Kamis, 02 September 2021

Cara Kerja Motor Starter Pada Mobil

 cara kerja motor starter, fungsi, komponen beserta gambar rangkaiannya yang ada pada kendaraan, sistem yang berfungsi sebagai penggerak mesin pertama kali agar mesin hidup dan bisa dijalankan, suatu sistem yang ditujukan untuk mempermudah manusia dalam menghidupkan mesin mobil.

Kita tahu pada mesin-mesin konvensional terutama seperti mesin diesel satu silinder, untuk menghidupkan maka harus diongkel (menggunakan tenaga manusia).

Masak iya mobil juga harus diongkel? Ngga di ongkel yaa di dorong? Kan ngga mungkin kan, pasti butuh sistem yang hanya diputar melalaui switch kontak mesin bisa hidup, bahkan mobil-mobil sekarang ini untuk menstarter mobil tinggal pencet saja.

Sebagai dasar dari segala macam jenis motor starter, yang kami jelaskan saat ini merupakan motor starter tipe konvensional, tetapi pada dasarnya cara kerjanya sama walaupun jenisnya berbeda seperti motor starter tipe reduksi maupun rotary.

Mengenal Fungsi Motor Starter

Fungsi motor starter adalah untuk merubah energi listrik dari baterai menjadi energi gerak untuk memutar poros engkol pertama kali agar mesin dapat hidup menjalankan siklus kerjanya.

Output dari motor starter adalah putaran di gigi pinion yang apabila aktif akan maju dan berhubungan dengan ring gear pada fly wheel. Ring gear ini berhubungan langsung dengan crank shaft (poros engkol).

Pada motor starter terdapat gigi pinion, gigi pinion ini bisa maju mundur yang apabila aktif maka gigi pinion akan maju dan berhubungan dengan ring gear pada fly wheel. Fly wheel ini berhubungan langsung dengan poros engkol.

Komponen Motor Starter

Untuk mengetahui bagian-bagian motor starter, perhatikan gambar di bawah ini :




Komponen motor starter
  1. Gigi Pinion
    Adalah komponen yang berhubungan dengan ring gear pada fly wheel. Gigi pinion sebagai output putaran motor starter, dan memutar ring gear untuk memutar mesin pertama kali sampai mesin hidup.
  2. Magnetic Switch
    Berfungsi untuk mendorong pinion gear sehingga berhubungan dengan ring gear dan sebagai main switch yang memungkinkan arus yang besar langsung dari baterai mengalir ke motor starter. Lebih lanjut : Fungsi dan Cara Kerja Magnetic Switch
  3. Yoke dan Pole Core
    Yoke berfungsi sebagai tempat/dudukan pole core. Sementara pole core berfungsi sebagai penopang field coil dan memperkuat medan magnet.
  4. Field Coil
    Merupakan lempengan tembaga yang berfungsi untuk menghasilkan medan magnet yang diperlukan armature untuk merubah energi listrik menjadi energi gerak.
  5. Armature
    Berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi gerak (putar).
  6. Brush atau Sikat
    Terdiri dari dua jenis yaitu brush positif dan brush negatif, brush positif berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari field coil ke armature. Sementara brush negatif berfungsi mengalirkan dari armature ke massa.
  7. Armature Brake
    Berfungsi sebagai pengereman putara armature setelah lepas dari perkaitan dengan fly wheel (roda gila).
  8. Drive Lever
    Berfungsi untuk mendorong pinion gear dari perkaitan ring gear dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan ring gear pada saat mesin sudah hidup.
  9. Starter Clutch
    Berfungsi sebagai pengaman dari motor starter pada saat putaran mesin cenderung memutar pinion gear (karena putaran mesin lebih cepat) sehingga motor starter tidak mengalami kerusakan.
  10. Pinion Gear
    Berfungsi sebagai gear output yang menyalurkan energi putar yang dihasilkan motor starter ke ring gear (mesin).

Cara Kerja Motor Starter

Untuk cara kerja motor starter dibagi menjadi beberapa bagian, agar lebih mudah dipahami. Tetepi kesemua itu adalah suatu proses yang berkelanjutan. Berikut tahap-tahapnya :

1. Cara Kerja Motor Starter pada saat kunci kontak pada posisi START



Cara kerja motor starter posisi start

Dalam kunci kontak terdapat beberapa posisi seperti LOCK, OFF, ACC, ON dan ST. Nah untuk menstarter mobil/kendaraan adalah dengan memutar kunci kontak ke posisi ST/Starter. Ketika posisi arus dari baterai akan mengalir ke pull-in coil dan hold-in coil, dan berikut ini adalah aliran arus yang terjadi :

1. Arus dari baterai > Kunci kontak terminal ST > terminal 50 pada solenoid > pull-in coil > terminal C > field coil > brush positif > armaure > brush negatif > massa. Terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.

2. Arus dari baterai > Kunci kontak terminal ST > terminal 50 pada solenoid > kumparan hold in coil > massa. Terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

Ketika pull-in coil dan hold in coil teraliri arus, maka akan terjadi kemagnetan pada kedua kumparan.

Arus memiliki arah, karena kedua kumparan dialiri arus dengan arah yang sama maka kedua-duanya akan menimbulkan magnet yang saling menguatkan, dan kemagnetan pada keduanya ini akan menarik (pull) plunger ke-arah main switch.

Disamping itu drive lever juga akan menggeser starter clutch, agar pinion gear berhubungan dengan ring gear.

Pada saat yang sama arus yang relatif kecil juga mengalir ke field coil dan kumparan armature, maka putaran yang dihasilkan motor starter masih lambat.

Tetapi lambatnya putaran yang dihasilkan ini justru malah menguntungkan, pasalnya akan membuat proses perkaitan antara pinion gear dengan ring gear akan semakin mulus. Pada proses ini kontak plate belum menutup sepenuhnya main switch.

2. Cara Kerja Motor Starter – Pada saat pinion berkaitan penuh dengan ring gear


Gambar rangkaian cara kerja motor starter saat pinion berhubungan dengan ring gear

Pada saat pinion gear berkaitan penuh dengan ring gear, maka contact plate akan menutup main switch. Nah, kondisi yang seperti ini aliran arusnya dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
a. Batarai > kunci kontak terminal st > terminal 50 > hold-in coil > massa.
b. Baterai > terminal 30 > Contact plate > terminal C > Field coil > armature > massa.

Mengapa arus tidak melalui pull-in coil? Dapat dilihat pada gambar di atas, bahwa pull-in coil berhubungan dengan terminal C, sementara ada aliran arus dari terminal 30 ke kontak plate dan terminal C.

Karena ada arus inilah maka tidak adanya beda potensial di pull in coil, dan arus tidak mengalir ke pull-in coil.

Maka dari itu kontak plate hanya ditahan oleh kumparan hold-in coil, maka dari itu pada saat kerja seperti ini hold-in coil bekerja sesuai dengan namanya (menahan = hold).

Bersamaan dengan itu, coba perhatikan aliran arus di point b di atas. Ada arus yang besar dari baterai langsung ke field coil, dan armature. Arus yang besar ini akan menghasilkan output yang besar pula untuk memutar ring gear dalam rangka menghidupkan mesin.

Ketika mesin sudah hidup, maka bisa jadi putaran mesin lebih cepat ketimbang dari putaran yang dihasilkan oleh motor starter. Nah disaat-saat seperti ini starter clutch (kopling) bekerja, untuk menghindari terjadinya kerusakan dengan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebihan.

3. Cara Kerja Motor Starter pada saat Kunci Kontak Posisi ON



Ketika mesin sudah hidup, tentu kunci kontak akan kita kembalikan ke posisi ON. Bisa dilihat di gambar di atas, contact plate masih berhubungan denagan main switch, dan aliran arusnya adalah sebagai berikut :

Baterai > Terminal 30 > Contact plate > Terminal C > Pull-in coil > Hold-in coil > massa.
Baterai > Terminal 30 > Contact plate > Terminal C > Field coil > Armature > massa.

Aliran arus yang di atas, yang mengalir ke pull-in coil dan hold-in coil arah arusnya adalah berlawanan, hasil kemagnetan yang dihasilkannya pun juga berlawanan.

Hal ini membuat keduanya saling menghapuskan dan membuat kekuatan spring (pegas) mengembalikan posisi contact plate ke posisi semula. Drive lever juga menarik starter clutch dan pinion gear terlepas dari ring gear.

Senin, 30 Agustus 2021

Tahap Pengujian dan Pemeriksaan Motor Starter Mobil

 

Pemeriksaan saat di Mobil

Pemeriksaan baterai ini adalah pemeriksaan yang dilakukan pada kendaraan. Maksudnya adalah ketika sebuah mobil mengalami kegagalan saat melakukan starting maka kita perlu memeriksa motor starter tetapi ini kita lakukan pada kendaraan langsung. Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan dalam tahap ini. Berikut adalah daftar pemeriksaan yang harus dilakukan.

Pertama – Memeriksa baterai

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui berapa tengangan baterai di mobil Anda pada saat itu. Ini penting karena seperti Anda ketahui bahwa motor starter membutuhkan daya yang besar untuk dapat bekerja normal.

Hampir setiap mobil menggunakan baterai dengan tegangan 12 V. Untuk mengukur tegangan baterai, Anda dapat menggunakan AVO-meter atau multimeter. Caranya cukup mudah baik menggunakan AVO-meter analog maupun digital. Apabila Anda dapati bahwa tegangan baterai mobil Anda pada saat itu di atas 9,6 volt atau lebih, maka baterai Anda sesungguhnya memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk kerja motor starter. Tetapi jika di bawah nilai tersebut, tentu saja ini masalah pertama yang harus Anda hadapi dan selesaikan segera.

Tetapi jika nilai tegangan baterai tersebut terpenuhi tetapi motor starter tidak mau bekerja, ada kemungkinan bahwa ada kerugian tegangan di sepanjang rangkaian kelistrikan motor starter mobil Anda. Apakah ini menjadi masalah besar? Tentu saja karena kerugian yang disebabkan oleh misalnya korosi pada kepala baterai benar-benar akan menguras hampir setengah tegangan yang seharusnya sampai pada terminal C pada motor starter.

Oleh karena itu, sudah seharusnya Anda membersihkan kepala baterai dari korosi dan kerak karbon baik itu di terminal (+) atau terminal (-). Jika ini Anda telah lakukan maka kemungkinan kehilangan akibat kerugian tegangan dapat Anda hindari.

Kedua – Memeriksa kabel baterai

Pemeriksaan pada kendaraan terkait dengan motor starter adalah pemeriksaan kabel baterai. Mengapa kabel baterai? Ini penting karena jika tegangan yang sampai pada terminal 30 hanya sekitar 8 volt atau lebih rendah maka motor starter tidak mau bekerja.

Jika pada pemeriksaan bagian pertama diakibatkan oleh adanya korosi atau karbon yang menempel pada terminal-terminal baterai, maka kehilangan tegangan yang sampai pada terminal 30 ini biasanya berasal [masih] dari terminal bateri. Tetapi ini berasal dari keadaan kekencangan kabel baterai.

Kabel baterai yang terpasang pada terminal (kepala) baterai tidak kencang dapat mengakibatkan adanya kehilangan tegangan yang sampai pada terminal 30. Meskipun baterai memiliki tegangan yang besar atau cukup, jika kepala baterai kendor maka tegangan yang sampai pada terminal 30 tidak mencukupi untuk membuat armatur perputar kencang.

Terkadang masalah dapat menjalar ke masalah lain misalnya hubungan pendek. Kabel kendor baik itu yang berasalah dari terminal negatif (-) atau (+) baterai akan dapat mengakibatkan hubungan pendek. Tentu ini dapat menjadi masalah setidaknya putusnya sekring kunci kontak. Oleh karena itu, kencangkan kepala baterai baik itu positif (+) ataupun (-) untuk memastikan masalah yang berasal dari kabel baterai terhindari.

Ketiga – Memeriksa rangkaian KK

Pemeriksaan terakhir yang dilakukan tanpa menurunkan starter dari mobil adalah memeriksa rangkaian kunci kontak (KK). Pemeriksaan ini bukan memeriksa kunci kontak apakah bekerja dengan baik atau tidak, meskipun pada keadaan tertentu mungkin saja ini dilakukan, tetapi pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan pada terminal ST/50 pada solenoid di motor starter.

Pemeriksaan dilakukan dilakukan dengan memeriksa tegangan pada terminal 50 pada saat posisi kunci kontak ST. Pada saat tersebut tegangan pada terminal 50 haruslah 8 volt atau lebih. Jika nilai tegangan mencapai nilai tersebut maka kemungkinan motor starter bekerja sangat besar.

Tetapi apabila nilai tegangan di bawah nilai tersebut, ada beberapa hal yang seharusnya Anda periksa. Pemeriksaan meliputi seluruh rangkaian kelistrikan motor starter, yakni sekring, relay, switch netral (untuk mobil dengan transmisi otomatis), dan termasuk juga kemungkinan kerusakan pada KK itu sendiri.

Pengujian Menggunakan Baterai

Apabila pemeriksaan motor starter yang dilakukan pada kendaraan seperti 3 pemeriksaan di atas telah dilakukan dengan baik, dan hasilnya semua dalam keadaan  normal maka ketika masalah belum terselesaikan, motor starter sebaiknya diturunkan dari kendaraan (baca: Cara menurunkan motor starter dari mobil.). Setelah menurunkan motor starter dari mobil, perlu dilakukan beberapa pengujian berikut ini.

Pertama – Pengujian pull-in coil (kumparan tarik)



Pemeriksaan Pull-in Coil

Perhatikan gambar di atas. Rangkai sesuai dengan gambar untuk mendapatkan hasil pengujian yang benar. Bagian negatif baterai dihubungkan dengan bodi motor starter dan terminal C. Sementara itu, bagian positif (+) baterai dihubungkan ke terminal 50. Jangan lupa untuk melepas kabel yang menghubungkan terminal C dengan komponen armature.

Pengujian pertama bertujuan untuk memeriksa apakah pull-in coil dapat bekerja dengan baik atau tidak. Pada saat baterai dihubungkan pada motor starter (lihat gambar), jika pinion bergerak ke arah luar maka pull-in coil dalam keadaan baik. Tetapi jika gigi pinion tetap diam seperti sebelum terminal positif dihubungkan dengan terminal 50 maka dapat dipastikan bahwa pull-in coil rusak.

Kedua – Pengujian hold-in coil (kumparan pemegang)



Pengujian Hold-in coil

Perhatikan gambar di atas baik-baik. Rangkaialah motor starter dan baterai tepat seperti gambar di atas. Rangkaian ini sama seperti dalam pengujian pull-in coil. Sekali lagi jangan lupa melepaskan kabel dari terminal C.

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memeriksa apakah hold-in coil atau kumparan pemegang dapat bekerja dengan baik atau tidak. Setelah Anda menghubungkan terminal (+) baterai Anda hubungkan dengan terminal 50 dan gigi pinion telah maju, biarkan terminal (+) tetap terhubung dengan terminal 50. Kemudian lepaskan kabel negatif (-) baterai dari terminal C. Lihat apakah plunyer (roda gigi pinion) tertarik setelah kabel ini dilepas. Mengapa? Karena masih ada arus yang mengalir pada hold-in coil dan kumparan pemegang ini masih menimbulkan magnet untuk menahan plunyer.

Kondisi yang seharusnya roda gigi pinion tetap dalam posisi seperti sebelumnya (maju). Jika tetap pada posisi sebelumnya berarti hold-in coil bekerja dengan baik. Tetapi apabila roda gigi pinion tertarik kembali seperti pada saat tidak ada arus listrik mengalir ke solenoid maka dapat dipastikan kumparan pemegang dalam kondisi rusak.

Ketiga – Pengujian return spring



Pengujian return spring

Rangkaian masih sama dengan rangkaian sebelumnya, yakni seperti rangkaian terakhir pengujian hold-in coil.

Pengujian ini bertujuan untuk memeriksa apakah return spring dalam keadaan baik atau tidak. Ketika kabel terminal (-) baterai dilepaskan dari bodi motor starter, seharusnya gigi pinion segera tertarik ke belakang. Ini karena sudah tidak ada lagi kemagnetan yang dihasilkan dari hold-in coil. Jika gigi pinion tetap dalam keadaan maju (tidak tertarik ke belakang) maka yang paling mungkin terjadi adalah return spring (pegas pengembali) tidak bekerja dengan baik alias rusak. Ganti pegas pengembali untuk menjadikan kondisi normal kembali.

Pemeriksaan Komponen-komponen Motor Starter

Setelah Anda melakukan pengujian motor starter pada saat masih ada di mobil ataupun setelah diturunkan dari mobil, dan ternyata hasilnya semua bagus, tetapi motor starter masih tidak bisa berfungsi, kini saatnya Anda melakukan pemeriksaan komponen-komponen motor starter. Pemeriksaan komponen-komponen motor starter ini tentu saja harus melalui proses (langkah) membongkar motor starter. Setelah motor starter Anda bongkah, berikut adalah pemeriksaan yang harus Anda lakukan.

Pertama – Pengujian armature

Dalam pengujian armature ada dua yang harus diuji. Berikut kami uraikan satu persatu.

Pemeriksaan hubungan singkat

Perhatikan gambar di atas. Gambar menunjukkan cara pemeriksaan hubungan singkat yang terjadi pada armature dengan masa (ground). Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan AVO-meter atau multimeter. Arahkan selektor AVO-meter ke posisi Ohmmeter. Caranya mudah yakni dengan menghubungkan salah satu kabel AVO-meter ke gulungan armature sementara kabel satunya ke segmen komutator. Apabila terjadi hubungan singkat dengan tanda AVO-meter berbunyi atau tanda penunjukkan pengukuran hambatan bergerak, maka dapat dipastikan armature rusak. Dan tentu saja perlu diganti.



Ada cara lain untuk melihat hubungan singkat pada armature. Ini lebih sederhana tetapi harus ada alat khusus untuk memeriksanya. Alat tersebut adalah Glowler. Perhatikan gambar di atas. Letakkan armatur seperti pada gambar. Selanjutnya ambil plat logam yang tipis dan tempelkan pada bagian armature dan nyalakan glowler. Ada tidaknya hubungan singkat pada armature ditandai dengan adanya getaran atau tidak yang terjadi pada plat logam tersebut. Jika plat logam bergetar saat glowler hidup maka terjadi hubungan singkat dan sebaliknya.

Pemeriksaan hubungan tiap segmen

Pemeriksaan atau pengujian yang kedua adalah hubungan antara segmen-segmen. Perhatikan gambar di atas. Gambar menunjukkan cara menguji atau memeriksa hubungan antar segmen.

Alat yang digunakan tetap AVO-meter dan probe tetap diarahkan pada Ohmmeter. Cara memeriksanya adalah dengan meletakkan salah satu kabel AVO-meter ke salah satu segmen dan satu kabel lainnya diletakkan pada segmen yang ada di sebelahnya. Ini dilakukan secara bergantian dan berurutan.

 Jika di antara urutan pemeriksaan segmen tersebut ada yang tidak tersambung atau AVO-meter tidak berbunyi atau tanda penunjuk pengukuran tidak bergerak maka ada segmen yang terputus. Perbaikannya tentu dengan menyambung segmen tersebut. Tetapi ini jarang dilakukan oleh mekanik mobil. Biasanya akan dibawa ke bengkel dinamo untuk perbaikan selanjutnya.

Catatan: Sebaiknya sebelum melakukan pemeriksaan bersihkan terlebih dahulu segmen-segmen pada komutator dengan amplas halus. Supaya kotorsan dan bekas kerak panas yang bertumpuk menjadi besih.

Kedua – Pemeriksaan komutator, sikat, holder sikat, dan kopling motor starter

Pada bagian kedua ini, ada cukup banyak yang harus diperiksa dan diuji. Ada sembilan bagian komponen yang harus diperiksa dengan berbagai macam jenis kemungkinan kerusakan masing-masing. Berikut adalah pemeriksaan dan pengujian tersebut.

Run out komutator



Pemeriksaan run out komutator bertujuan untuk mengetahui rerata permukaan komutaro. Dalam hal ini alat yang digunakan adalah V-block dan dial guage untuk mencari nilai ketidakrataan. Nilai ketidakrataan maksimum yang diperbolehkan pada sebuah komutator adalah 0,05 mm atau 0,0020 inchi. Apabila nilai terukur pada dial gauge melebihi nilai ini maka komutator perlu perbaikan.

Diameter komutator


Pemeriksaan berikutnya adalah mengukur diameter komutator. Perhatikan gambar di atas. Alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran ini adalah jangka sorong. Jika Anda belum tahu cara menggunakan jangka sorong, baca: Cara menggunakan jangka sorong.

Secara umum nilai diameter standar adalah 28 mm (lihat buku panduan kendaraan untuk tepatnya). Beda jenis kendaraan atau beda jenis motor starter akan memiliki diameter yang berbeda. Tetapi nilai yang diizinkan pada selisih diameter adalah 1 mm. Oleh karena itu, jika nilai standarnya adalah 28 mm, maka nilai maksimum yang diperbolehkan pada saat pengukuran adalah 27 mm. Jika nilainya lebih kecil dari 27 mm maka Anda perlu mengganti armature dinamo starter Anda.

Kedalaman Segmen Komutator


Pada komutator ada alur-alur di antara segmen-segmennya. Bagian ini perlu dibersihkan dan kedalaman alur-alur di antara komutator tersebut perlu diukur. Pembersihan alur dan segmen komutator dapat menggunakan amplas halus. Sementara itu, kedalaman dapat Anda ukur dengan menggunakan jangka sorong (untuk mengukur kedalaman). Kedalaman standar adalah secara umum 0,6 mm (pada gambar di atas tertulis 0,5-0,8 mm). Kedalaman minimun yang diperbolehkan adalah 0,2 mm. Jika kedalaman kurang dari 0,2 mm maka perlu diperbaiki, seperti memperbaiki gergaji (sederhananya).

Mengukur panjang sikat (brushes)


Sikat terdiri dari sikat positif dan negatif. Biasanya ada empat dengan sepasang-sepasang dalam bekerjanya. Akan tetapi posisi mereka pada sebuah motor starter sama. Oleh karena itu seringkali panjang (ketebalan) sikat akan sama setelah dipakai sekian lama.

Pengurangan panjang atau ketebalan sikat ini harus diperiksa dengan cara mengukur panjangnya. Anda dapat menggunakan jangka sorong untuk mengukur panjang sikat. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan panjang sikat standar (sesuai dengan buku manual kendaraan). Panjang standar biasanya 14,0 mm atau sekitar 0,551 inchi. Sementara itu panjang minimum yang diperbolehkan adalah 9,0 mm atau sekitar 0,354 inchi. Jika nilai panjang pengkuran di bawah nilai minimum panjang maka sikat harus diganti.

Short cicuit pemegang sikat


Pemeriksaan selanjutnya masih terkait dengan sikat, yakni pemegang sikat atau brush holder. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan hubungan singkat antara pemegang sikat positif dan pemegang sikat negatif. Gunakan ohm meter untuk mengetahui apakah ada hubungan singkat atau tidak. Jika terdapat hubungan singkat, silahkan lakukan perbaikan.

Roda gigi pinion dan kopling

Periksa keausan atau kerusakan yang terjadi pada roda gigi pinion. Apabila ada kerusakan pada roda gigi, silahkan ganti roda gigi tersebut.



Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan pada kopling motor starter. Caranya cukup mudah. Perhatikan gambar di atas. Putar kopling geser searah jarum jam maka roda gigi pinion akan dapat berputar bebas. Sementara itu, ketika koplin digeser berlawanan arah jarum jam, maka roda gigi pinion akan terkunci. Kondisi di luar ini, maka kopling rusak dan perlu diganti.

Ketiga – Pemeriksaan field coil (kumparan medan)

Sirkuit field coil

Pemeriksaan sirkuit field coil adalah bagian dari pemeriksaan field coil secara keseluruhan. Perhatikan gambar di atas. Dengan menggunakan ohm meter, periksa kontinuitas antara kabel timah dan sikat. Jika tidak ada kontinuitas maka gulungan atau kumparan medan putus. Oleh karena itu, perlu dilakukan pergantian field coil.

Hubungan singkat field coil



Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan hubungan singkat field coil. Cara memeriksanya menggunakan AVO-meter yang diset pada ohm meter. Perhatikan gambar di atas. Periksalah bahwa tidak ada kontinuitas antara ujung field coil dan field coil fram (yoke). Apabila terdapat kontinuitas, maka ganti atau perbaiki. Pemeriksaan dan pengujian motor starter harus dilakukan secara seksama untuk mendapatkan hasil yang baik. Kadang kala ada beberapa kekeliruan yang tidak disengaja. Jadi, lebih bijak apabila melakukan pengujian dan pemeriksaan semua yang berkaitan dengan motor starter, dua kali. Pemeriksaan yang baik akan memungkinkan mendapatkan hasil yang baik pula. Selamat belajar dan bekerja, semoga sukses selalu….!


Rabu, 11 Agustus 2021

Perawatan Sistem Kelistrikan Dan Pengaman (Part2) Batrei

 

Perawatan Sistem Kelistrikan Dan Pengaman (Part2) Batrei

 Materi Pembelajaran  Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan

Kelas         : XI Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Semester  : 3 (Gasal)

KD 3.1 Menerapkan cara Perawatan Sistem Kelistrikan

Materi  Ke- 3. Minggu 2 Bulan Agustus  2021

Pokok Pembahasan “Perawatan Sistem Kelistrikan Dan Pengaman (Part2) Batrei.

PETUNJUK BELAJAR DARING

1.   Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini

2.   Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas

3.   Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring

4.   Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan

5.   Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN


Lembar Evaluasi



Perawatan Sistem Kelistrikan Dan Pengaman (Part1)

 Materi Pembelajaran  Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan

Kelas         : XI Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Semester  : 3 (Gasal)

KD 3.1 Menerapkan cara Perawatan Sistem Kelistrikan

Materi  Ke- 3. Minggu 1 Bulan Agustus  2021

Pokok Pembahasan “Perawatan Sistem Kelistrikan Dan Pengaman (Part1).

PETUNJUK BELAJAR DARING

1.   Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini

2.   Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas

3.   Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring

4.   Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan

5.   Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN


Lembar Evaluasi 


Senin, 09 Agustus 2021

Diagnosa Kerusakan dan Perbaikan Sistem Starter (Part.1)

 ateri Pembelajaran           : Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan

Kelas                                      : XII

KD 3.13 Mendiagnosa Kerusakan Sistem Starter

Materi  Ke- 3. Minggu 2 Bulan Agustus  2021

Pokok Pembahasan “Diagnosa Kerusakan dan Perbaikan Sistem Starter (Part.1)

PETUNJUK BELAJAR DARING

  1. Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini
  2. Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas
  3. Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring
  4. Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan
  5. Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

Simak Video Pembelajaran Berikut Ini


Lembar Evaluasi 


Kamis, 05 Agustus 2021

Pemeliharaan Kebersihan Perlengkapan dan Area Kerja

 

Materi Pembelajaran    : Teknologi Dasar Otomotif

Kelas                              : X

KD 3.1 Memahami Prinsip-Prinsip Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)

Materi  Ke- 2. Minggu 1 Bulan Agustus  2021

Pokok Pembahasan “Pemeliharaan Kebersihan Perlengkapan dan Area Kerja

PETUNJUK BELAJAR DARING

1.   Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini

2.   Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas

3.   Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring

4.   Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan(Dapat diulang jika nilai belum KKM, Nilai yang dipakai Nilai Yang tertinggi)

5.   Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

Simak Video Pembelajaran Berikut ini


Bukti Evaluasi
Lembar Evaluasi


LEMBAR JOBSHEET Kreativitas dan Inovasi dalam Kewirausahaan

 Berikut jobsheet yang disesuaikan dengan ketentuan siswa tidak diperbolehkan menggunakan HP selama pembelajaran. Semua kegiatan dikerjakan...