Jumat, 19 Februari 2021

Dasar Elektronika Sederhana

 

Materi Pembelajaran  Teknologi Dasar Otomotif

KD 3.12 Memahami Dasar Dasar Elektronika Sederhana

Materi Minggu 6 Bulan Februari 2021

Jadwal Daring Jum’at, 19  Februari 2021 Pukul 13.00 -15.00

Pokok Pembahasan “Dasar Elektronika Sederhana”

PETUNJUK BELAJAR DARING

  1. Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini
  2. Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas
  3. Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring
  4. Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan
  5. Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

Dasar Elektronika Sederhana

 
Teknik Elekronik mengacu pada cabang ilmu pengetahuan tentang proses listrik yang mengalir melalui ruang hampa,gas dan melalui bahan semi konduktor. Sedangkan Teknik listrik membahas tentang proses arus listrik yang mengalir melalui bahan-bahan penghantar padat misalnya logam dan bahan cairan misalnya elektrolit. Komponen elektronik dan juga elektromekanik yang digunakan dalam sirkuit elektronik dan sumber daya.listrik dibedakan menjadi komponen aktif dan komponen pasif.
  • Komponen elektronik yang termasuk komponen aktif misalnya Solar sell, Transistor, Thyristor, Tabung elektron, Diode. 
  • Komponen Elektronik yang termasuk komponen pasif misalnya : Resistor, Capasitor, Indiktor, Transformator, Relay, Saklar,Connector.
Perbedaan komponen pasif dan aktif adalah pada komponen pasif tidak mengubah bentuk gelombang sinyal ac yang diberikan kepadanya sedangkan komponen aktif dapat menyearahkan, menguatkan, dan mengubah bentuk gelombang sinyal AC yang diberikan kepadanyaPerbedaan komponen pasif dan aktif adalah pada komponen pasif tidak mengubah bentuk gelombang sinyal ac yang diberikan kepadanya sedangkan komponen aktif dapat menyearahkan, menguatkan, dan mengubah bentuk gelombang sinyal AC yang diberikan kepadanya.

A. KOMPONEN PASIF
Yang termasuk komponen pasif adalah resistor, kapasitor, induktor.
1. RESISTOR
Resistor disebut juga dengan tahanan atau hambatan, berfungsi untuk menghambat arus listrik yang melewatinya. Satuan harga resistor adalah Ohm. ( 1 (mega ohm) = 1000 K (kilo ohm) = 1.000.000 (ohm)). Resistor terbagi menjadi dua macam, yaitu :
a) Resistor tetap

Resistor tetap yaitu resistor yang nilai hambatannya relatif tetap, biasanya terbuat dari karbon, kawat atau paduan logam. Nilainya hambatannya ditentukan oleh tebalnya dan panjangnya lintasan karbon. Panjang lintasan karbon tergantung dari kisarnya alur yang berbentuk spiral.

b) Resistor variabel
Resistor variabel, yaitu resistor yang besarnya hambatan dapat diubah-ubah. Resistor variabel dapat dibagi dalam dua macam yaitu:
⇨ VR linier atau perubahan sudut putar linier terhadap nilai resistansi (Contoh penerapan digunakan untuk sensor).

⇨ VR logaritmis atau perubahan sudut putar logaritmis terhadap nilai resistansi. (Contoh penerapan pada audio)

c) Thermistor
Thermistror adalah resistor yang dipengaruhi oleh perubahan suhu atau temperatur
⇨ NTC adalah Negative Temperature Coefisien dimana perubahan suhu berbanding terbalik terhadap perubahan resistansi.

⇨ PTC adalah Positive Temperature Coefisien dimana perubahan suhu berbanding lurus terhadap perubahan resistansi.

d) Light Dependent Resistor

LDR (Light Dependent Resistor) adalah resistor yang dipengaruhi oleh perubahan cahaya.




2. KAPASITOR
Kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik atau energi listrik. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. Seperti halnya hambatan, kapasitor dapat dibagi menjadi:
a) Kapasitor Tetap

Kapasitor tetap merupakan kapasitor yang mempunyai nilai kapasitas yang tetap.




b) Kapasitor Tidak Tetap
Kapasitor tidak tetap adalah kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi atau kapasitas yang dapat diubah-ubah. Kapasitor ini terdiri dari:
1) Kapasitor Trimer

Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutar porosnya dengan obeng.



2) Kapasitor Variable (Variable Capasitor) (Varco)

Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang tersedia. (bentuk menyerupai potensiometer)



3. INDUKTOR
Induktor adalah komponen yang dapat menyimpan energi magnetik.

Energi ini direpresentasikan dengan adanya tegangan emf (electromotive force) jika induktor dialiri listrik. Tegangan emf akan menjadi penting saat perubahan arusnya fluktuatif. Efek emf menjadi signifikan pada sebuah induktor, karena perubahan arus yang melewati tiap lilitan akan saling menginduksi. Ini yang dimaksud dengan self-induced. Secara matematis induktansi pada suatu induktor dengan jumlah lilitan sebanyak N adalah akumulasi flux magnet untuk tiap arus yang melewatinya:


Fungsi utama dari induktor di dalam suatu rangkaian adalah untuk melawan fluktuasi arus yang melewatinya.




B. KOMPONEN AKTIF
1. Diode (PN Junction) 
Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik dan tegangan pada satu arah saja. Bahan pokok untuk pembuatan dioda adalah Germanium (Ge) dan Silikon/Silsilum (Si).
Dioda terdiri dari :
a) Dioda Kontak Titik
Dioda ini dipergunakan untuk mengubah frekuensi tinggi menjadi frekuensi rendah.

Contoh tipe dari dioda ini misalnya; OA 70, OA 90 dan 1N 60.



b) Dioda Hubungan
Dioda ini dapat mengalirkan arus atau tegangan yang besar hanya satu arah.Dioda ini biasa digunakan untuk menyearahkan arus dan tegangan. Dioda ini memiliki tegangan maksimal dan arus maksimal, misalnya Dioda tipe 1N4001 ada 2 jenis yaitu yang berkapasitas 1A/50V dan 1A/100V. Simbol dioda hubungan sama dengan simbol dioda kontak titik.
c) Dioda Zener
Dioda Zener adalah dioda yang bekerja pada daerah breakdown atau pada daerah kerja reverse bias. Dioda ini banyak digunakan untuk pembatas tegangan.atau stabilisator tegangan

Tipe dari dioda zener dibedakan oleh tegangan pembatasnya. Misalnya 12 V, ini berarti dioda zener dapat membatasi tegangan yang lebih besar dari 12 V atau menjadi 12 V.



d) Dioda Pemancar Cahaya (LED)
LED adalah kepanjangan dari Light Emitting Diode (Dioda Pemancar Cahaya).

Dioda ini akan mengeluarkan cahaya bila diberi tegangan sebesar 1,8 V dengan arus 1,5 mA. LED banyak digunakan sebagai lampu indikator dan peraga (display).



2. TRANSISTOR
Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar.
Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub (seperti pada gambar a).
Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub (seperti pada gambar b).
Transistor biasa terdiri dari 3 buah kaki yang masing-masing diberi nama: emitor, basis dan kolektor.

Transistor bipolar dapat diibaratkan dengan dua buah dioda yang tergambar pada gambar a.



3. THYRISTOR
Thyristor berakar kata dari bahasa Yunani yang berarti ‘pintu'. Dinamakan demikian barangkali karena sifat dari komponen ini yang mirip dengan pintu yang dapat dibuka dan ditutup untuk melewatkan arus listrik. Ada beberapa komponen yang termasuk thyristor antara lain adalah komponen-komponen thyristor yang dikenal dengan sebutan SCR (silicon controlled rectifier), TRIAC dan DIAC.

Ciri-ciri utama dari sebuah thyristor adalah komponen yang terbuat dari bahan semikonduktor silicon. Walaupun bahannya sama, tetapi struktur P-N junction yang dimilikinya lebih kompleks dibanding transistor bipolar atau MOS. Komponen thyristor lebih digunakan sebagai saklar (switch) daripada sebagai penguat arus atau tegangan seperti halnya transistor.

Macam macam thyristor:
a) SCR
Thyristor disebut juga dengan SCR ( Silicon Controlled Rectifier) dan
banyak digunakan sebagai saklar elektronik. Gambar diskrit dan
simbol SCR ditunjukkan dengan gambar dibawah ini :





Thyristor ini akan bekerja atau menghantar arus listrik dari anoda ke katoda jika pada kaki gate diberi arus kearah katoda, karenanya kaki gate harus diberi tegangan positif terhadap katoda.

Pemberian tegangan ini akan menyulut thyristor, dan ketika tersulut thyristor akan tetap menghantar. SCR akan terputus jika arus yang melalui anoda ke katoda menjadi kecil atau gate pada SCR terhubung dengan ground.




b) TRIAC
Boleh dikatakan SCR adalah thyristor yang uni-directional, karena ketika ON hanya bisa melewatkan arus satu arah saja yaitu dari anoda menuju katoda. Struktur TRIAC sebenarnya adalah sama dengan dua buah SCR yang arahnya bolak-balik dan kedua gatenya

disatukan. Simbol dan bentuk fisik TRIAC ditunjukkan pada gambar berikut ini. TRIAC biasa juga disebut thyristor bi-directional.



c) DIAC

Kalau dilihat strukturnya seperti Gambar 24, DIAC bukanlah termasuk keluarga thyristor, namun prinsip kerjanya membuat ia digolongkan sebagai thyristor. DIAC dibuat dengan struktur PNP mirip seperti transistor. Lapisan N pada transistor dibuat sangat tipis sehingga electron dengan mudah dapat menyeberang menembus lapisan ini. Sedangkan pada DIAC, lapisan N di buat cukup tebal sehingga elektron cukup sukar untuk menembusnya. Struktur DIAC yang demikian dapat juga dipandang sebagai dua buah dioda PN dan NP, sehingga dalam beberapa literatur DIAC digolongkan sebagai dioda.



Sukar dilewati oleh arus dua arah, DIAC memang dimaksudkan untuk tujuan ini. Hanya dengan tegangan breakdown tertentu barulah DIAC dapat menghantarkan arus. Arus yang dihantarkan

tentu saja bisa bolak-balik dari anoda menuju katoda dan sebaliknya. Kurva karakteristik DIAC sama seperti TRIAC, tetapi yang hanya perlu diketahui adalah berapa tegangan breakdown-nya. Simbol dari DIAC adalah seperti yang ditunjukkan pada Gambar 32. DIAC umumnya dipakai sebagai pemicu TRIAC agar ON pada tegangan input tertentu yang relatif tinggi.


4. Transistor FET
Transistor Bipolar dinamakan demikian karena bekerja dengan 2 (bi) muatan yang berbeda yaitu elektron sebagai pembawa muatan negatif dan hole sebagai pembawa muatan positif. Ada satu jenis transistor lain yang dinamakan FET (Field Efect Transistor). Berbeda dengan prinsip kerja transistor bipolar, transistor FET bekerja bergantung dari satu pembawa muatan, apakah itu elektron atau hole. Karena hanya bergantung pada satu pembawa muatan saja, transistor ini disebut komponen unipolar. Umumnya untuk aplikasi linear, transistor bipolar lebih disukai, namun transistor FET sering digunakan juga karena memiliki impedansi input (input impedance) yang sangat besar. Terutama jika digunakan sebagai switch, FET lebih baik karena resistansi dan disipasi dayanya yang kecil.
Ada dua jenis transistor FET yaitu JFET (junction FET) dan MOSFET (metal-oxide semiconductor FET). Pada dasarnya kedua jenis transistor memiliki prinsip kerja yang sama, namun tetap ada perbedaan yang mendasar pada struktur dan karakteristiknya. Namun dari keduanya yg sering banyak dipakai adalah jenis MOSFET makanya yang akan dibahas disini adalah jenis MOSFET. Mirip seperti JFET, transistor MOSFET (Metal oxide FET) memiliki drain, source dan gate. Namun perbedaannya gate terisolasi oleh suatu bahan oksida. Gate sendiri terbuat dari bahan metal seperti aluminium. Oleh karena itulah transistor ini dinamakan metal-oxide. Karena gate yang terisolasi, sering jenis transistor ini disebut juga IGFET yaitu insulated-gate FET.

Ada dua jenis MOSFET, yang pertama jenis depletion-mode dan yang kedua jenis enhancement-mode. Jenis MOSFET yang kedua adalah komponen utama dari gerbang logika dalam bentuk IC (integrated circuit), uC (micro controller) dan uP (micro processor) yang tidak lain adalah komponen utama dari komputer modern saat ini.



EVALUSAI

Jumat, 05 Februari 2021

Rangkaian Kelistrikan Sederhana Otomotif

 

Materi Pembelajaran  Teknologi Dasar Otomotif

KD 3.11 Memahami Rangkaian Listrik Sederhana

Materi Minggu 5 Bulan Februari 2021

Jadwal Daring Jum’at, 5  Februari 2021 Pukul 13.00 -15.00

Pokok Pembahasan “Rangkaian Kelistrikan Sederhana Otomotif”

PETUNJUK BELAJAR DARING

  1. Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini
  2. Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas
  3. Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring
  4. Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan
  5. Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

Pengertian Rangkaian Kelistrikan

Dalam kendaraan terdapat berbagai rangkaian kelistrikan untuk menunjang fungsional dari kendaraan. Rangkaian kelistrikan merupakan sambungan dari beberapa komponen kelistrikan (sumber, saklar, elemen listrik pasif, dan beban kelistrikan) yang dihubungkan melalui sebuah komponen yang mampu menghantarkan arus listrik. 

Sumber kelistrikan bisa didapatkan dari generator, atau baterai. Kelistrikan pasif merupakan berbagai komponen seperti resistor, transistor, dan komponen lain sebagainya. Beban kelistrikan yang ada pada kendaraan seperti lampu, klakson, ac, audio, motor starter, dan berbagai beban lainnya. Dalam menghubungkan berbagai komponen tersebut memerlukan penghantar yaitu kabel atau bodi kendaraan.

Ketika semua komponen tersebut dijadikan satu maka terbentuk rangkaian kelistrikan yang mampu mengalirkan arus listrik sehingga beban dapat bekerja. Hal ini dikarenakan elektron mampu bergerak dari kutup negatif mengalir kekutup positif.

Bentuk-Bentuk Rangkaian Kelistrikan

Rangkaian kelistrikan pada umumnya dibedakan menjadi tiga yaitu rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran atau kombinasi. Berikut penjelasan mengenai ketiga rangkaian kelistrikan tersebut:

Rangkaian Seri

Rangkaian seri merupakan rangkaian kelistrikan dimana komponen atau beban disusun secara berurutan. Pada rangkaian kelistrikan secara seri hanya terdapat satu jalur yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik, sehingga apabila terdapat satu komponen yang rusak dapat mempengaruhi komponen yang lainnya.

Sifat-Sifat Rangkaian Seri
  • Arus yang mengalir pada tiap-tiap komponen pada rangkaian adalah sama besar (Itotal=I1=I2=I3=dan seterusnya)
  • Tegangan merupakan penjumlahan antara tegangan pada tiap-tiap komponen pada rangkaian kelistrikan tersebut (Vtot= V1+V2+V3+ dan seterusnya)
  • Tahanan total merupakan penjumlahan tahanan pada tiap-tiap komponen pada rangkaian kelistrikan tersebut (Rtot=R1+R2+R3+ dan seterusnya)

Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel merupakan rangkaian kelistrikan dimana komponen atau beban disusun secara paralel atau bercabang. Pada rangkaian ini kelistrikan terdapat beberapa jalur sehingga apabila terjadi kerusakan pada satu komponen tidak akan mempengaruhi komponen lainnya.

Sifat-Sifat Rangkaian Paralel
  • Besar arus yang mengalir tiap komponen berbeda tergantung besarnya tahanan yang dilalui. Arus total merupakan penjumlahan arus yang mengalir pada tiap-tiap cabang. (Itot=I1+I2+I3+ dan seterusnya)
  • Tegangan yang mengalir pada tiap-tiap cabang sama seperti tegangan sumber (Vtot=V1=V2=V3= dan sterusnya)
  • Tahanan total merupakan jumlah kebalikan dari semua tahanan pada masing-masing cabang (1/Rtot=1/R1+1/R2+1/R3+1/R seterusnya)

Rangkaian Gabungan Atau Campuran

Rangkaian gabungan atau campuran merupakan rangkaian kelistrikan yang merupakan susunan dari rangkaian seri dan rangkaian paralel. Sifat- sifat rangkain campuran merupakan gabungan dari kedua sifat baik dari rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Contoh Perhitungan

  1. Terdapat sebuah rangkaian seri dimana beban (tahanan) disusun secara seri seperti gambar dibawah. Apabila tegangan sumber 9 volt dan tahanan masing-masing beban adalah R1= 2 ohm, R2= 3 ohm, R3= 4 ohm. Tentukan tegangan, arus, dan tahanan total dari rangkaian tersebut!
  2. Apabila terdapat sebuah rangkaian secara paralel dimana sumber 9 volt dan R1= 2 ohm, R2= 3 ohm, R3= 4 ohm. Tentukan tegangan, arus, dan tahanan total dari rangkaian tersebut! 
  3. Apabila terdapat sebuah rangkaian yang disusun secara campuran dengan sumber 9 volt dan R1= 2 ohm, R2= 3 ohm, R3= 4 ohm. Tentukan tegangan, arus, dan tahanan total dari rangkaian tersebut! 
Jawaban

1. Jawabannya sebagai berikut:
  • Tahanan total pada rangkaian seri yaitu Rtot=R1+R2+R3 maka Rtot= 2+3+4= 9 Ohm
  • Arus total pada rangkaian seri yaitu Itotal=I1=I2=I3=dan seterusnya maka I= V/Rtot = 9 Volt/9 Ohm= 1 Ampere
  • Tegangan total pada rangkaian seri yaitu Vtot=V1+V2+V3+dan seterusnya maka tegangan totalnya yaitu V1=1x2=2, V2=1x3=3, V3=1x4=4 maka tegangan total yaitu 9 Volt
2. Jawaban sebagai berikut:
  • Tegangan total pada rangkaian paralel yaitu Vtot=V1=V2=V3= dan seterusnya maka tegangan totalnya yaitu 9 Volt.
  • Arus total pada rangkaian paralel yaitu Itot=I1+I2+I3+ dan seterusnya maka arus totalnya sebagai berikut: I1=9/2=4.5, I2=9/3=3, I3=9/4 , maka Itotal = 9/2 + 9/3 + 9/4= 54/12+36/12+27/12=9.75A.
  • Tahanan total pada rangkaian paralel yaitu  1/Rtot=1/R1+1/R2+1/R3+1/R seterusnya maka Rtotal sebagai berikut: 1/2+1/3+1/4= 6/12+4/12+3/12= 13/12 untuk mendapatkan Rtotal merupakan kebalikan dari penjumlah tahanan pada setiap komponen maka 12/13= 0.9 Ohm
3. Jawaban sebagai berikut:
  • Rtotal= 2 + (1/3+1/4=7/12 dibalik maka 12/7=1.7) maka Rtot=2+1.7=3.7 Ohm.
  • I total= 9/3.7= 2.4 Ampere (I total pada rangkaian seri = I1=I2, maka kita anggap Itotal pada rangkaian paralel = I total pada rangkaian seri)
  • Vtotal= 9 Volt (Tegangan pada rangkaian seri apabila dijumlah akan sama dengan rangkaian pada tegangan paralel)
Diatas merupakan beberapa ulasan mengenai rangkaian kelistrikan sederhana yang banyak digunakan pada bidang otomotif. Terdapat macam-macam rangkaian kelistrikan sederhana dalam bidang otomotif seperti rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran.

EVALUSI

Jumat, 29 Januari 2021

Dasar-Dasar Sistem Pneumatik Dalam Bidang Otomotif

 

Materi Pembelajaran  Teknologi Dasar Otomotif

KD 3.10 Memahami dasar-dasar system pneumatic

Materi Minggu 4 Bulan Januari 2021

Jadwal Daring Jum’at, 29 Januari 2021 Pukul 13.00 -15.00

Pokok Pembahasan “Dasar-Dasar Sistem Pneumatik Dalam Bidang Otomotif”

PETUNJUK BELAJAR DARING

  1. Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini
  2. Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas
  3. Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring
  4. Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan
  5. Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

Pengertian Sistem Pneumatik

Pneumatik berarti angin atau udara. Sistem pneumatik merupakan semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan tenaga atau kerja. Sistem pneumatik kebanyakan digunakan pada sistem otomasi baik dalam dunia industri dan lain sebagainya. Untuk pengoperasian sistem pneumatik memerlukan udara bertekanan sebagai penggerak utama pada sistem pneumatik.


Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Pneumatik

Kelebihan Sistem Pneumatik

  • Fluida mudah didapat dan ditranfer
  • Dapat disimpan dengan baik
  • Penurunan tekanan relatif kecil dibanding sistem hidrolik
  • Viskositas kecil sehingga gesekan juga kecil
  • Aman terhadap kebakaran

Kekurangan Sistem Pneumatik

  • Bising
  • Gaya yang ditransfer terbatas
  • Dapat terjadi pengembunan sehingga menimbulkan karat

Komponen Sistem Pneumatik Dan Fungsinya

Berikut merupakan komponen sistem pneumatik dan fungsinya:
  1. Kompresor digunakan untuk menghisap udara di atmosfer kemudian disimpan kedalam tangki atau receiver.  Kompresor udara yang digunakan untuk menghasilkan kompresi udara
    untuk sistem diperlukan volume dan tekanan. Sebagai aturan, komponen
    pneumatik yang dirancang untuk operasi maksimum tekanan 800-1000 kPa (8 -
    10 bar) namun dalam prakteknya dianjurkan untuk beroperasi pada antara 500-
    600 kPa (5 dan 6 bar) untuk digunakan ekonomi dan keaman. Karena kerugian
    tekanan di sistem distribusi, kompresor dapat bekerja antara 650-700 kPa (6,5
    dan 7) bar. Gambar 1.3.a dan 1.3.b angka adalah contoh dari kompresor udara
    sementara Angka 1.3.c menunjukkan simbol ISO dari kompresor udara.



Kompresor adalah perangkat mekanik yang mengubah energi mekanik menjadi energi
fluida. Kompresor meningkatkan tekanan udara dengan mengurangi volume dan juga
meningkatkan suhu udara terkompresi. Kompresor dipilih berdasarkan tekanan yang

dibutuhkan untuk beroperasi dan volume pengiriman. Kompresor dapat
diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, yakni sebagai berikut :
a. Kompressor perpindahan positif
b. Kompressor perpindahan dinamis
Kompressor kerja tunggal (Single Acting Cylinder)
kompresor perpindahan positif termasuk jenis piston, jenis baling-baling, jenis
diafragma dan jenis sekrup.
Piston kompresor
Piston kompresor yang biasa digunakan dalam sistem pneumatik. Bentuk
paling sederhana adalah kompresor silinder kerja tunggal (Gbr. 35). Ini menghasilkan
satu pulsa dari udara per seher stroke. Saat piston bergerak ke bawah selama stroke
inlet valve inlet terbuka dan udara ditarik ke dalam silinder. Saat piston bergerak naik
katup inlet menutup dan katup buang membuka yang memungkinkan udara untuk
keluar.
Kompressor kerja ganda (double acting cylinder)




  1. Oil and water trap merupakan alat yang digunakan untuk memfilter atau menyaring uap air dan minyak dari udara agar tidak ikut masuk ke dalam sistem. Kaudungan air disini, dipisahkan secara maksimum untuk mencegah kegagalan pada sistem.
  2. Air Filter merupakan komponen yang berfungsi untuk memisahkan udara dari kotoran dan debu.

  3. Pressure regulator merupakan komponen pada sistem pneumatik yang berfungsi sebagai pengaman sistem pneumatik untuk mengatasi adanya tekanan udara berlebih pada sistem pneumatik.
  4. Restrictor merupakan komponen pada sistem pneumatik yang berfungsi sebagai pengontrol klep. Tipe restrictor ada dua yaitu tipe orrifice dan variable restrictor.
  5. Auto drain merupakan komponen yang berfungsi sebagai lubang pembuangan.
  6. Valve pengarah merupakan komponen yang berfungsi untuk mengarahkan atau mengalirkan udara bersih ke sistem yang memerlukan.
  7. Aktuator merupakan komponen yang berfungsi untuk merubah energi udara menjadi energi gerak untuk dapat dimanfaatkan sistem.
  8. Pengatur kecepatan merupakan komponen yang berfungsi untuk mengatur kecepatan gerak aktuator agar sesuai dengan yang diperlukan oleh sistem.

Prinsip Kerja Sistem Pneumatik

Sistem pneumatik memanfaatkan hukum aeromekanika yang menentukan keseimbangan antara udara di atmosfer dengan adanya gaya-gaya dari luar yaitu aerostatika dan aliran atau aerodinamika. Prinsip kerja sistem pneumatik sebenarnya sama dengan sistem hidrolis, perbedaannya hanya pada media penggerak yang digunakan dimana hidrolik menggunakan cairan dan pneumatik menggunakan udara. Tekanan udara atau udara yang dimampatkan inilah yang digunakan untuk menggerakkan aktuator yang digunakan untuk berbagai keperluan.

Udara di sedot oleh kompesor kemudian disimpan pada reservoir sampai tekanan mencapai batas standar yaitu 6-9 bar. Apabila kurang maka kinerja aktuator menjadi kurang dan apabila berlebih dapat berbahaya untuk sistem karena dapat menyebabkan kerusakan. Kemudian udara bertekanan dialirkan melalui pipa atau selang menuju ke berbagai komponen seperti oil and water trap untuk memisahkan cairan dari udara. Kemudian menuju filter untuk dibersihkan dari kotoran, diatur tekanannya sesuai dengan batas standar yang dapat diterima oleh sistem, diatur arah aliran menggunakan katup pengatur, dialirkan menuju atuator untuk melakukan kerja. Selain itu pneumatik dapat dikombinasikan dengan sistem elektrik seperti PLC dan rangkain kelistrikan lainnya.

ABSENSI SISWA DAN EVALUASI 

Kamis, 28 Januari 2021

Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Pengisian

 

Materi Pembelajaran  “Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor”

KD 3.6 Memahami Prinsip Kerja Sistem Pengisian

Materi Minggu 4 Bulan Januari 2021

Jadwal Daring Kamis, 28 Januari 2021 Pukul 07.30 -09.00

Pokok Pembahasan “ Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Pengisian)”

 

PETUNJUK BELAJAR DARING

 

  1. Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini
  2. Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas
  3. Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring
  4. Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan
  5. Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

Pada sepeda motor salah satu sistem yang utama adalah sistem pengisian, karena jika sistem ini tidak berfungsi maka komponen-komponen yang kelistrikan pada sepeda motor akan mengalami penuranan kinerja atau mungkin tidak dapat bekerja. baterai adalah komponen penyimpan daya yang utama pada sepeda motor, pada sepeda motor terbarus hampir semua komponen sepeda motor mengunakan arus listrik semisal sistem smart key, alaram, dan odometer jadi komponen baterai sangatlah penting perananya. jika baterai aus atau rusak mungkin sepeda motor masih bisa beroperasi tapi kurang maksimal. Sistem pengisian ini bertugas untuk mensuplai pengisisan ke baterai sepeda motor supaya baterai sepeda motor tidak tekor atau habis. jika baterai habis dayanya maka elektrik starter dan lampu sein pada sepeda motor akan tidak bekerja. maka dari itu perlulah suatu sistem yang bertugas untuk mengisi daya baterai secara terus menerus dan menjaga daya baterai supaya selalu terisi penuh. perlu perawatan dan pemerikasaan pada sistem pengisian. antra lain sebagi berikut:

a. Pemeriksaan Tegangan (voltage) pengisian sepeda motor

pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahi besarya arus pengisian yang mengalir dari alternator menuju ke baterai, berikut langkah-langkah pemeriksaanya:
1) Hidupkan mesin sampai mencapai suhu kerja yang optimal.
2) Ukur tegangan baterai menggunakan multimeter dengan skala voltmeter seperti pada gambar di bawah:

Standar tegangan pengisian sepeda motor pada putaran 5.000 rpm:
13,0 – 16, 0 V (Suzuki)
14,0 – 15,0 V (Honda)
14,5 V (Yamaha)

3) Baterai harus dalam keadaan normal jika tegangan yang diukur sesuai standar, maka cari penyebabnya : semisal soket kendor, kabel terputus untuk menentukan kemungkinan penyebab yang terjadi jika hasil tegangan pengisian tidak sesuai dengan standar.


Catatan:
a) Jangan memutuskan hubungan baterai dengan kabel manapun juga pada sistem pengisian tanpa mematikan kunci kontak terlebih dahulu karena dapat merusak alat uji dan komponen listrik.
b) Pastikan baterai dalam kondisi baik sebelum dilakukan pemeriksaan sistem pengisian sepeda motor.

b. Pemeriksaan Kebocoran Arus sepeda motor.
pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahi besarya arus yang bocor pada baterai, jika kebocoran arus terlau besar maka daya baterai akan cepat habis. berikut langkah-langkah pemeriksaanya:
1) Matikan kunci kontak putar ke posisi OFF kemudian lepaskan kabel negatif dari terminal baterai.
2) Hubungkan kabel positif (+) ampermeter ke kabel negatif baterai (massa) dan kabel negatif (-) ke terminal negatif baterai seperti gambar di bawah:
Standar kebocoran arus : maksimum 1 Ampere
3) Jika kebocoran arus melebihi standar yang ditentukan, kemungkinan yang terjadi ada hubungan arus pendek pada rangkaian sistem pengisian. pemeriksaan dilakukan dengan cara melepas satu persatu sambungan- sambungan pada rangkaian sistem pengisian sampai jarum penunjuk pada ampermeter tidak bergerak

c. Pemeriksaan Kumparan Generator (Alternator) sepeda motor
1) Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter) tahanan koil/kumparan pengisian (charging coil) dengan massa seperti gambar di bawah:

Standar tahanan/hambatan kumparan pengisian (pada suhu 200C):

0,2 – 1,5 ohm (fi) untuk Honda Astrea
0,3 - 1,1 fi (Honda Supra PGM-FI) 
0,6 - 1,2 fi (Suzuki Shogun)
0,32 – 0,48 fi (Yamaha Vega)
ika hasil pengukuran terlalu jauh dari standar yang sudah ditentukan, maka ganti kumparan stator alternator (koil pengisian). 
Catatan:
a) Warna kabel koil pengisian setiap merek/tipe sepeda motor berbeda, lihat buku manual yang bersangkutan untuk lebih jelasnya.
b) Pengukuran tahanan dapat dilakukan dengan cara kumparan stator dalam keadaan terpasang.

d. Pemeriksaan Regulator/Rectifier sepeda motor
pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahi kondisi dari Regulator/Rectifier supaya arus yang dihalkan optimal, berikut langkah-langkah pemeriksaanya:
1) Lepaskan konektor regulator/rectifier dan periksa keadaan konektor terhadap terminal-terminal yang longgar atau berkarat.
2) Periksa/ukur dengan menggunakan multimeter dengan skala ohmmeter tahanan pada terminal konektor regulator/rectifier seperti gambar di bawah:


Catatan:
a) Warna kabel pada konektor regulator/rectifier setiap merek/tipe sepeda motor kemungkinan berbeda, lihat buku manual yang bersangkutan untuk lebih jelasnya.
b) Standar tahanan (spesifikasi) pada konektor regulator/rectifier setiap merek/tipr sepeda motor kemungkinan berbeda, lihat buku manual yang bersangkutan untuk lebih jelasnya.
c) Tabel dibawah ini adalah contoh spesifikasi tahanan dan tegangan (voltage) regulator/rectifier sepeda motor Honda Tiger


3) Jika tahanan tidak sesuai dengan spesifikasi, maka ganti regulator/rectifier dengan yang baru.

EVALUASI DAN ABSENSI SISWA

Pengendalian mutu (Quality Control)

Modul Ajar Kreativitas, Inovasi, & Kewirausahaan Pengendalian Mutu (Quality Control) dalam Produks...