Selasa, 27 Juli 2021

Perawatan Sistem Kelistrikan Dan Pengaman

 

Materi Pembelajaran  Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan

Kelas         : XI Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Semester  : 3 (Gasal)

KD 3.1 Menerapkan cara Perawatan Sistem Kelistrikan

Materi  Ke- 2. Minggu 4 Bulan Juli  2021

Jadwal Daring Rabu, 28 Juli 2021 Pukul 08.45 -09.45

Pokok Pembahasan “Perawatan Sistem Kelistrikan Dan Pengaman .

PETUNJUK BELAJAR DARING

1.   Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini

2.   Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas

3.   Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring

4.   Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan

5.   Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

A.   Pengertian Sistem Kelistrikan Dan Pengaman

Sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk suatu totalitas. Kelistrikan dapat diartikan sebagai gejala alam yang timbul dari polaritas dua garis elementer, yakni proton yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif. Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem kelistrikan mobil adalah rangkaian energi listrik yang disusun untuk menjalankan sebuah fungsi tertentu pada sebuah kendaraan. Fungsi sistem pengamanan pada kendaraan adalah melindungi kabel, konektor, sakelar, dan komponen sistem kelistrikan lainnya yang sering mengalami kerusakan pada komponen akibat hubungan singkat. Komponen ini dipasang dengan menyisipkan pada rangkaian sistem kelistrikan seperti fusible link, fuse, dan circuit breaker. Berikut contoh gambar sistem kelistrikan mobil.





B.   Fungsi Sistem Kelistrikan Mobil

a.    Membangkitkan bunga api yang dapat membakar campuran bahan bakar dalam silinder, seperti sistem pengapian.

b.    Membantu menghidupkan mesin pada awal (start) dengan putaran tertentu, seperti sistem starter.

c.    Menghasilkan tenaga listrik dan mempertahankan sumber arus (baterai) tetap terisi, seperti sistem pengisian.

d.    Dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara, seperti sistem AC, sistem ABS, sistem kelistrikan bodi, sistem airbag, dan penghapus kaca (wiper).

C.   Macam – Macam Sistem Kelistrikan

Sistem kelistrikan mobil dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a.    Sistem kelistrikan mesin




Berikut ini macam-macam sistem kelistrikan mesin pada mobil:

1)  Sistem Pengapian

Syarat terjadinya pembakaran di dalam silinder adalah harus ada unsur udara, bahan bakar, dan api. Sistem pengapian merupakan sumber bunga api yang menimbulkan ledakan campuran udara bahan bakar, sehingga terjadi proses pembakaran di ruang bakar.

2)  Sistem Starter

Mesin tidak akan dapat hidup (dihidupkan dengan tombol start) sebelum melakukan siklus operasionalnya, antara lain langkah hisap, kompresi, usaha, dan buang. Untuk membantu melakukan siklus pendahuluan saat awal menghidupkan, dibutuhkan sistem starter dengan cara memutarkan poros engkol.

3)  Sistem Pengisian

Baterai sebagai sumber arus hanya dapat menyimpan dan tidak dapat menghasilkan arus, sedangkan kapasitas baterai terbatas dan tidak dapat memberikan arus yang dibutuhkan pada kelistrikan mobil secara terus-menerus. Sistem yang memproduksi arus berfungsi untuk mengisi baterai dan memberikan arus yang dibutuhkan pada semua kelistrikan mobil saat mesin bekerja itulah yang disebut sebagai sistem pengisisan.

4)  Sistem EFI

Pada mobil konvensional, karburator berfungsi mencampurkan udara dan bahan bakar yang menghasilkan gas yang mudah terbakar berupa kabut. Selain itu, fungsi lain kaburator adalah mengatur kebutuhan campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam silinder. Hal tersebut menghasilkan perbandingan campuran yang tepat berdasarkan RPM, temperatur, dan beban mesin kendaraan. Sistem EFI merupakan pengganti sistem karburator kendaraan saat ini yang dikontrol secara elektrik. Sistem EFI juga berfungsi untuk menyetarakan perbandingan udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam silinder dengan cara penginjeksian yang sesuai dengan kondisi kendaraan.

5)  Sistem Common rail

Common rail pada dasarmya sama dengan sistem EFI yang berfungsi untuk mengatur suplai bahan bakar yang masuk ke ruang bakar, namun perbedaanya common rail digunakan pada mobil diesel.

6)  Sistem Pemanas

Pada mesin diesel bertipe indirect, terdapat sistem pemanas pendahuluan dengan kondisi pada ruang bakar dipasangkan glowplug yang dibutuhkan. Hal tersebut berfungsi untuk memanaskan ruang bakar saat start (mesin dingin). Glowplug terdiri dari coil pemanas. Pada mesin diesel tipe indirect terdapat sistem pemanas pendahuluan di mana di dalam ruang bakar dipasang glowplug yang dibutuhkan untuk memanaskan ruang bakar pada saat awal start ketika mesin dingin. Glow plug terdiri dari gulungan (coil) dan pemanas yang terletak pada tabung. Kemudian, aliran listrik akan mengalir melalui coil panas (heating coil) untuk memanaskan tabung (heater tube). Berikut adalah contoh gambar rangkaian Glowingup.



b.    Sistem Kelistrikan Bodi

Sistem Kelistrikan Bodi dilengkapi terdiri dari jaringan kabel (wiring harness), sistem penerangan exterior (lampu kepala, lampu kota, dan kabut); lampu penerangan interior (lampu kabin); lampu peringatan (lampu sein, lampu mundur, kalkson); switch dan relay; meter kombinasi dan gouge; wiper dan washer. Komponen-komponen tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan saat berkendara.

c.    Sistem Kelistrikan Sasis

1)    ABS dan EBD

 Anti-Lock Brake System (ABS) merupakan sistem pengereman yang dikontrol secara elektronik. Sistem ini menggunakan suatu unit komputer actuator yang berfungsi mengendalikan tekanan hidrolik menuju disc brake caliper pada roda mobil. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya dua hal, yaitu roda terkunci dan pengendalian mobil ketika berhenti mendadak atau berjalan pada permukaan jalan yang licin. Sedangkan Electronic Brake Force Distribution (EBD) merupakan tambahan bagi fungsi ABS untuk mengoptimalkan pengereman. ABS dan EBD mendistribusikan tekanan pengereman yang berbeda-beda ke setiap roda dengan menyesuaikan kondisi jalan, kecepatan, dan beban, serta menentukan roda yang tepat agar mendapatkan tenaga pengereman yang paling kuat. Dengan demikian tekanan masing-masing roda seimbang.



2)    Brake Assist (BA)

Sistem Brake Assist (BA) merupakan sistem bantu rem yang bekerja saat kendaraan membutuhkan daya pengereman yang besar. Hal tersebut dapat dijelaskan dalam beberapa situasi antara lain, saat pengereman mendadak, jalan menurun, atau beban penuh yang dikontrol oleh ECU. Sistem ECU tersebut berdasarkan kecepatan penerapan pedal rem atau kenaikan tekanan master silinder rem.



3)    Traction Control (TRC)



Traction Control Traction Control (TRC) berfungsi menambah stabilitas pengendaraan dengan cara mengurangi output mesin dan melakukan pengereman secara efektif untuk menahan roda tidak tergelincir. Bentuk kegunaan TRC antara lain, kendaraan dapat dihidupkan (start); dan berakselerasi lembut pada permukaan jalan yang licin, meskipun hal tersebut berakselerasi saat kondisi berbelok; digunakan untuk mobil off road 4WD agar mobil tidak terangkat ke atas dan tergelincir.

4)    Vehicle Stabilty Control (VSC)

Vehicle Stabilty Control (VSC) sistem yang bekerja secara otomatis dengan cara mengurangi output mesin, saat menikung atau berpindah jalur, sehingga keadaan kendaraan tetap terkontrol secara aman sesuai jalur lintasannya. Berikut adalah contoh gambar rangkaian Vehicle Stabilty Control (VSC).



5)    Hill Start Asist (HSA)

 Hill Start Asist (HSA) merupakan sistem yang bekerja saat kendaraan berada pada daerah menanjak >45o . HSA menahan secara otomatis, sehingga pengemudi memiliki cukup waktu untuk memindahkan kaki dari pedal rem ke pedal gas dan dapat menekan gas sebelum terlepas dari kondisi pengereman. Kendaraan dengan jenis SUV dan truck dilengkapi dengan Downhill Assist Control (DAC). Hal tersebut bertujuan agar mobil dapat berjalan stabil saat kendaraan berada pada jalan yang menurun. Cara kerjanya yaitu dengan memberikan pengaturan berapa besar daya rem yang harus dikirimkan ke masing-masing roda.

 

d.    Sistem Kelistrikan Infotainment

Selain keamaan, fasilitas setiap kendaraan saat ini telah berkembang. Teknologi yang bersifat memberi informasi terkait kondisi mobil secara umum dan hiburan yang diperlukan dalam memberikan kenyamanan bagi pengendara, salah satunya adalah sistem audio, audio video, Global Position Sensor (GPS), USB port, dan cigarette lighter. Berikut adalah kedua contoh gambar sistem kelistrikan infotaiment, yaitu gambar rangkaian sistem kelistrikan audio dan sistem global possition sensor



e.    Sistem Kelistrikan Tambahan (assesoris)

Sistem kelistrikan tambahan (assesoris) merupakan sistem yang termasuk diluar sistem kelistrikan utama yang memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan dalam berkendara.

1)    Sistem power mirror

 Sakelar power mirror ditempatkan di dashbord dekat dengan pengemudi. Pada sakelar power mirror terdapat dua tanda, yaitu L (left) dan R (right) yang berfungsi untuk memilih kaca spion yang ingin disetel dan memilih tombol kontrol gerakan atas, bawah, kanan, dan kiri. Selain itu, sistem power mirror juga memiliki motor power yang menggerakan tuas pengontrol posisi kaca. Berikut adalah gambar rangkaian dari sistem power mirror.



 

2)    Sistem Lampu Kabut Depan dan Belakang

 Sistem lampu kabut depan dan belakang digunakan saat kondisi cuaca berkabut. Sakelar lampu kabut dapat bekerja saat lampu kota (tail) dan lampu kepala (head) telah dihidupkan. Berikut contoh gambar rangkaian sistem lampu kabut.



3)    Airbag

Airbag adalah perangkat keselamatan yang berbentuk kantong udara yang mengembang terjadi benturan. Hal itu berfungsi untuk melindungi bagian kepala, leher, dan dada saat terjadi kecelakaan. Airbag bekerja berdasarkan signal sensor pada kendaraan. Tekanan udara juga telah disesuaikan agar tidak mencederai pengemudi. Selain berfungsi untuk melindungi pengemudi, airbag berfungsi melindungi penumpang dengan diletakkan di bagian depan kursi dan sisi kursi.



4)    Immobilizer

Immobilizer digunakan sebagai kelengkapan standar keamanan kendaraan dengan kondisi kunci kontak terdapat chip sebagai transmitter (pengirim gelombang radio). Apabila signal yang dikirimkan sesuai, maka transponder akan mengirimkan data ke ECU untuk mengaktifkan rangkaian sistem ignition dan menghidupkan relay fuel pump. Tetapi, jika tidak sesuai, mesin tidak dapat dihidupkan. Berikut contoh gambar rangkaian Immobilizer



5)    Sistem Alarm

Sistem Alarm merupakan sebuah perangkat keamanan kendaraan yang bekerja dengan memberi tanda peringatan berupa bunyi. Jika terjadi pintu mobil dibuka secara paksa, maka dapat diaktifkan atau dinonaktifkan menggunakan remote control yang terpasang pada kunci mobil.



6)    Sistem Lampu pengendaraan siang hari (Daytime Running Light) Daytime

 Running Light merupakan sistem penerangan yang berfungsi menerangi jalan, abila kondisi cuaca tiba-tiba gelap saat melewati terowongan atau berkabut. Berikut contoh gambar rangkaian Daytime Running Light.


Bukti Evaluasi

Lembar Evaluasi

 

Senin, 26 Juli 2021

Memahami Prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja

 


Materi Pembelajaran    : Teknologi Dasar Otomotif

Kelas                              : X

KD 3.1 Memahami Prinsip-Prinsip Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)

Materi  Ke- 1. Minggu 4 Bulan Juli  2021

Jadwal Daring Selasa, 26 Juli 2021 Pukul 08.45 -09.45

Pokok Pembahasan “Keselamatan dan Kesehatan Kerja

PETUNJUK BELAJAR DARING

1.   Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini

2.   Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas

3.   Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring

4.   Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan(Dapat diulang jika nilai belum KKM, Nilai yang dipakai Nilai Yang tertinggi)

5.   Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

Simak  VIdeo Pembelajaran Berikut Ini(Materi Pembelajaran ada di dalam Video Berikut) 


Lemba Evaluasi


Rabu, 21 Juli 2021

Mengenal Wiring Diagram dan Cara Kerja Sistem Power Window, Central Lock, dan Alarm

 

Materi Pembelajaran    : Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan

Kelas                              : XII

KD 3.12 Mendiagnosa Kerusakan Sistem Kelistrikan dan Kelengkapan Tambahan

Materi  Ke- 1. Minggu 3 Bulan Juli  2021

Jadwal Daring Kamis, 22 Juli 2021 Pukul 08.45 -09.45

Pokok Pembahasan “Mengenal Wiring Diagram dan Cara Kerja Sistem Power Window, Central Lock, dan Alarm

PETUNJUK BELAJAR DARING

1.   Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini

2.   Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas

3.   Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring

4.   Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan

5.   Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

1. Wiring Diagram dan Cara Kerja Sistem Power Window
Saat posisi sakelar utama power window yang terletak di depan ruang pengemudi
dalam keadaan lock (terkunci), semua pintu penumpang belakang dan depan tidak
dapat dioperasikan melalui sakelar penumpang (passenger switch). Sakelar utama
(driver) dapat bekerja secara manual dan otomatis. Ketika sakelar ditarik dan ditekan
secara penuh, kaca akan naik dan turun sampai dengan titik maksimum. Hal itu juga
dapat dioperasikan secara manual dengan cara menarik dan menekan setengah
sehingga kaca dapat dibuka sesuai dengan kebutuhan.

Baca Materi sellengkapnya disini

Cek Daftar Siswa yang sudah absensi dan mengerjakan evaluasi disini

Lembar Evaluasi dan Absensi silahkan isi form dibawah ini


Selasa, 20 Juli 2021

Perawatan Kelistrikan Kendaraan Ringan

 

Materi Pembelajaran  Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan

Kelas         : XI Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Semester  : 3 (Gasal)

KD 3.1 Menerapkan cara Perawatan Sistem Kelistrikan

Materi  Ke- 1. Minggu 1 Bulan Juli  2021

Jadwal Daring Rabu, 21 Juli 2021 Pukul 08.45 -09.45

Pokok Pembahasan “Perawatan Kelistrikan  Kendaraan Ringan”

PETUNJUK BELAJAR DARING

1.   Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini

2.   Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas

3.   Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring

4.   Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan

5.   Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJARAN

Perawatan kelistrikan kendaraan ringan seperti halnya mobil penumpang menjadi aspek yang perlu diketahui setiap pemilik. Sebabnya sistem elektronik itu sendiri memiliki peran yang sangat penting.

Mobil penumpang atau kendaraan ringan secara lebih luas bukan hanya membutuhkan mesin untuk bisa beroperasi secara normal. Tapi selain itu juga butuh sistem kelistrikan yang baik.

Faktanya, tanpa sistem kelistrikan maka mesin kendaraan pun tak akan bisa menyala.

Satu hal yang perlu diketahui, jika kita bicara sistem kelistrikan cakupannya sangat luas. Mulai dari kelistrikan mesin, kelistrikan bodi, hingga kelistrikan untuk menunjang sisi keamanan dan keselamatan.

Masing-masing memiliki ‘penyakitnya’ sendiri, tapi Carmudian tak perlu bingung karena kita coba bahas satu per satu termasuk cara perawatannya.

Walaupun pada akhirnya proses perawatan atau perbaikan itu tidak dilakukan seorang diri. Tapi setidaknya Carmudian memiliki gambaran hal apa yang perlu dilakukan.

Ilustrasi Lampu Mobil

Bukan hanya aki, sistem kelistrikan juga mencakup lampu-lampu kendaraan. (Foto: Pixabay/Free Photos)

Isi Konten [show]

Pengertian dan Fungsi Kelistrikan

Sebelum masuk ke topik perawatan kelistrikan kendaraan ringan khususnya mobil penumpang, ada baiknya kita intip dulu pengertian dan fungsi dari sistem kelistrikan.

Dirangkum dari sejumlah sumber, sistem kelistrikan mobil merupakan serangkaian komponen atau energi yang dirancang untuk menopang kerja atau fungsi tertentu pada sebuah kendaraan.

Jadi setiap komponen atau fitur mobil yang membutuhkan listrik untuk bisa berfungsi maka masuk dalam sistem kelistrikan.

Wah, banyak banget, dong?

Memang. Mulai dari sistem starter, pengapian, lampu-lampu, audio, ABS, sampai head unit membutuhkan listrik untuk bisa bekerja.

Sampai di sini bisa disimpulkan sistem kelistrikan mobil sangatlah penting.

Beberapa fungsi utama yang dijalani sistem kelistrikan antara lain; menyalakan mesin mobil, menunjang keamanan dan keselamatan, dan menambah kenyamanan berkendara.

Secara sederhana, sistem kelistrikan dibagi ke dalam beberapa kelompok, seperti yang bisa lihat lewat tabel di bawah ini.

Kelistrikan mesinStarter, pengapian, injeksi, common rail (untuk mobil diesel)
Kelistrikan bodyLampu-lampu eksterior, lampu-lampu interior
Kelistrikan infotainmentHead unit, multi information display, power outlet kabin
Kelistrikan rangka kendaraanPengereman (ABS, EBD), traction control, stability control, hill start assist
Keamanan dan keselamatanAir bag inflator, immobilizer, alarm

Setelah melihat informasi di atas kita tahu sistem kelistrikan kendaraan sangat luas. Tapi pada umumnya pemilik hanya memahami sistem kelistrikan sebatas pengapian dan starter.

Bisa dimaklumi lantaran keduanya menjadi bagian yang benar-benar menentukan mesin mobil bisa menyala atau tidak.

Ilustrasi Tombol Engine Start

Sistem kelistrikan yang terganggu bisa menyebabkan mesin sulit dinyalakan. (Foto: Pixabay/Mikes Photography)

Masalah Umum Kelistrikan Mobil

Padahal kalau dilihat lebih menyeluruh, masih ada beberapa masalah kelistrikan lain yang sering ditemui, contohnya seperti yang dijabarkan di bawah ini.

Aki Tekor

Aki tekor menjadi permasalahan yang sangat umum pada sebuah kendaraan terutama yang usianya sudah uzur. Kalau kondisinya sudah begini maka mesin mobil akan sulit dinyalakan bahkan bisa-bisa mengalami mogok.

Penyebab aki tekor itu sendiri ada banyak, contohnya mobil jarang digunakan, air aki habis (untuk yang menggunakan aki basah), sampai modifikasi keliru yang menyentuh sektor kelistrikan.

Sistem Starter Rusak

Kerusakan pada sistem starter juga akan dirasakan langsung dampaknya oleh pengguna. Lagi-lagi mesin mobil akan sulit dinyalakan jika bagian ini mengalami kerusakan.

Di dalam sistem ini terdapat sejumlah komponen, seperti halnya dinamo motor. Keausan, karat, atau kerusakan yang disebabkan oleh panas bisa terjadi pada komponen ini.

Sekring Putus

Setiap komponen elektronik umumnya dilengkapi sekring yang berfungsi mengatur besarnya tegangan. Ada saatnya sekring putus jika tegangan yang diterima terlalu besar. Sekring yang mengalami putus mau tak mau harus diganti baru.

Lampu-lampu Mati

Bohlam lampu yang mati karena putus juga menjadi masalah kelistrikan yang kerap dialami pemilik mobil. Masalah ini memang sudah sewajarnya terjadi seiring usia pemakaian.

Tapi buat mereka yang masih menggunakan lampu halogen ada baiknya ekstra hati-hati ketika melakukan pemasangan.

Jangan sampai tangan menyentuh kaca lampu dan tidak membersihkannya karena kandungan minyak dari tangan bisa menempel dan membuat penyebaran panasnya tidak merata.

Hal tersebut bisa membuat lampu cepat putus.

Masalah lainnya yang biasa ditemui pada bagian lampu adalah soket meleleh. Kalau dibiarkan bisa-bisa bikin korsleting.

Ilustrasi Jumper Aki

Ilustrasi Jumper Aki (Foto: Pixabay/Stocksnap)

Perawatan Kelistrikan Kendaraan Ringan

Kerusakan sistem kelistrikan tentunya akan mengganggu pengalaman berkendara . Sebagai pencegahan, perawatan kelistrikan kendaraan ringan seperti halnya mobil penumpang perlu dilakukan.

Berikut ini sejumlah langkah yang bisa dilakukan , seperti dirangkum dari situs web Toyota.

Menjaga Kondisi Kabel dan Soket

Langkah ini bisa dilakukan dengan melihat kabel-kabel yang terdapat pada kendaraan, misalnya kabel busi atau kabel aki. Kabel aki yang memiliki tugas paling berat perlu mendapat perhatian ekstra.

Carmudian bisa melihat apakah ada kabel yang terkelupas atau sobek. Kondisi seperti itu memiliki potensi bahaya yang cukup besar, mulai dari korsleting sampai kebakaran.

Sedangkan untuk soket-soket yang menyambungkan antara kabel perlu diperhatikan kebersihannya. Seiring usia pemakaian biasa muncul karat atau kerak di sana.

Proses pembersihan bisa dilakukan dengan menggunakan cairan penetran.

Perhatikan Kondisi Aki Mobil

Sebenarnya tak sulit untuk menjaga kondisi aki mobil tetap prima. Salah satu langkah yang perlu dilakukan ialah menggunakan kendaraan secara rutin.

Tapi di luar itu juga disarankan untuk mengecek kondisi fisik dari aki itu sendiri.

Cobalah untuk mengecek kondisi aki dan kabel-kabelnya minimal satu bulan sekali untuk memastikan tidak ada kerak yang menumpuk.

Buat kamu yang menggunakan aki basah juga mesti melihat volume airnya. Jangan sampai jumlahnya di bawah batas minimum karena bisa bikin sel-sel di dalamnya cepat rusak.

Waspada Modifikasi Kelistrikan

Ada kalanya pemilik ingin melakukan modifikasi yang menyentuh sektor kelistrikan. Sebut saja mengganti headlight atau peningkatan perangkat audio.

Tidak ada yang melarang untuk hal itu, namun pastikan melakukannya dengan benar. Untuk modifikasi yang menyentuh kelistrikan sangat disarankan dilakukan oleh ahli atau berkonsultasi lebih dulu pada bengkel resmi.

Hati-hati Menggunakan Piggyback

Penggunaan chip microcomputer atau yang juga dikenal dengan istilah piggyback diyakini bisa menambah performa mesin kendaraan. Mereka yang menginginkan tenaga lebih pada kendaraannya kerap melakukan modifikasi ini.

Tapi perlu diingat modifikasi ini akan memaksa Engine Control Unit (ECU) bekerja lebih keras dari wajarnya.

Kalau salah perhitungan bisa-bisa ECU jebol dan mesti merogoh kocek cukup dalam untuk penggantian.

Waspada Kebocoran Cairan

Untuk diingat, kendaraan memiliki beberapa jenis cairan yang diperlukan guna menunjang kinerjanya. Sayangnya, cairan juga menjadi ‘musuh’ bagi sistem kelistrikan.

Untuk menghindari hal-hal buruk terjadi pengguna harus waspadai kebocoran cairan yang bisa berdampak pada sistem kelistrikan. Bukan hanya kebocoran, tapi waspadai juga rembesan dari carian.

Lakukan Servis Rutin

Perawatan mobil secara rutin terutama yang dilakukan di bengkel resmi menjadi cara termudah untuk melakukan perawatan sistem kelistrikan.

Sebab akan dilakukan pengecekan menyeluruh sehingga kerusakan atau potensi kerusakan bisa dideteksi lebih dini.

Cek Absensi Siswa Yang Sudah Mengerjakan ada disini

Evaluasi dan Absensi Pertemuan Ini Isi Form BErikut ini

Proyek Website

  Untuk proyek Website Profil Usaha di Blogspot, penilaian sebaiknya tidak hanya melihat tampilan, tetapi juga isi, fungsi, dan kreativitas...