.

Dengan ADC 10-bit:

Nilai ADC = 0 sampai 1023

Jika referensi tegangan Arduino adalah 5V:

ADC 0    ≈ 0 V
ADC 512  ≈ 2,5 V
ADC 1023 ≈ 5 V

Rumus tegangan:

Tegangan = nilai_ADC × 5 / 1023

4. Mengubah Tegangan Menjadi Suhu

TMP36 mempunyai karakteristik sekitar:

10 mV/°C

Dengan offset sekitar 500 mV pada 0°C.

Rumus:

Suhu (°C) = (Tegangan - 0,5) × 100

Contoh:

Jika tegangan TMP36:

0,75 V

maka:

Suhu = (0,75 - 0,5) × 100
Suhu = 25°C

F. ALAT DAN BAHAN

Hardware simulasi

  1. Arduino Uno R3

  2. TMP36 Temperature Sensor

  3. Breadboard

  4. LED

  5. Resistor 220 Ω

  6. Buzzer

  7. Kabel jumper

Software

Tinkercad Circuits


PRAKTIK 1

Membaca Nilai TMP36

A. Tujuan

Membuat program sederhana untuk membaca nilai analog sensor TMP36.

B. Rangkaian

Hubungkan:

TMP36Arduino
+Vs5V
VoutA0
GNDGND

Diagram:

       TMP36
      ┌───────┐
5V ───┤ +Vs   │
A0 ───┤ Vout  │
GND ──┤ GND   │
      └───────┘

C. Program

void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {

  int nilaiADC = analogRead(A0);

  Serial.print("Nilai ADC = ");
  Serial.println(nilaiADC);

  delay(1000);
}

D. Langkah Praktik

  1. Buka Tinkercad Circuits.

  2. Buat circuit baru.

  3. Tambahkan Arduino Uno.

  4. Tambahkan TMP36.

  5. Hubungkan rangkaian sesuai tabel.

  6. Masukkan program.

  7. Klik Start Simulation.

  8. Buka Serial Monitor.

  9. Amati nilai ADC.

E. Tabel Pengamatan

NoNilai ADCKeterangan
1
2
3
4
5

PRAKTIK 2

Mengubah Nilai ADC Menjadi Tegangan

Program

void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {

  int nilaiADC = analogRead(A0);

  float tegangan = nilaiADC * 5.0 / 1023.0;

  Serial.print("ADC      : ");
  Serial.println(nilaiADC);

  Serial.print("Tegangan : ");
  Serial.print(tegangan);
  Serial.println(" V");

  Serial.println("----------------");

  delay(1000);
}

Tugas

Catat:

NoADCTegangan
1
2
3
4
5

Pertanyaan

  1. Apa fungsi analogRead(A0)?

  2. Mengapa nilai ADC berada pada rentang 0–1023?

  3. Apa yang terjadi terhadap tegangan ketika nilai ADC meningkat?


PRAKTIK 3

Monitoring Suhu TMP36

Program

void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {

  int nilaiADC = analogRead(A0);

  float tegangan = nilaiADC * 5.0 / 1023.0;

  float suhu = (tegangan - 0.5) * 100.0;

  Serial.print("ADC        : ");
  Serial.println(nilaiADC);

  Serial.print("Tegangan   : ");
  Serial.print(tegangan);
  Serial.println(" V");

  Serial.print("Suhu       : ");
  Serial.print(suhu);
  Serial.println(" °C");

  Serial.println("====================");

  delay(1000);
}

Contoh tampilan

ADC        : 561
Tegangan   : 2.74 V
Suhu       : 224.00 °C

Catatan: Angka contoh di atas hanya ilustrasi. Hasil simulasi bergantung pada pengaturan sensor di Tinkercad.


PRAKTIK 4

Membuat Indikator Suhu dengan LED

Ketentuan

Buat sistem:

SuhuLED
< 30°CMati
≥ 30°CMenyala

Rangkaian

Arduino D8
    │
    ↓
Resistor 220Ω
    │
    ↓
LED
    │
    ↓
   GND

Program

const int pinLED = 8;

void setup() {
  Serial.begin(9600);
  pinMode(pinLED, OUTPUT);
}

void loop() {

  int nilaiADC = analogRead(A0);

  float tegangan = nilaiADC * 5.0 / 1023.0;

  float suhu = (tegangan - 0.5) * 100.0;

  Serial.print("Suhu = ");
  Serial.print(suhu);
  Serial.println(" °C");

  if (suhu >= 30) {
    digitalWrite(pinLED, HIGH);
  } 
  else {
    digitalWrite(pinLED, LOW);
  }

  delay(1000);
}

PRAKTIK 5

Membuat Alarm Suhu

Tambahkan buzzer.

Ketentuan:

SuhuKondisi
< 30°CNormal
30–34°CLED menyala
≥ 35°CLED + buzzer

Rangkaian

              ┌── LED
              │
TMP36 → Arduino
              │
              └── Buzzer

LED:

D8 → resistor 220 Ω → LED → GND

Buzzer:

D9 → Buzzer → GND

Program

const int pinLED = 8;
const int pinBuzzer = 9;

void setup() {

  Serial.begin(9600);

  pinMode(pinLED, OUTPUT);
  pinMode(pinBuzzer, OUTPUT);
}

void loop() {

  int nilaiADC = analogRead(A0);

  float tegangan = nilaiADC * 5.0 / 1023.0;

  float suhu = (tegangan - 0.5) * 100.0;

  Serial.print("Suhu = ");
  Serial.print(suhu);
  Serial.println(" °C");

  if (suhu >= 35) {

    digitalWrite(pinLED, HIGH);
    digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);

    Serial.println("STATUS: PERINGATAN!");

  }
  else if (suhu >= 30) {

    digitalWrite(pinLED, HIGH);
    digitalWrite(pinBuzzer, LOW);

    Serial.println("STATUS: SUHU TINGGI");

  }
  else {

    digitalWrite(pinLED, LOW);
    digitalWrite(pinBuzzer, LOW);

    Serial.println("STATUS: NORMAL");
  }

  Serial.println("---------------------");

  delay(1000);
}

G. DIAGRAM ALUR PROGRAM

        MULAI
          ↓
     Baca TMP36
          ↓
      Baca ADC
          ↓
   Hitung Tegangan
          ↓
     Hitung Suhu
          ↓
    Suhu ≥ 35°C?
       /       \
     YA         TIDAK
     ↓            ↓
 LED + Buzzer   Suhu ≥ 30°C?
                  /      \
                YA        TIDAK
                ↓           ↓
             LED ON       LED OFF
             Buzzer OFF   Buzzer OFF
                \           /
                 \         /
                    ↓
              Tampilkan Data
                    ↓
                  Ulangi

H. LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tugas 1 — Identifikasi Komponen

Lengkapi tabel:

NoKomponenFungsi
1Arduino Uno
2TMP36
3Breadboard
4LED
5Resistor
6Buzzer

Tugas 2 — Analisis Program

Jelaskan fungsi kode berikut:

a.

analogRead(A0);

Jawaban:

............................................................

b.

float tegangan = nilaiADC * 5.0 / 1023.0;

Jawaban:

............................................................

c.

float suhu = (tegangan - 0.5) * 100.0;

Jawaban:

............................................................

d.

if (suhu >= 35)

Jawaban:

............................................................


I. TABEL PENGAMATAN

Lakukan minimal 5 kali pengamatan.

NoADCTegangan (V)Suhu (°C)LEDBuzzerStatus
1
2
3
4
5

J. PERTANYAAN ANALISIS

  1. Mengapa TMP36 termasuk sensor analog?

  2. Apa fungsi ADC pada Arduino?

  3. Mengapa nilai ADC berada pada rentang 0–1023?

  4. Apa hubungan antara tegangan output TMP36 dengan suhu?

  5. Apa yang terjadi jika suhu melewati 30°C?

  6. Apa yang terjadi jika suhu mencapai 35°C?

  7. Bagaimana cara mengubah batas alarm dari 35°C menjadi 40°C?

  8. Apa fungsi if, else if, dan else dalam program?

  9. Apa akibatnya jika pin TMP36 Vout dihubungkan ke pin digital?

  10. Sebutkan minimal tiga penerapan sistem monitoring suhu dalam kehidupan nyata.


K. TUGAS HOTS / PENGEMBANGAN

Studi Kasus

Sebuah ruang server TKJ memiliki masalah suhu yang terlalu tinggi.

Buatlah sistem monitoring dengan ketentuan:

Suhu < 28°C
→ Status NORMAL

Suhu 28–32°C
→ LED menyala

Suhu > 32°C
→ LED berkedip

Suhu ≥ 35°C
→ Buzzer aktif

Tantangan

Modifikasi program sehingga sistem dapat memenuhi seluruh kondisi tersebut.

Siswa wajib mengumpulkan:

  1. Screenshot rangkaian Tinkercad.

  2. Screenshot program.

  3. Screenshot Serial Monitor.

  4. Hasil pengamatan.

  5. Penjelasan cara kerja.

  6. Kesimpulan.


L. PROJEK MINI

"Sistem Peringatan Suhu Ruangan"

Buat sistem menggunakan:

  • Arduino Uno

  • TMP36

  • LED

  • Buzzer

Sistem harus dapat:

1. Membaca suhu

2. Menampilkan suhu pada Serial Monitor

3. Menentukan kondisi suhu

4. Memberikan indikator LED

5. Memberikan alarm jika suhu terlalu tinggi

Pengembangan opsional

Siswa yang selesai lebih cepat dapat menambahkan:

  • LCD 16×2

  • Dua LED indikator

  • Kipas DC

  • Sistem monitoring otomatis

  • Tampilan status NORMAL/WASPADA/BAHAYA


M. KESIMPULAN

Tuliskan kesimpulan berdasarkan praktik yang telah dilakukan.

Contoh format:

Berdasarkan praktik yang telah dilakukan, sensor TMP36 dapat digunakan untuk ........................................................

Arduino Uno berfungsi sebagai ........................................................

Nilai analog dari TMP36 dibaca oleh Arduino menggunakan ........................................................

Sistem dapat memberikan peringatan ketika ........................................................


N. RUBRIK PENILAIAN

AspekBobot
Pemahaman sensor TMP3615
Ketepatan rangkaian20
Program Arduino25
Hasil simulasi15
Analisis data10
Dokumentasi5
Presentasi10
TOTAL100

Kriteria

86–100 = Sangat Baik
Mampu membuat sistem, memahami program, dan melakukan pengembangan.

76–85 = Baik
Sistem berjalan dengan sedikit kesalahan.

66–75 = Cukup
Sistem berjalan tetapi masih memerlukan bimbingan.

≤65 = Perlu Bimbingan
Belum mampu menyelesaikan rangkaian/program.


O. PEMBAGIAN WAKTU 4 JP

JP 1 — Konsep dan Dasar Sensor

15 menit

  • Apersepsi IoT

  • Pengenalan sensor

25 menit

  • TMP36

  • Input analog

  • ADC

  • Rumus tegangan dan suhu

JP 2 — Praktik Dasar

20 menit

  • Membuat rangkaian TMP36

25 menit

  • Program analogRead()

20 menit

  • Membaca Serial Monitor

JP 3 — Pengembangan

20 menit

  • Konversi ADC → tegangan → suhu

25 menit

  • LED indikator

20 menit

  • Buzzer/alarm

JP 4 — Mini Project

30 menit

  • Menyelesaikan sistem

15 menit

  • Pengujian

15 menit

  • Dokumentasi

15 menit

  • Presentasi/refleksi


P. CHECKLIST PRAKTIK SISWA

☐ Membuka Tinkercad
☐ Membuat rangkaian Arduino + TMP36
☐ Menghubungkan Vout ke A0
☐ Membaca ADC
☐ Menghitung tegangan
☐ Menghitung suhu
☐ Menampilkan suhu pada Serial Monitor
☐ Menambahkan LED
☐ Menambahkan buzzer
☐ Membuat kondisi suhu
☐ Menguji sistem
☐ Mengambil screenshot
☐ Mengumpulkan laporan


TUGAS AKHIR

Buatlah "Sistem Monitoring dan Peringatan Suhu Ruangan Berbasis Arduino" menggunakan Tinkercad.

Ketentuan minimal:

TMP36 + Arduino Uno + LED + Buzzer

Program harus dapat:

Membaca → Menghitung → Menampilkan → Menganalisis → Memberikan peringatan.


Kamis, 03 September 2026

Analisis Kebutuhan Pasar dan Pelanggan

 

SURVEI KEBUTUHAN TEKNOLOGI DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Mata Pelajaran            :     Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK)
Kelas                            : XI TKJ
Materi                            : Analisis Kebutuhan Pasar dan Pelanggan
Alokasi Waktu                : 5 JP
Bentuk                            : Kelompok 3–4 siswa
Lokasi                        : Lingkungan SMKN 2 Sragen

A. Tujuan

Setelah melakukan kegiatan ini, siswa mampu:

  1. Mengidentifikasi masalah nyata yang berkaitan dengan teknologi di sekolah.

  2. Mengidentifikasi kebutuhan warga sekolah.

  3. Menentukan calon pelanggan.

  4. Menganalisis masalah menjadi peluang usaha.

  5. Merancang solusi berupa produk atau jasa TKJ.


B. Aturan Tugas

  1. Tugas wajib dikerjakan di lingkungan sekolah.

  2. Siswa tidak diperbolehkan menggunakan HP selama kegiatan.

  3. Pengumpulan data dilakukan melalui:

    • Pengamatan langsung.

    • Wawancara.

    • Pencatatan.

  4. Tidak boleh mengganggu kegiatan belajar mengajar.

  5. Wawancara dilakukan dengan sopan dan meminta izin terlebih dahulu.

  6. Setiap kelompok harus menemukan minimal 3 masalah nyata.

  7. Masalah yang ditemukan harus berkaitan dengan teknologi, komputer, jaringan, atau kebutuhan digital.


C. Misi Kelompok

Bayangkan kalian adalah tim konsultan usaha TKJ yang mendapatkan tugas dari sekolah:

"Carilah masalah atau kebutuhan teknologi yang dialami warga sekolah, kemudian ubahlah masalah tersebut menjadi peluang usaha."

Kalian harus berkeliling lingkungan sekolah untuk menemukan masalah tersebut.


D. Tahap 1 – Observasi Lingkungan Sekolah

Amati beberapa lokasi berikut:

☐ Ruang kelas
☐ Laboratorium komputer
☐ Ruang guru
☐ Tata usaha
☐ Perpustakaan
☐ Kantin
☐ Bengkel/laboratorium lain
☐ Area sekolah lainnya

Carilah masalah yang berhubungan dengan teknologi.

Lembar Observasi

NoLokasiMasalah yang DitemukanSiapa yang Mengalami?Bukti/Pengamatan
1
2
3
4
5

Contoh masalah:

  • Komputer membutuhkan perawatan.

  • Kabel jaringan tidak tertata.

  • Printer sulit digunakan.

  • Perangkat komputer kurang optimal.

  • Pengguna kesulitan melakukan setting jaringan.

  • Ruang tertentu membutuhkan jaringan internet.

  • Kabel atau konektor jaringan perlu diperbaiki.

  • Perangkat membutuhkan inventarisasi.

  • Pengguna membutuhkan bantuan teknis.

Catatan: Jangan membuat-buat masalah. Temukan masalah berdasarkan kondisi nyata yang kalian lihat atau informasi dari warga sekolah.


E. Tahap 2 – Wawancara Warga Sekolah

Pilih minimal 3 warga sekolah untuk diwawancarai.

Contoh:

  • Guru

  • Tenaga kependidikan

  • Laboran

  • Petugas perpustakaan

  • Pengelola laboratorium

  • Siswa

Pertanyaan Wawancara

1. Perangkat teknologi apa yang paling sering digunakan?

Jawaban:

......................................................................

2. Masalah teknologi apa yang paling sering dialami?

Jawaban:

......................................................................

3. Seberapa sering masalah tersebut terjadi?

Jawaban:

......................................................................

4. Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut selama ini?

Jawaban:

......................................................................

5. Jika ada jasa yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut, apakah menurut Bapak/Ibu/Saudara diperlukan?

Jawaban:

......................................................................


F. Tahap 3 – Menentukan Masalah Utama

Dari hasil observasi dan wawancara, pilih 1 masalah yang paling potensial.

Masalah Utama

................................................................................

Lokasi

................................................................................

Siapa yang Mengalami?

................................................................................

Seberapa Sering Terjadi?

................................................................................

Mengapa Masalah Ini Penting Diselesaikan?

................................................................................


G. Tahap 4 – Mengubah Masalah Menjadi Peluang Usaha

Sekarang berpikirlah sebagai seorang wirausahawan.

Masalah → Solusi → Produk/Jasa → Pelanggan

Lengkapi:

Masalah

......................................................................

⬇

Solusi

......................................................................

⬇

Produk/Jasa yang Ditawarkan

......................................................................

⬇

Calon Pelanggan

......................................................................


H. Contoh

Masalah

Beberapa pengguna komputer di sekolah mengalami kesulitan ketika printer tidak dapat digunakan.

Solusi

Menyediakan jasa pemeriksaan dan konfigurasi printer.

Produk/Jasa

Jasa Troubleshooting dan Setting Printer

Calon Pelanggan

Guru dan tenaga kependidikan.

Nilai Tambah

  • Respon cepat.

  • Harga terjangkau.

  • Teknisi siswa TKJ.

  • Memberikan penjelasan kepada pengguna.


I. Tahap 5 – Analisis Peluang

Berikan skor 1–5.

FaktorSkorAlasan
Masalah sering terjadi
Banyak orang membutuhkan
Solusi mudah dilakukan
Sesuai kemampuan TKJ
Modal relatif kecil
Berpotensi menghasilkan uang
TOTAL

Interpretasi

25–30: Sangat potensial
19–24: Potensial
13–18: Cukup potensial
≤12: Kurang potensial


J. Tantangan Kreativitas

Sekarang buat 3 alternatif solusi terhadap masalah yang kalian temukan.

AlternatifSolusiKelebihanKekurangan
1
2
3

Kemudian pilih solusi terbaik.

Solusi pilihan kelompok:

......................................................................

Alasan memilih solusi tersebut:

......................................................................


K. Rancangan Usaha

Buat rancangan sederhana:

Nama Usaha

......................................................................

Produk/Jasa

......................................................................

Target Pelanggan

......................................................................

Masalah Pelanggan

......................................................................

Solusi

......................................................................

Keunggulan

......................................................................

Perkiraan Harga

Rp ....................................

Peralatan yang Dibutuhkan

  1. ....................................

  2. ....................................

  3. ....................................


L. Presentasi "Temuan Lapangan"

Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuannya.

Presentasi harus menjawab 5 pertanyaan utama:

  1. Masalah apa yang kalian temukan?

  2. Siapa yang membutuhkan solusi?

  3. Bagaimana kalian mengetahui masalah tersebut?

  4. Apa solusi yang kalian tawarkan?

  5. Mengapa solusi tersebut dapat menjadi peluang usaha?

Durasi

5 menit per kelompok


M. Penilaian

AspekBobot
Ketepatan menemukan masalah nyata20%
Kualitas observasi15%
Hasil wawancara15%
Analisis kebutuhan pelanggan20%
Kreativitas solusi15%
Presentasi10%
Kerja sama5%
TOTAL100%

🎯 Hasil Akhir yang Dikumpulkan

Setiap kelompok mengumpulkan 1 lembar laporan yang berisi:

Observasi → Wawancara → Masalah → Kebutuhan Pelanggan → Solusi → Ide Usaha

Dengan tugas ini, siswa tidak sekadar mengisi tabel dari contoh di internet, tetapi harus benar-benar turun ke lingkungan sekolah dan menemukan kebutuhan pelanggan secara langsung.

Kirim Tugas

Mengenal Input Analog dengan Potensiometer dan LDR Menggunakan Arduino Uno

.

 Mengenal Input Analog dengan Potensiometer dan LDR Menggunakan Arduino Uno

Mata Pelajaran: Pilihan – Internet of Things (IoT)
Kelas: XII TKJ
Topik: Input Analog – Potensiometer dan LDR
Platform: Arduino Uno

Pendahuluan

Dalam pembelajaran Internet of Things (IoT), sebuah sistem tidak hanya membutuhkan perangkat yang dapat mengeluarkan perintah, tetapi juga membutuhkan input atau masukan dari lingkungan sekitar.

Input tersebut dapat berasal dari berbagai sensor maupun komponen elektronik. Salah satu jenis input yang penting untuk dipahami adalah input analog.

Pada pembelajaran kali ini, siswa kelas XII TKJ akan mempelajari cara membaca input analog menggunakan Arduino Uno dengan memanfaatkan dua komponen sederhana, yaitu potensiometer dan LDR (Light Dependent Resistor).

Melalui praktik ini, siswa diharapkan dapat memahami bagaimana Arduino membaca perubahan tegangan dan mengubahnya menjadi nilai yang dapat diproses oleh program.


Apa Itu Input Analog?

Input analog adalah sinyal masukan yang nilainya dapat berubah secara bertahap dalam suatu rentang tertentu.

Berbeda dengan input digital yang umumnya hanya mengenal dua kondisi:

  • HIGH / 1

  • LOW / 0

Input analog dapat memiliki banyak kemungkinan nilai.

Pada Arduino Uno, pembacaan input analog menggunakan pin:

A0, A1, A2, A3, A4, dan A5.

Arduino Uno menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) dengan resolusi 10-bit. Artinya, tegangan analog yang dibaca akan dikonversi menjadi nilai digital antara:

0 sampai 1023

Sebagai gambaran sederhana:

Tegangan InputNilai ADC
0 V0
±1,25 V±256
±2,5 V±512
±3,75 V±768
5 V1023

Nilai tersebut kemudian dapat digunakan dalam program untuk mengendalikan perangkat lain.


1. Mengenal Potensiometer

Potensiometer adalah komponen elektronik yang memiliki tiga terminal dan dapat digunakan sebagai pengatur tegangan.

Dengan memutar bagian pengatur potensiometer, tegangan keluarannya dapat berubah dari mendekati 0 V hingga 5 V ketika digunakan sebagai pembagi tegangan pada Arduino.

Perubahan tegangan tersebut dapat dibaca oleh pin analog Arduino.

Fungsi Potensiometer dalam IoT

Potensiometer dapat digunakan sebagai simulasi berbagai jenis input, misalnya:

  • Pengatur kecepatan motor

  • Pengatur tingkat kecerahan lampu

  • Pengatur volume

  • Pengatur nilai suhu secara simulasi

  • Pengatur posisi atau level tertentu

  • Input untuk sistem kontrol IoT

Rangkaian Potensiometer

Hubungkan potensiometer dengan Arduino Uno sebagai berikut:

PotensiometerArduino Uno
Kaki 1GND
Kaki tengahA0
Kaki 35V

Jika arah perubahan nilainya terbalik, posisi kaki 1 dan kaki 3 dapat ditukar.


Program Membaca Potensiometer

Berikut contoh program sederhana untuk membaca nilai potensiometer:

int nilaiPot;

void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  nilaiPot = analogRead(A0);

  Serial.println(nilaiPot);

  delay(500);
}

Setelah program diunggah ke Arduino, buka Serial Monitor pada Arduino IDE.

Putar potensiometer secara perlahan. Nilai yang ditampilkan akan berubah, misalnya:

0
125
278
512
735
901
1023

Hal ini menunjukkan bahwa Arduino dapat membaca perubahan tegangan dari potensiometer.


2. Mengenal LDR

LDR (Light Dependent Resistor) adalah komponen yang nilai resistansinya berubah berdasarkan intensitas cahaya.

Secara sederhana:

Cahaya semakin terang → resistansi LDR berubah

Cahaya semakin redup → resistansi LDR berubah

Perubahan resistansi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan perubahan tegangan yang kemudian dibaca oleh Arduino sebagai input analog.

LDR banyak digunakan dalam berbagai sistem otomatisasi.

Contohnya:

  • Lampu otomatis

  • Sistem penerangan ruangan

  • Lampu jalan otomatis

  • Sistem monitoring intensitas cahaya

  • Perangkat IoT berbasis lingkungan

Rangkaian LDR

LDR dapat dirangkai sebagai pembagi tegangan menggunakan sebuah resistor.

Contoh koneksi:

KomponenHubungkan ke
LDR5V
Resistor 10KΩGND
Titik pertemuan LDR + resistorA0

Dengan rangkaian tersebut, Arduino dapat membaca perubahan tegangan akibat perubahan intensitas cahaya.


Program Membaca LDR

Contoh program sederhana:

int nilaiLDR;

void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  nilaiLDR = analogRead(A0);

  Serial.println(nilaiLDR);

  delay(500);
}

Arahkan cahaya ke LDR dan amati perubahan nilai pada Serial Monitor.

Kemudian tutup LDR dengan tangan dan perhatikan kembali nilai yang muncul.

Nilai pembacaan dapat berubah sesuai kondisi rangkaian dan posisi LDR.


3. Perbedaan Potensiometer dan LDR

Walaupun keduanya dapat digunakan sebagai input analog, cara menghasilkan perubahan input berbeda.

PotensiometerLDR
Diatur dengan cara diputarDipengaruhi intensitas cahaya
Menghasilkan perubahan teganganPerubahan resistansi akibat cahaya menghasilkan perubahan tegangan
Cocok untuk input manualCocok untuk input berdasarkan lingkungan
Contoh: pengatur levelContoh: sensor cahaya

Keduanya dapat menjadi dasar untuk memahami bagaimana sensor memberikan informasi kepada mikrokontroler.


4. Konsep Input Analog pada IoT

Dalam sebuah sistem IoT sederhana, alur kerja dapat digambarkan sebagai berikut:

Lingkungan / Pengguna → Sensor/Input → Arduino → Pemrosesan → Output

Contohnya pada sistem lampu otomatis:

Cahaya lingkungan → LDR → Arduino Uno → Program → Lampu

Sedangkan pada pengaturan manual:

Putaran Potensiometer → Arduino Uno → Program → LED

Konsep inilah yang nantinya akan dikembangkan menjadi sistem IoT yang lebih kompleks.


5. Contoh Pengembangan Proyek

Setelah memahami potensiometer dan LDR, siswa dapat mengembangkan praktik menjadi proyek sederhana.

Proyek 1 – Lampu Otomatis

Gunakan LDR sebagai sensor cahaya.

Logika sederhananya:

Jika kondisi gelap
    Lampu ON
Jika kondisi terang
    Lampu OFF

Proyek 2 – Pengatur Kecerahan LED

Potensiometer digunakan untuk mengatur tingkat kecerahan LED.

Putar Potensiometer
        ↓
Arduino membaca nilai analog
        ↓
Nilai dikonversi
        ↓
Kecerahan LED berubah

Proyek 3 – Kombinasi Potensiometer dan LDR

Kedua input dapat digunakan secara bersamaan.

Contohnya:

LDR → menentukan kondisi terang/gelap

Potensiometer → menentukan tingkat kecerahan lampu

Dengan demikian, siswa mulai memahami bagaimana beberapa input dapat digunakan dalam satu sistem kontrol.


Kesimpulan

Potensiometer dan LDR merupakan contoh sederhana untuk memahami konsep input analog pada Arduino Uno.

Melalui potensiometer, siswa dapat mempelajari bagaimana Arduino membaca perubahan tegangan yang dikendalikan secara manual. Sementara itu, LDR memberikan gambaran bagaimana sebuah sensor dapat memberikan informasi berdasarkan kondisi lingkungan.

Pemahaman terhadap input analog ini merupakan salah satu dasar penting sebelum siswa melanjutkan ke materi IoT yang lebih kompleks, seperti sensor suhu, sensor jarak, aktuator, komunikasi data, MQTT, serta monitoring perangkat melalui jaringan internet.

Dengan praktik sederhana menggunakan Arduino Uno, siswa kelas XII TKJ diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merancang dan mengembangkan sistem IoT sederhana berdasarkan kebutuhan di lingkungan sekitar.


📝 Aktivitas Siswa

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat mencoba menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan input analog?

  2. Berapa rentang nilai ADC Arduino Uno?

  3. Apa fungsi potensiometer pada rangkaian Arduino?

  4. Bagaimana prinsip kerja LDR?

  5. Mengapa nilai pembacaan LDR dapat berubah ketika intensitas cahaya berubah?

  6. Apa perbedaan input analog dengan input digital?

  7. Buatlah rancangan sederhana sistem lampu otomatis menggunakan LDR.

  8. Buatlah program Arduino untuk membaca nilai potensiometer pada pin A0.

  9. Bagaimana cara mengembangkan sistem LDR menjadi perangkat IoT?

  10. Berikan satu contoh penerapan potensiometer dan LDR dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 Target Pembelajaran

Setelah menyelesaikan materi ini, siswa diharapkan mampu:

  • Menjelaskan konsep input analog.

  • Mengenal fungsi pin analog Arduino Uno.

  • Menjelaskan prinsip kerja potensiometer.

  • Menjelaskan prinsip kerja LDR.

  • Membuat rangkaian input analog sederhana.

  • Membuat program Arduino untuk membaca nilai analog.

  • Mengembangkan input analog menjadi bagian dari proyek IoT sederhana.

MONITORING SUHU MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN SENSOR TMP36

JOBSHEET PRAKTIK IoT KELAS XII TKJ MONITORING SUHU MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN SENSOR TMP36 Simulasi Tinkercad Circuits A. IDENTITAS Mata Pe...