Jumat, 22 Januari 2021

Dasar Sistem Pneumatic

 

Materi Pembelajaran  Teknologi Dasar Otomotif

KD 3.10 Memahami dasar-dasar system pneumatic

Materi Minggu 3 Bulan Januari 2021

Jadwal Daring Jum’at, 22 Januari 2021 Pukul 13.00 -15.00

Pokok Pembahasan “Dasar Sistem Pneumatic ”

PETUNJUK BELAJAR DARING

  1. Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini
  2. Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas
  3. Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring
  4. Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan
  5. Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

Dasar Sistem Pneumatik




A. Pengertian Umum
Pengertian  pneumatik  dijelaskan  menurut  pengertian  bahasa,  ilmu pengetahuan dan otomasi industri.

Pneumatik  merupakan  teori  atau  pengetahuan  tentang  udara  yang bergerak,  keadaan-keadaan  keseimbangan  udara  dan  syarat-syarat keseimbangan.
Perkataan  pneumatik  berasal  bahasa  Yunani  “  pneuma  “  yang berarti “napas” atau “udara”. Jadi pneumatik berarti  terisi udara  atau digerakkan oleh udara bertekanan.

Pneumatik merupakan cabang teori aliran atau mekanika fluida dan tidak hanya meliputi penelitian aliran-aliran udara melalui suatu sistem saluran,  yang terdiri atas pipa-pipa, selang-selang, gawai dan sebagainya, tetapi juga aksi dan penggunaan udara bertekanan.
Pneumatik  menggunakan  hukum-hukum  aeromekanika,  yang menentukan  keadaan  keseimbangan  gas  dan  uap  (khususnya  udara  atmosfir) dengan adanya gaya-gaya luar (aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika).

Pneumatik  dalam  pelaksanaan  teknik  udara  bertekanan  dalam  industri merupakan  ilmu  pengetahuan  dari  semua  proses  mekanik  dimana  udara memindahkan  suatu  gaya  atau  gerakan.  Jadi  pneumatik  meliputi  semua komponen mesin atau peralatan, dalam mana terjadi proses-proses pneumatik.
Dalam bidang kejuruan teknik pneumatik dalam pengertian yang lebih sempit lagi adalah teknik udara bertekanan (udara bertekanan).

B. Aplikasi Sistem Pneumatik
Komponen  pneumatik  beroperasi  pada  tekanan  8  s.d.  10  bar,  tetapi dalam praktik dianjurkan beroperasi pada tekanan 5 s.d. 6 bar untuk penggunaan yang ekonomis.

Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media pneumatik dalam hal penangan material adalah sebagai berikut :
1)  Pencekaman benda kerja
2)  Penggeseran benda kerja
3)  Pengaturan posisi benda kerja
4)  Pengaturan arah benda kerja

Penerapan pneumatik secara umum :
1)  Pengemasan (packaging)
2)  Pemakanan (feeding)
3)  Pengukuran (metering)
4)  Pengaturan buka dan tutup (door or chute control)
5)  Pemindahan material (transfer of materials)
6)    Pemutaran dan pembalikan benda kerja (turning and inverting of parts)
7)  Pemilahan bahan (sorting of parts)
8)  Penyusunan benda kerja (stacking of components)
9)  Pencetakan benda kerja (stamping and embosing of components)

Susunan sistem pneumatik adalah sebagai berikut :
1)  Catu daya (energi supply)
2)  Elemen masukan (sensors)
3)  Elemen pengolah (processors)
4)  Elemen kerja (actuators)

C. Karakteristik Sistem Pneumatik
Udara  mengandung   oksigen,  nitrogen,  partikel  uap  air,  kotoran,  debu udara  dan lain-lain.  Udara bertekanan memiliki banyak sekali keuntungan, tetapi dengan  sendirinya  juga  terdapat  segi-segi  yang  merugikan  atau  lebih  baik pembatasan-pembatasan  pada  penggunaannya.
Hal-hal  yang  menguntungkan dari  pneumatik  pada mekanisasi  yang  sesuai  dengan tujuan  sudah  diakui  oleh cabang-cabang  industri  yang  lebih  banyak  lagi.   Pneumatik  mulai  digunakan untuk pengendalian maupun penggerakan mesin-mesin dan alat-alat.

Keuntungan :
  Jumlah tidak terbatas
  mudah disimpan
  tansportasi mudah
  bersih
  Tahan ledakan
  mudah pengontrolan
  tahan beban lebih
Kerugian :
  Biaya tinggi
  Persiapan
  polusi suara (dikurangi dengan silincer)
  gaya terbatas (ekonomis sampai 25 000 N)

D. Bagian-bagian Sistem Pneumatik

Sistem  harus  menjamin  udara  yang  berkualitas. Termasuk  di  dalamnya  adalah  udara  yang  bersih,  kering,  dan  tekanan   yang tepat.  Udara  bertekanan  diperoleh  dari  kompresor,  kemudian  dialirkan  melalui beberapa  elemen  sampai  mencapai  pemakai.  Perhatikan  sistem  pengadaan udara bertekanan  pada gambar 2.1 berikut. Sistem terdiri dari  kompresor udara, tangki  udara,  pengering  udara,  saluran  udara  dan  tempat  pembuangan  untuk kondensasi,  serta  unit  pemeliharaan/pelayanan  udara  yang  terdiri  dari  filter udara, pengatur tekanan dan pelumas.


D.1 Kompressor
Kompresor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas.  Kompresor dibutuhkan agar mendapatkan tekanan kerja yang diinginkan.  Kompresor udara biasanya mengisap udara dari atmosfir . Namun ada pula yang mengisap udara atau  gas  yang  bertekanan  lebih  tinggi  dari  tekanan  atmosfir.

D.2. Tangki Udara
Berikut Fungsi Tangki Udara bertekanan
a).  Untuk mendapatkan tekanan konstan pada sistem pneumatik, dengan tidak mengindahkan beban yang berfluktuasi.
b).   Penyimpan/tandon  udara  sebagai  “emergency  suplay”  bila  sewaktuwaktu  ada  kegagalan  kompresor,  beban  pemakaian  yang  tiba-tiba besar.
c).  Ruangan yang luas dari tangki akan mendinginkan udara. Oleh karena itu, penting pada tangki bagian bawah dipasang kran untuk membuang air kondensasi.







D.3 Pengering udara
Udara  yang  dihisap  kompresor  selalu  mengandung  uap  air.  Kadar  air  ini harus  ditekan  serendah  mungkin.  Suhu  dan  tekanan  udara  menentukan  kadar kelembaban udara. Makin tinggi suhu udara, makin banyak kadar uap air yang dapat  diserap.  Apabila  titik  jenuh  dari  kelembaban  udara  mencapai  100%,
muncul embun atau tetes tetes air.
Ada 3 cara untuk mengurangi kandungan air di dalam udara :
  Pengering temperatur rendah (dengan sistem pendingin)
  Pengering adsorbsi
  Pengering absorbsi

D.4 Unit Pelayanan Udara
Pada prinsipnya, udara bertekanan harus kering, bebas dari minyak. Untuk beberapa  komponen  udara  berlubrikasi  adalah merusak  yang  lain,  tetapi  untuk komponen  daya,  lubrikasi  justru  sangat  diperlukan.  Lubrikasi  dari  udara bertekanan, seharusnya dibatasi pada bagian tertentu, jika lubrikasi diperlukan. Untuk  hal  ini,  diperlukan  minyak  khusus.  Minyak  yang  terbawa  udara  dari kompresor tidak cocok bila digunakan untuk lubrikasi komponen sistem kontrol.
Masalah yang terjadi dengan lubrikasi (pelumasan) yang berlebihan adalah:
  Gangguan pada komponen yang terlubrikasi secara berlebihan.
  Polusi pada lingkungan.
  Pengaretan terjadi setelah komponen diam dalam waktu yang lama.
  Kesulitan di dalam pengaturan lubrikasi yang tepat.

Walaupun hal tersebut di atas adalah masalah, tetapi lubrikasi diperlukan pada hal-hal sebagai berikut:
  Gerakan bolak-balik yang sangat cepat
  Silinder diameter besar (125 mm ke atas), lubrikator seharusnya dipasang langsung dekat dengan silinder.

Lubrikasi  yang  tepat  ditentukan  oleh  kebutuhan  udara  silinder.  Lubrikator disetel pada aliran minimum sebelum memulai pemberian minyak. Bila lubrikator disetel terlalu besar, maka keadaan tersebut tidak efektif. Sedangkan penyetelan lubrikator  yang  terlalu  kecil,  dapat  menyebabkan  minyak  cepat  kering  dalam perjalanan  menuju  ke  silinder.  Silinder  dengan  seal  tahan  panas  tidak  harus disuplai  dengan  udara  bertekanan  yang  berlubrikasi.  Karena  lubrikasi  khusus dalam silinder akan tercuci.

Unit Pelayanan Udara terdiri dari:
  •  Penyaring udara bertekanan (Filter)
  •  Pengatur tekanan udara (Pressure Regulator)
  •  Pelumas udara bertekanan (Lubricator)






Evaluasi 
Hasil 

Kamis, 21 Januari 2021

Sistem Pengisian Sepeda Motor(Pengertian-Diagran-dan Cara Kerja)

 

Materi Pembelajaran  “Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor”

KD 3.6 Memahami Prinsip Kerja Sistem Pengisian

Materi Minggu 3 Bulan Januari 2021

Jadwal Daring Kamis, 21 Januari 2021 Pukul 07.30 -09.00

Pokok Pembahasan “ Sistem Pengisian Sepeda Motor (Pengertian + Diagram + Cara Kerja)”

 

PETUNJUK BELAJAR DARING

 

  1. Pelajari materi yang diberikan di Halaman Ini
  2. Kerjakan Evaluasi yang sudah disediakan dihalaman ini dengan mencantumkan Nama lengkap Kelas
  3. Mengerjakan Evaluasi sebagai salah satu Bukti sudah mempelajari materi ini dan sebagai bukti absensi siswa sudah melaksanakan pembelajaran daring
  4. Pengerjaan Evaluasi akan direkam Berdasarakan Waktu dan tanggal mengerjan
  5. Siswa yang telah melaksanakan evaluasi dapat dilihat di bagian Bukti Evaluasi

MATERI PEMBELAJAN

Pengertian sistem pengisian - Mesin kendaraan dapat berputar karena ada siklus kerja mesin baik empat tak atau dua tak. Namun sebuah kendaraan khususnya sepeda motor tidak cukup dilengkapi mesin saja. Terdapat sistem lain yang tak kalah penting. Contohnya sistem penerangan dan sistem klakson.

Kedua sistem ini tidak bisa dihilangkan dari kendaraan bermotor karena berhubungan dengan keselamatan berkendara. Kita tahu kedua sistem ini dapat bekerja karena mendapatkan suply energi listrik. Listrik ini berasal dari baterai yang terletak dibawah jok motor.

Namun baterai hanyalah sebagai penyimpan arus. Dan apabila baterai tidak di charge, maka akan habis energinya. Untuk itu dalam sepeda motor harus dilengkapi dengan sistem pengisian (Charging Sytem). Lantas apa itu sistem pengisian ? dan bagaimana cara kerja sistem pengisian pada sepeda motor ? simak artikel dibawah ini.

Pengertian Sistem Pengisian


Sistem pengisian adalah sebuah rangkaian mekatronika yang berfungsi untuk melakukan suply energi listrik menuju baterai agar kebutuhan akan kelistrikan body atau mesin dapat dipenuhi. Charging system memanfaatkan putaran engkol untuk menciptakan energi listrik.

Sehingga apabila diterjemahkan, sistem pengisian bekerja untuk mengubah sebagian putaran engkol menjadi energi listrik.

Prinsip kerjanya sama seperti generator, dimana ketika terdapat kumparan berputar ditengah medan magnet, maka akan ada aliran listrik yang mengalir melalui kumparan itu.

Komponen Sistem Pengapian Sepeda Motor


  • Baterai
  • Fuse
  • Regulator/Kiprok
  • Altenator
  • Rectifier

Cara Kerja Sistem Pengisian Sepeda Motor


Ketika kunci kontak berada ke posisi ON, arus mengalir dari baterai menuju altenator. Dialam altenator, arus listrik akan melewati kumparan stator, sehingga terjadilah kemagnetan didalam altenator.

Saat mesin berputar, poros engkol juga akan berputar. Putaran crankshaft akan memutar pulley altenator. Sehingga kumparan rotor atau armature pada altenator berputar. Disinilah energi listrik tercipta.

Listrik dapat tercipta karena terdapat kumparan yang memotong garis gaya magnet. Akibatnya elektron akan tercipta perpindahan elektron antara medan magnet dan kumparan. Perpindahan elektron ini akan menimbulkan beda potensial listrik dan akhirnya timbulah aliran listrik.


Output dari altenator umumnya bersifat bolak-balik (AC). Untuk itu sebelum listrik keluar dari altenator, disearahkan terlebih dahulu oleh rectifier atau kumpulan dioda yang terletak didalam altenator. Sehingga hasil output sudah bersifat searah atau DC.

Kita tahu bahwa putaran mesin itu berubah-ubah. Ketika mesin berputar pada RPM tinggi, arus listrik yang dihasilkan juga bertegangan lebih tinggi dari 12 volt. Untuk itu agar tidak terjadi overcurrent, rangkaian sistem pengisian dilengkapi dengan kiprok atau regulator.

Output altenator yang telah bersifat DC akan dialirkan menuju regulator/kiprok untuk menstabilkan tegangan, output dari regulator yang akan digunakan sebagai energi untuk menyuplai semua beban kelistrikan.

Namun sesuai skema diagram diatas, terdapat satu jalur dari altenator langsung menuju CDI unit. Hal ini sistem CDI pada motor memerlukan energi listrik yang besar seiring bertambahnya RPM. Sehingga arus tidak dialirkan melalui regulator.

EVALUASI Minggu Ke-3


Pengendalian mutu (Quality Control)

Modul Ajar Kreativitas, Inovasi, & Kewirausahaan Pengendalian Mutu (Quality Control) dalam Produks...